
Renata dan Adi turin melalui tangga, mereka menuju ke meja makan.
" Sedap nyaaa, " ujar Renata.
Doa dulu yuk yaaang.
Renata dan Yudha berdoa. Yudha memimpin doa .
Renata makan dengan lahap.
" Masakan mas yummy, tiada duanya, ujar Renata mengacungkan jempolnya.
" Berarti bonus lagi ya yaaang".
" Dasar mikiran bonus plus plus ," ujar Renata terkikik tertawa.
Yudha mengacak rambut Renata dengan gemas. Renata memeluk dan tertawa di bahu Yudha. Sudut bibir Yudha melengkung membentuk sebuah senyuman manis.
Yudha mengecup bibir Renata di saat Renata lengah, Renata melotot dan mengerutkan wajahnya.Yudha kembali mencium puncak kepala Renata.
" Mas seperti bayi besar," ujar Renata.
Yudha tertawa terkekeh.
Pagi itu, Renata bergabung dengan para ibu bhayangkari .Mereka heran meljhat wajah Renata, ternyata gosip wajah Renata seperti artis korea benar adanya .
" Ada keturunan orang Korea mbak? " tanya seorang di sana bernama Ratih.
Renata tertawa.
" Gak ada mbak".
" Suami anda Jenderal Yudha?".
" Renata mengangguk."
" Berarti anda Polwan juga kan, yang jago IT".
" Sedikit bisa."
" Merendah banget. "
Mereka pun latihan, Renata mendengarkan mereka latihan.
" Coba buat nada ini ," Renata mengambil gitar dari seorang mbak berusia jauh di atas usia Renata.
" Kamu bisa musik? tanya mereka."
" Saya akan bermain biola, bentar ya, saya ambil di mobil, "ujar Renata.
Mereka bengong.
" Ajari kami musik Ta, " ujar seorang mbak bernama Puspa.
" Baiklah, " ujar Renata tersenyum.
Renata mengambil biolanya, memperbaiki dan mengarahkan nada agar lagu yang mereka bawakan lebih enak di dengar.
" Ta, coba kamu nyanyi".
Renata mengambil biolanya, Renata bernyanyi,dan beberapa ibu bayangkari merekam aksi Renata.
Teouk tangan Renata dapatkan dari sesama ibu bhayangkari.Renata juga mengajari mereka cara memetik gitar, para ibu semakin bertambah ilmunya.
Renata kembali ke kantor, setelah makan siang dengan para ibu bhayangkari .
__ADS_1
Renata memakai bajunputihnya, melepaskan maskernya .
" Artis top kita udah datang, "ujar Bima.
Renata mengerutkan dahinya.
" Maksud nya?"
"Polwan , netizen Semarang,kembali menghebohkan jejaring sosial,ibu bhayangkari, punya suara emas dan bertalenta, " ujar Taka.
"Nagacoooo, " ujar Renata bergegas ke ruangannya , membuka sepatunya dan berpose ala black pink.
" Bimmmm, kamu udah makan?".
" Ya udahlah," ujar Bima.
" Jenderal kemana?".
" Dia lagi ngasuh anaknya Zizi, sakit katanya, tadi ada telepon dari rumah".
" Misi bentar ya, bilang ku keluar dulu ,gak lama".
" Gini nih, kalau udah sukses, " ujar Bima ngakak.
" Istirahat sejenak man..., " ujar Renata tertawa.
" Zizi anaknyankenapa ? King atau Warrior yang sakit?".
Renata menatap Yudha sedang bercengkrama dengan anak anak Zizi.
" Kalau lihat foto ini, orang gak akan percaya, dia seorang jenderal yang cool, tegas, bertanggung jawab, dan berdedikasi tinggi."
" Mas kenapa pakai jaket?".
" Mas meriang, " ujar Yudha.
Renata menaruh pipinya ke dahi sang suami.
" Berobat yuk yaaang".
" Mungkin efek dari luka yaaang, dalam obat sudah ada resep demam, mas istirahat aja, temani ya yaaang".
" Nanti atasan cari?".
" Gak, mas yang akan jawab".
