
Pagi itu, Renata sudah Rapi, menyiapkan pakaian Yudha. Renata turun dan memeluk mbok Siti .Renata menahan air matanya, segera melahap nasi goreng, Renata membalikkan telur ke piring Yudha. Renata merasa amis.
Renata mengaduk susu kehamilannya sendiri, memeriksa susu kehamilannya sudah habis, memfoto kemasan nya .
Renata bergegas mengambil tas nya dan menuju keluar, disana para anggitanya menjemputnya. Renata menugaskan mereka dari semalam, harus mengantar jemputnya, lengkap dnegan membawa senjata.
Renata menatap rumahnya , kemudian memasuki mobil .
Tekad nya sudah bulat, mau Yudha bilang apapun, Renata pasrah .
Renata memperbaiki beberapa laptop tim penyidik, bersama tim nya. Laptop tersebut terserang virus, dan dengan kemampuan Renata dan tim nya, semua ter hendle.
Ketika makan siang, Renata melihat sosok Liana keluar dari ruangan Yudha. Renata mundur bebrapa langkah, dan berbalik arah .
" Bim, pesanin saya ,nasi ayam, sayur, dan jus 2 yah," ujar Renata.
Kita makan disini aja,temani makan".
Taka, Bian, Bima , dan Samuel mengangguk.
Bima dan ketiga temannya pun membawa makanan ke ruangan, mereka makan bersama, beberapa pegawai kantin membawa jus.
" Bos lagi galau?".
" Little , " ujar Renata.
" Harusnya jadi happy, bentar lagi ada kejutan".
" Baiklaaaahhh, kejutan apa".
" Kalau bos galau, pasti ingat X , " ujar Bima.
Renata hanya tersenyum.
Selesai makan, Renata kembali ke tempat duduknya, beberapa saat kemudian ,sebuah ketukan membuat Renata dan lainnya menoleh.
Air mata Renata jatuh, ketika melihat sosok duplikat William disana berdiri.
" Willy, " ujar Renata bergegas memeluk nya.
" Mami dan papi mana ?".
" Di parkiran aunty."
" Willy lagi liburan, mami mimpi, koko suruh mami jenguk aunty, sudah lama gak liat aunty".
__ADS_1
Renata kembali memeluk Willy.
Mungkin William tahu, Renata lagi sedih .
" Aunty, kita main yukkk, ke mall".
" Hmmm, aunty lagi ada pekerjaan, kalau besok gimana?".
Willy mengangguk.
" Ta...., ujar mami William.
" Mi...., " Renata memeluk mami William.
" Mami mimpi sama koko, koko suruh jengukin kamu,nih bunga kesukaan kamu, cokelat dan cake dari medan mami bawa."
Mata Renata berkaca - kaca, kalau lagi marahan, dulu, William selalu hadiahin bunga, cokelat, selalu, baik semasa kuliah.
Terkadang walau jauh, masih bisa di mimpikan, dan bisa merasakan kedekatan seperti ini .Renata merasa seakan William tahu, apa yang Renata rasakan.
Walau William sudah tiada .
" Mami nginap dimana?".
" Ya mi....., Tata senang liat mami".
" Besok jalan yuk mi. Tata ajukan cuti. cuti Tata masih banyak".
" Ya nak, mami gak lama, hanya keingat sama kamu, mami barusan jiarah ke tempat William".
Renata mengangguk .
" Cake nya makan ya nak, Papi yang jagain, biar gak penyok".
Renata tersenyum.
" Makasih ya pi".
Papi William mengangguk .
Renata memeluk Willy, mengusap wajah Willy. Duplikat William banget.
" Kelak Willy besar, duplikat wajah koko ya mi,", ujar Renata.
" Ya nak, kadang mami masih belum bisa meng iklas kan."
__ADS_1
Renata memeluk Mami William .
" Berat mi, bukan hal mudah, " ujar Renata.
" Jojo akan menikah, dia nyerah sama kamu Ta".
Renata tertawa.
" Koko banyak rusak dari Jojo, jojo tuh beneran udah tobat mi?".
" Beneran Ta, sejak kematian koko, dia rajin gereja, rajin baca alkitab, rajin kerja, hidup nya berubah."
" Baguslah mi, sadar bahwa hidup hanya sementara".
Renata dan mami William tertawa.
" Mami pamit dulu ya nak, mau ketemu sama klien papi".
Renata mengangguk . Memegang tangan Willy.
Menuju ke depan, Renata memeluk kembali Willy. Renata melambaikan tangannya.
Rasanya sangat merindukan sosok mu ko, ujar Renata dalam hatinya.
" Mirip banget ya bos, koko William dengan adiknya."
" Benar Bim, rasanya rindu berkurang, melihat Willy."
" Keliatan banget, koko dekat sama bos, bos galau, biasa di beri cokelat, bunga, cake, masih bisa memimpikan mami nya, dan ngantar langsung".
Renata menunduk, sepanjang jalan , air mata Renata mengalir.
Yudha mendengar semua perkataan Bima.
menatap langkah Renata memasuki ruangannya.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1