
Renata memandang foto anak berusia 6tahun. Sosok anak itu , duplikat dengan William.
" Data nya sulit di lacak, jangan menyimpulkan duluan , tetapi dia tinggal di kediaman William."
" Siapa dia ? apa lagi ini, dalam hati Renata, apa Jojo tahu?" dalam hati Renata.
Renata mengabari William, dengan pesan suara .
" Honey, Tata sudah sampai , lagi menuju markas".
" Miss you".
Yudha menahan rasa cemburunya, rahang nya dia katup .
Renata menatap pemandangan sepanjang jalan, tiba - tiba Renata terkejut, Yudha memberhnetikan mobil di sebuah restoran sea food.
" Kita ngapain mas?".
" Shopping".
" Renata hanya diam."
Seorang pelayan membawa daftar menu.
" Makan dulu, apa yang mau di makan, nanti masuk markas, akan makan se adanya," ujar Yudha.
" Nanti boleh antar ke super market mas?".
" Ya...," ujar Yudha singkat.
" Kamu beda banget sama perempuan lainnya, biasanya dapat info , pasti nuntut sama prianya, nanya bolak balik".
" Hmmm, ada saat nya marah, tetapi kan harus memberi raduga tidak bersalah, jangan langsung judge".
" Latihan menenangkan diri itu perlu, menahlukkan musuh tanpa banyak buang tenaga".
" Kamu belajar Yoga Ta?".
" Swing yoga dan pilates, banyak membantu , emosi lebih terkontrol".
" Tetapi kalau kesal, yah sama , marahnya keluar semua , seeprti bom ".
" Pacaran yuk Ta".
__ADS_1
" Jenderal sableng".
" Gak takut, kena hukuman ?".
" Aku itu wanita setia".
" Hampir 2tahun kamu bertahan pada William".
" Hmmmm".
" Dia drugs, dia mabok, kamu masih mau ?".
" Setiap orang punya masa lalu".
" Memberi kesempatan buat berubah, tidak akan mengurangi berkat, ibarat domba yang hilang, sudah di temukan gembala nya , gembala nya pasti gembira dan bahagia."
" Renata memesan steak dan seporsi mie goreng ala korea."
Renata memandang pemandangan kota Singapura, melihat marlion park .
" Jika anak itu bukan anaknya William, jadi dia siapa ya ? kalau anak William , aku masih bingung mau gimana , " ujar Renata.
" Apa dia udah divorce?".
William mengambil alih piring Renata.
Renata mengunyah kentang goreng.
" Makasih sudah memberi info, walau aku gak fahu apa ada maksud mas dj balik semua ini".
" Aku tidak sepicik itu Ta, kalau aku mau, aku langsung menikahi kamu, dan aku mampu melakukan itu".
" Mas....".
" Kamu meragukan pemaksaan sang Jenderal?".
Renata hanya diam, tidak mau memancing sang jenderal.
Renata mulai mengunyah steak nya.
" Porsi kita makan , seperti porsi makan 4 orang," ujar Renata ngakak, ketika sekitarnya tersenyum melihat aksi Renata dan Yudha makan dengan lahap.
Yudha dan Renata jalan berdampingan , Yudha membuka pintu mobil dan Renata pun masuk ke dalam mobil, ketika Renata memakai Safety belt, Yudha meraih tengkuk Renata, mengulum bibir ranum Renata.
__ADS_1
" Ehmmm...eeehmm,"
Renata tidak bisa bicara, ciuman itu sangat dalam , dan sekuat apapun Renata mendorong wajah Yudha, tidak berarti apa - apa.
" Apa - apaan sih mas, " jerit Renata memberikan gerakan mengunci pada leher Yudha.
" Mas selalu bermimpi, mas menikahimu Ta, kembalilah Ta, putuskan dia."
" Mas apaan sihhh".
" Mas itu maksa banget".
" Kamu masih ada rasa sama mas kan Ta?".
" Gakkkk".
" Tapi kamu menerima mas, ketika mas mencium mu sangat dalam, kamu larut dan perasaanmu kentara."
" Gak," ujar Renata memalingkan wajah.
Mereka pun mampir ke super market, Renata membeli banyak cemilan, mie kering dan keperluan nya di markas.
Yudha membeli beberapa macam sayur, buah, ikan, udang, daging.
" Apa yang mas lakukan?".
" Pengen masak".
" Hmmm, beli kernag ini mas, masakan mas enak, noodles mas enak".
Yudha pun mengangguk.
Yudha langsung membayar belanjaan, tanpa mau menerima protes dari Renata. Mereka berdebat membayar, sudah jelas sang Jendral tak terbantahkan.
π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1