Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Tika Riasty


__ADS_3

Ketika hari sudah sore, Renata masih melihat, Yudha sibuk dengan berbagai berkas nya.


Seorang polwan menyapa Renata, namanya Tika Riasty.Lebih tua dari usia Renata.


" Kamu baru tugas disini ?".


" Ya bu," ujar Renata.


" Kamu cantik, pintar, berdedikasi tinggi, semua kaum lelaki , begosip ria, aplagi kaum wanita, berbisik bisik nge gosipin kamu".


Renata bengong .


" Kamu Tau Ta, prestasi kamu, dalam IT,mereka ulik, karena kemampuan kamu, menangani IT di kantor pusat, ngalahin lulusan Australia, ngalahin lulusan Canada dan Jerman."


" Mereka ber tiga , biasanya sangat sulit, mengakui kebolehan orang lain, mereka sampai telusuri , kamu anaknya siapa, dan ngulik prestasi kamu. "


" Kurang kerjaan, " ujar Renata .


" Bukan wanita aja bergosip, Pria juga, " ujar Renata menahan tawa.


" Hati - hati dengan Liana Santoso, dia ngebet banget sama Yudha. Apa benar Yudha pacar kamu Ta?".


" Bukan pacar aja bu. suami, " ujar Renata tersenyum, tapi jangan sebarin, bukan apa - apa , Renata gak mau, jadi bahan gosip, dan di bilang kong kalikong dalam kenaikan jabatan,yah Tata bekerja aja, jika berprestasi, dihargai yah okey, gak di hargai dan gak di anggap gak masalah, namanya kerja ,dimana - mana sama."


" Ibu udah menikah?".


" Sudah, di jodohin dengan anggota kepolisian juga, kapan- kapan kita cerita, kamu enak jadi teman cerita, " ujar Tika Riasty.


" Kamu kapam nikahnya Ta?".


" Baru beberapa minggu bu, " ujar Renata.


" Masih anget angetnya, " ujar Tika tersenyum .


" Tetapi beberapa hari lagi, saya akan tugas ke Jakarta,gak tahu juga berapa lama".


" Gimana kalau kita ke club tembak besok pagi, besok kan Jumat, mau yaahhh, kita pergi tugas bareng , ketemuan di club menembak aja, mau kan Ta".

__ADS_1


" Baiklah, saya juga perlu latihan nih bu".


" Jangan panggil bu, panghil mbak aja, kita beda 4 tahunan."


" Tau sari mana? kamu nebaknya gitu kan?".


" Tau dari bikdata kamu, saya bagian input biodata karyawan, bagian gaji juga, makanya jangan macem - macem, gajinya nanti banyak pemotongan, " ujar Tika tertawa.


Mereka tertawa berdua.


" Mbak gak punya teman banyak, mbak harap kita cocok, dan akan ada satu orang lagi akan saya perkenalkan sama kamu,dia itu di jamin baik, walau kuper, tapi save buat teman, bukan teman makan teman, aku bisa nilai kamu Ta".


" Jenayang nihhh?" tanya Renata.


" Beda Tipis, "ujar Tika tertawa.


" Tuh , arjuna mu dah selesai."


" Suami mbak?".


" Ruwet Ta, besok mbak cerita."


Renata bersandar di dinding dan melihat Yudha melangkah.Sosok Yudha begitu tegap , alisnya yang lebat, terkesan dingin, namun sangat hangat ,ketika sudah mengenalnya sepenuhnya."


" Kamu tadi sama Tika?" tanya Yudha.


" Hmmm, teman pertama.Besok kami akan ke club menembak, pagi, boleh ya mas".


" Mas ikut..".


" Gak ahhh, mas perginya sama Club cow aja. Gak malu, gabung sama 3 emak emak?".


" Kamu belum jadi emak emak sayaaang, akan mas segerakan, terealisasi jadi emak emak, " ujar Yudha tertawa.


" Apa boleh mas?".


" Boleh".

__ADS_1


" Tapi sarapan kita sama ya yaaang".


" Kita makan di depan aja," ujar Yudha.


" Hmm, tuh baru buka kan mas restonya, baru grand opening, bisik bisik anggota lain gitu, " ujar Renata.


" Ya yaaang".


" Mas terlihat lelah".


" Hmmm, belum di Charger yaaang, makanya lowbet, sampai nanti kita nge Charger ya yaaang".


" Ihhh, mas ...".


" Asupan yaaang, maklum pengantin baru".


" Jadi kalau pengantin lama gak gitu? sama doank, habis manis ,sepah di buang, "ujar Renata.


" Waktu....waktu yang akan menjawabnya yaaaang".


" Okayyy, kita liat sang waktu, berujung di lembah mana , lembah patah hati, atau di lembah cinta, mirip filim draa kolosal, ngaco juga, " ujar Renata melanjutkan bermain game nya.


" Main game yaaang?".


" Ya mas, lawan bocah, " ujar Renata fokus.


Yudha tersenyum melihat Renata, Renata cukup dewasa , se usianya. Di rumah tahu tugas nya apa, nyiapin air mandi Yudha, pakaian Yudha , ngepel, nyapu, siram tanaman, dan selalu berakhir bermain dengan Zizi dan kedua anaknya. Sesibuk apapun, selalu ber eksperimen, buat jus dengan cara di mix beberapa buah, terkadang rasanya aneh, terkadang enak, dan selalu membuat catatan di dapur rumhnya.


Yudha membelai rambut Renata .


Renata bukan tipe wanita shopping, tas nya pun gak jutaan, itu juga hadiah dari teman nya, dan sudah pasti dari William. Pakaian Renata juga , bukan semua branded, dari harga obralan sampai ratusan ribu, Renata unik, semua yang dia pakai , pasti yang dia rasa nyaman buat dirinya.


πŸ™‹β€β™‚οΈπŸ™‹β€β™€οΈπŸ™‹β€β™‚οΈπŸ™‹β€β™€οΈπŸ™‹β€β™‚οΈπŸ™‹β€β™€οΈπŸ™‹β€β™‚οΈπŸ™‹β€β™€οΈπŸ™‹β€β™‚οΈπŸ™‹β€β™€οΈπŸ™‹β€β™‚οΈπŸ™‹β€β™€οΈ


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2