Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Sabar


__ADS_3

Aku berada di peperangan, aku tidak akan mati.


Tuhan memberikan sebuah keadaan, agar manusia bisa lebih berserah, tidak hanya mengandalkan kemampuan, tetapi kuasa Tuha turut bekerja, belum takdir ,belum mati. Jauh lebih menakutkan , kita tidak bisa melihat musuh, hanya dalam ketakutan.


Renata memutar lagu kiss the rain, suasana hatinya sangat tidak menentu, membuatnya banyak berpikir, makna arti perjuangannya selama ini. Yudha mendiaminya, dan Renata pun diam, Yudha membawa mobil nya pulang, di kawal dengan anggota kepolisiannya.


Renata tidak berani pakai high heels nya, high heels nya dia umpetin di meja kerja nya, pulang dengan sandal jepit di ruangan.Yudha mengerutkan alis, biasanya Renata selalu rapi, kalau tidak memakai sepatu kets, selalu pakai sepatu tertutup dan dengan heels 3- 5 cm.


Renata dengan langkah gontai , menekan tombol lift, dan naik ke lantai atas. Renata memasuki kamar mandi, dan berendam.


Renata memainkan busa sabun. Renata membersihkan dirinya di shower, dan memakai batrobe nya .


Renata memakai pakaian piyamanya, Renata baru kali ini melihat Yudha mendiaminya.


Renata keluar dari kamar, menuju halaman belakang, bermain dengan Zizi dan Coco.


Karena bosan, Renata berbaring di gajebo, mengajak Anggotanya bermain game moblie lagend.


" Yes...double killl, " ujar Renata.

__ADS_1


Renata tertawa saat melihat tim nya memenangkan pertarungan di mobile legend.


Sebenarnya hati Renata sedih, satu hal yang selalu minus dari diri nya Yudha yaitu Ego nya tinggi, dan bukannya membujuk, malahan sedikit memaksa dan terkesan kasar, setomboy apapun wanita, pasti punya sisi lembut, senditif , ingin di mengerti, di ajak bicara baik- baik, dan bagaimanapun dunia orang lain ada .


Renata merasa pengen makan Pizza chiken black paper .Renata pun memakai aplikasi, tersenyum melihat sudah jam 10 lewat, Renata menekan aplikasi, dan menelepon pos penjaga, agar mengantar orderan nya. Renata juga membeli baut pos penjagaan di rumah nya.


Beberapa menit kemudian, sekotak Pizza di antarkan penjaga. Renata sangat hapoy. Dengan berbaring Renata melahap pizza nya, sambil nonton dramkor marriage and divorce.Renata terkenang saat dulu dirinya sama dengan yokoh sang anak, yang menghakimi papinya, sampai saat ini, hubungan mereka tidak pernah akur, seperti api dalam sekam, walau papi dan maminya sudah berbaikan bekas kekecewaan itu ada. Mengingatnya saja Renata sedih.


Keras sma dengan keras, berbeda keras dengan lembut, profesi seseorang bisa membentuk karakter. Renata kembali mengenang, dulu saat bersama William, William paling tahu harus bagaimana mengambil hati Renata, bagaimana membuat mereka kembali bicara , setelah perdebatan, tidak hanya William yang mengalah, Renata juga mengalah, namun kerasnya hati sang Jenderal, super benar terlihat dari karakternya, tanpa bisa memahami, kenapa Renata bisa seperti itu, tanpa melihat dari sisi Renata, Renata sangat kecewa.


Tidak ada rumah tangga yang tanpa persoalan, dan Renata merasa kembali gamang menjalani semua ini. Apalagi Renata sedang mengandung, Renata menghapus air matanya.


Ketika kembali ke kamar, Renata melihat tempat tidur kosong, Renata berbaring, dan karena mengantuk, Renata pun terlelap.


Yudha memasuki kamar, setelah memperhatikan dari CCTV di monitor laptopnya. apa yang di lakukan sang isteri di taman belakang. Yudha sesekali tersenyum ketika melihat Renata mengunyah pizza nya, dan menunduk saat melihat Renata menghapus air matanya.


Yudha tahu, dirinya terbiasa tegas, dan terkesan arogan ketika emosinya meluap, karena tekanan kerja, terimbas ke orang sekitarnya, Yudha sadar , dia salah, tidak mengabari Renata berulang kali, kalau sedang bekerja.


Yudha membuka kaus nya dan berbaring memeluk tubuh Renata, Yudha membelai perut Renata.

__ADS_1


" Maaf yaaang, mas takut kehilangan kamu, mas cemas, mas tahu kamu juga bosan, mas salah gak ngabari, jaringan mas selalu sibuk berkordinasi, maaf. Mas terlalu egois, mas gak mau kehilangan kamu, ataupun anggota keluarga kita lainnya."


Renata membuka matanya, memandang kedua mata Yudha.


"Kemarikan tanganmu mas", ujar Renata.


" Kenapa? tangan Tata dingin," ujar Renata.


Renata kngin membalikkan badannya, namun Yudha tidak mengijinkannya, dan tetap memeluk erat Renata . Renata hanya diam, masih kesal dan terlalu larut, mengantuk akan membuatnya sulit berpikir kritis, malahan menjadi Oon , hehehehhe.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2