
Nb: Harap maklum yah, anak ke 2 saya masih baru naik kelas 2 SD, tiap hari google Classroom, jadi perlu banget pendampingan saya, karena dia gak bisa ngetik di kolom komentar, makanya saya up nya gak tentu jadwalnya, karena dari pagi sampai jam 3 sore sekolahan nya, lain mereka zoom bahasa inggris, 1minggu 2x.
Jadi saya masih dampingi anak saya yang Melbourne.Kalau anak saya Sydney , sudah kelas 5 , sudah bisa mandiri.
Makasih pengertiannya🥰
Renata masih menunggui Yudha, belum sadar, hati Renata sangat cemas.
Dokter mengatakan operasinya sukses , kenapa belum sadar juga, Renata bingung, cemas, dan sesekali menugaskan Bima , Taka dan Samuel, menanyakan pada perawat . Para perawat sampai tersenyum, melihat ke 3 anggota Renata.
" Kenapa gak bangun sih mas, apa lelah banget, enak banget tidur nya, tidur apa gak sadar - sadar sih, Renata cemas....".
" Beneran dokter gak sihhh, di bilangin pasiennya operasinya sukses, terus di bilang ,udah lewati masa kritis, kenapa belum bangun? Tata takut mas," ujar Renata frustasi.
" Aku takut kehilangan," ujar Renata menunduk menyandarkan kepalanya ke kasur di ranjang Yudha.
Pandangan Renata ke bawah.
" Kenapa mas harus luka lagi sih, setiap tugas, mas selalu melindungi Tata, Tata bisa jaga diri mas," ujar Renata terisak .
" Mas , bangun dong, mas gak lihat, Tata sedih, mas itu sangat berarti bagi Tata," ujar Renata menunduk.
" Bener nihhhh?".
" Yah ,benar lahhh, " ujar Renata.
" Kamu menyayangi dan mencintai ams".
" Ya ,iyalah, " ujar Renata .
Renata gak sadar, bahwa Yudha sudah sadar dan menjawabnya.
" Makasih yaaang," ujar Yudha membelai rambut Renata.
Renata langsung berdiri.
__ADS_1
" M...mas...," ujar Renata dengan senyuman bahagianya.
" Bos sih , banyakan merenung, gak ngeh ,siapa jawab pertanyaan sampai 3 kali nya siapa, gak nyimak ,gak fokus , "ledek Bima .
" Kami misi Pak Jen, dan bu bos, udah pegal nih kaki, bolak balik ke tempat perawat jaga, nanyain dan suruh cek kondisi Jenderal, " ujar Taka.
Semua pun pamit.
" Kamu menghawatirkan mas?".
" Ya iyalah mas, mas itu gak bangun - bangun, Tata cemas," ujar Renata.
" Apa segitu sayangnya sama jenderalmu ini yaaang?".
" Ya iyalah mas, mas gak tahu, aku pernah mengalami kehilangan, mas tahu gak, lebih sakitan mana , kehilangan kekasih, atau kehilangan suami/ isteri, coba mas bilang, yang sakit nya yang mana?" ujar Renata.
" Sakitan kehilangan isteri, kalau pacar ,kita belum sepenuhnya menjadi milik kita, tinggal masih berbeda, kalau isteri ,sehari- hari kita bersama, sehari - hari ketemu, berbagi cerita, berbagi pertarungan seru," ujar Yudha terkikik.
" Mas mesum banget sihhhh," ujar Renata merengut.
" Ya yaaang, benar," ujar Renata tersenyum.
Renata mencium pipi Yudha.
" Yaaang, cium disini, please," ujar Yudha manja.
" Mas , sakit atau ngerjain nih ceritanya?".
" Mas butuh amunisi, butuh multi vitamin yaaang".
" Mas yang benar aja dehhhh," ujar Renata.
" Benar yaaaang".
Renata mencium Yudha , Yudha langsung menautkan bibirnya ,ketika Renata akan melepas kan ciumannya , kembali menautkan ciumannya .
__ADS_1
" Ehemmm...ehemmmm...., enak benar, semakin mesra aja nihhh, tanda tanda nya akan ada baby dehhhh,"ujar mbak kedua.
" Amin, "doain aja mbak.
" Gimana mau terlaksana , nih luka semua, gak akan berhasil boy, kamu siap- siap puasa dehhhh, " tawa mbak kedua pecah.
" Kasihan nya kamu dek, makanya, jangan terluka, kamu yang sabar, ngitung tanggal, paling dikit 7 harian, hahahaha ," ujar mbak kedua.
Renata menahan senyuman, melihat Yudha dan mbak nya begitu dekat, bahkan mereka begitu terbuka pada kedua orangtua dan saudaranya .
" Yaaang, lapar, " ujar Yudha.
" Apa sudha boleh makan mbak?".
" Boleh Ta, luka di perut, gak besar, dan gak gitu dalam, lengannya yang terkena tembakan."
Renata memesan bubur dari salah satu online, dan membeli makanan buat anggota nya .
Renata menyuapi Yudha . Sesekali Renata membelai wajah Yudha.
" Mas, cepat sembuh, makanan di rumah sakit gak pernah enak kan yaaang".
Ketika malam sudah tiba , Yudha memaksa Renata berbaring di samping dirinya, Yudha memeluk Renata dengan erat .
Perlahan Yudha pun tertidur, deru nafas Yudha bermain di wajah Renata .
Renata tersenyum memandang sang suami.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment