Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Berartinya Jenderalku


__ADS_3

Nb: Harap maklum yah, anak ke 2 saya masih baru naik kelas 2 SD, tiap hari google Classroom, jadi perlu banget pendampingan saya, karena dia gak bisa ngetik di kolom komentar, makanya saya up nya gak tentu jadwalnya, karena dari pagi sampai jam 3 sore sekolahan nya, lain mereka zoom bahasa inggris, 1minggu 2x.


Jadi saya masih dampingi anak saya yang Melbourne.Kalau anak saya Sydney , sudah kelas 5 , sudah bisa mandiri.


Makasih pengertiannya🥰


Renata masih menunggui Yudha, belum sadar, hati Renata sangat cemas.


Dokter mengatakan operasinya sukses , kenapa belum sadar juga, Renata bingung, cemas, dan sesekali menugaskan Bima , Taka dan Samuel, menanyakan pada perawat . Para perawat sampai tersenyum, melihat ke 3 anggota Renata.


" Kenapa gak bangun sih mas, apa lelah banget, enak banget tidur nya, tidur apa gak sadar - sadar sih, Renata cemas....".


" Beneran dokter gak sihhh, di bilangin pasiennya operasinya sukses, terus di bilang ,udah lewati masa kritis, kenapa belum bangun? Tata takut mas," ujar Renata frustasi.


" Aku takut kehilangan," ujar Renata menunduk menyandarkan kepalanya ke kasur di ranjang Yudha.


Pandangan Renata ke bawah.


" Kenapa mas harus luka lagi sih, setiap tugas, mas selalu melindungi Tata, Tata bisa jaga diri mas," ujar Renata terisak .


" Mas , bangun dong, mas gak lihat, Tata sedih, mas itu sangat berarti bagi Tata," ujar Renata menunduk.


" Bener nihhhh?".


" Yah ,benar lahhh, " ujar Renata.


" Kamu menyayangi dan mencintai ams".


" Ya ,iyalah, " ujar Renata .


Renata gak sadar, bahwa Yudha sudah sadar dan menjawabnya.


" Makasih yaaang," ujar Yudha membelai rambut Renata.


Renata langsung berdiri.

__ADS_1


" M...mas...," ujar Renata dengan senyuman bahagianya.


" Bos sih , banyakan merenung, gak ngeh ,siapa jawab pertanyaan sampai 3 kali nya siapa, gak nyimak ,gak fokus , "ledek Bima .


" Kami misi Pak Jen, dan bu bos, udah pegal nih kaki, bolak balik ke tempat perawat jaga, nanyain dan suruh cek kondisi Jenderal, " ujar Taka.


Semua pun pamit.


" Kamu menghawatirkan mas?".


" Ya iyalah mas, mas itu gak bangun - bangun, Tata cemas," ujar Renata.


" Apa segitu sayangnya sama jenderalmu ini yaaang?".


" Ya iyalah mas, mas gak tahu, aku pernah mengalami kehilangan, mas tahu gak, lebih sakitan mana , kehilangan kekasih, atau kehilangan suami/ isteri, coba mas bilang, yang sakit nya yang mana?" ujar Renata.


" Sakitan kehilangan isteri, kalau pacar ,kita belum sepenuhnya menjadi milik kita, tinggal masih berbeda, kalau isteri ,sehari- hari kita bersama, sehari - hari ketemu, berbagi cerita, berbagi pertarungan seru," ujar Yudha terkikik.


" Mas mesum banget sihhhh," ujar Renata merengut.


" Ya yaaang, benar," ujar Renata tersenyum.


Renata mencium pipi Yudha.


" Yaaang, cium disini, please," ujar Yudha manja.


" Mas , sakit atau ngerjain nih ceritanya?".


" Mas butuh amunisi, butuh multi vitamin yaaang".


" Mas yang benar aja dehhhh," ujar Renata.


" Benar yaaaang".


Renata mencium Yudha , Yudha langsung menautkan bibirnya ,ketika Renata akan melepas kan ciumannya , kembali menautkan ciumannya .

__ADS_1


" Ehemmm...ehemmmm...., enak benar, semakin mesra aja nihhh, tanda tanda nya akan ada baby dehhhh,"ujar mbak kedua.


" Amin, "doain aja mbak.


" Gimana mau terlaksana , nih luka semua, gak akan berhasil boy, kamu siap- siap puasa dehhhh, " tawa mbak kedua pecah.


" Kasihan nya kamu dek, makanya, jangan terluka, kamu yang sabar, ngitung tanggal, paling dikit 7 harian, hahahaha ," ujar mbak kedua.


Renata menahan senyuman, melihat Yudha dan mbak nya begitu dekat, bahkan mereka begitu terbuka pada kedua orangtua dan saudaranya .


" Yaaang, lapar, " ujar Yudha.


" Apa sudha boleh makan mbak?".


" Boleh Ta, luka di perut, gak besar, dan gak gitu dalam, lengannya yang terkena tembakan."


Renata memesan bubur dari salah satu online, dan membeli makanan buat anggota nya .


Renata menyuapi Yudha . Sesekali Renata membelai wajah Yudha.


" Mas, cepat sembuh, makanan di rumah sakit gak pernah enak kan yaaang".


Ketika malam sudah tiba , Yudha memaksa Renata berbaring di samping dirinya, Yudha memeluk Renata dengan erat .


Perlahan Yudha pun tertidur, deru nafas Yudha bermain di wajah Renata .


Renata tersenyum memandang sang suami.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2