" Mas KKN deh akhir- akhir ini," ujar Renata.
" Rindu itu berat yaaang".
" Ciyeeee, sok romantis deh".
" Rindu itu berat Jenderal," ejek Renata.
" Cinta dan kasih sayang lebih berat," ujar Yudha.
" Cinta buat???".
" Buat wanita ku, dimana dia pacar , rekan dalam misiku, dia isteri yang ku sangat sayangi, " ujar Yudha.
" Efek demam gini nihhhh, ngomong alay, ngelantur," ujar Renata tertawa.
__ADS_1
Yudha ingin mencium Renata.
" Jenderal, jangan coba coba, jenderal tadi nyium King, cepat bersih - bersih wajah , tangan , dan ganti pakaian, bau guk guk, ogahhh," ujar Renata berlari ke taman belakang.
Yudha tersenyum melihat Renata.
Yudha mengejar Renata, Renata dengan pakaian lengkap nya memasuki kolam renang di belakang rumah
" Jangan masuk mas, mas demam. "
" Jangan masuk, tangan mas belum kering, gak boleh kena air...., " ujar Renata melakukan lompat indah.
Mbak pertama, mbak kedua, dan mami Yudha bengong melihat loncat indah Renata dengan pendaratan sempurna.
" Kamu gak mau ikutan Sea games Ta, keen banget gayamu," ujar mbak Pertama.
" Gak," ujar Yudha.
Renata hanya memakai tank top putih dan celana pendek nya.
" Kalau kamu hamil Ta, bisa gawat. Kalau olah ragamu se extrim ini, kamu bar bar banget adik ipaaaar".
" Mbak baru tahu, 2 drone habis tak bersisa dalam aksi semalam".
" Renata jeli melihat drone, jarak jauh, bidikannya waw, " ujar Yudha.
" Kamu bisa lembut gak dekkkk, " ujar mbak pertama.
" Jangan ragu mbak, mau liat , aksi Tata jadi sekretaris nyamar di perusahaan asing," ujar Renata memutar dilayar pantry , terdapat sebuah proyektor dan layarnya ."
Renata memutar proses pelatihannya di luar negeri biar feminim dan lulus uji coba menyamar jadi sekretaris dan pekerja di kantoran.
Renata kembali melakukan renang , merasa happy, karena sudah lama gak renang .
Mereka terkejut saat melihat sesosok pria.
" Di ...dia Gustavo Alfredo , pengusaha batu bara, dan pemilik maskapai penerbangan .Kenapa ada fotonya sama kamu Ta?".
" Dia atasan ku mbak, aku pernah bekerja dengannya 1tahun lebih di Swiss, jadi sekretarisnya, menyamar ."
" Jangan bilang , dia masih menghubungimu Ta, dia orang penting, dan dengar gosip, dia nyari sekertaris nya."
Renata membeku.
" Kamu pernah berhubungan dengannya Ta? pernah pacaran dengannya?".
" Gak ," Renata melambaikan tangannya membantah.
" Dia suka kamu ?".
Renata menatap Yudha. Berat Renata katakan, ada perasaan suaminya yang harus dia jaga.
" Please mbak, gak penting, mbak kenal dia dari mana?".
" Ta, begitu banyak wanita menggilai nya, kenapa kamu menolaknya?."
" Masa lalunya terlalu rumit, wanita yang dia tiduri sangat banyak, jika aku menerimanya , aku wanita ke berapanya mbak? berapa lama dia betah hidup sama aku, ini jauh sebelum aku pacaran dengan William, masih di tahun ke 2 aku mengecap pendidikan dan pelatihan Bintara."
" Dia sangat baik, tapi kalau marah, menyeramkan, aku gak suka pria diktator, aku gak suka pria yang suka bentak bentak, banyak pertimbangan, walau dia marah anak buahnya gak pernah di depan aku,tetapi aku mampu melakukan penyelidikan dengan kemampuan IT ku dannpernah menyusup di ruangan ,melihat bertapa sadisnya dia".
Mami Yudha terduduk. Dia tidak menyangka , Renata menjadi incaran begitu banyak pria sukses dan berhasil.
π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment