
Ketika malam tiba, Renata terbangun, Yudha juga belum kembali, padahal tangan nya masih cidera.
Renata me Wa untuk terakhir kalinya.
" Besok aku balik ke kantor, no debat".
Renata pun kembali tidur. Ketika sudah pukul 7 pagi Renata memakai baju seragamnya.
Mami Yudha dan papinya saling memandang.Renata perlahan memakan sarapannya.
" Apa Yudha gak ulang Ta?".
" Gak mi, gak ngabari juga," ujar Renata.
" Tata bekerja ya mi, bosan di rumah".
Papi Yudha memandang anaknyanpertsma dan kedua.
" Kedua mbak kerja?".
Mereka mengangguk.
Renata pun tersenyum .
Semangat Renata mengepul, membayangkan makan bakso bareng Bima dan tim nya.
" Kamu akan di antar ya Ta:".
Renata mengangguk, gak berani membantah dang mertua.
Renata pun berjalan santai, memakai sepatu high heels nya, padahal semasa sebelum hamil, Renata gak sering memakai high heels.
"Kamu ngidam ya Ta? ngidam pakai heels".
" Hmmm, mungkin mbak, pengen banget".
" Hati- hati ya dek".
Renata mengangguk.
Mami Yudha tertawa.
__ADS_1
" Keliatan, cucu mami bakal ada girl, tuh 6 semua boy, yang ini girl,mami sennag pi, baju anak cewek cakep - cakep," ujar mami Yudha tertawa.
Renata turut tertawa.
" Gitu makai ini mi, senang nya ampun deh," ujar Renata sangat bahagia.
Renata duduk di belakang, memandang pemandangan jalanan. Renata memasuki. kantor, terlihat kesibukan seperti biasa.
Renata duduk di mejanya, menekan tombol power di laptopnya.
Bima memandang Renata .
" Kenapa ngantor bos".
" Malas di rumah, makan tidur seharian ," ujar Renata.
Renata dan tim nya telah bekerja dsn ketika jam makan siang, Tata mengajak personilnya makan bakso ke tempat yang biasanya mereka kunjungi .
Renata dan timnya pun pergi menuju warung bakso.Renata serasa menghirup udara segar. Jus jeruk 2, dsn Bakso 2 dia pesan .
" Bos makannya banyak, tetapi tetap kurus, bentar lagi baby nya bakal menunjukkan diri," ujar Bima.
" Hmmmm".
" Kita harus extra jadi babysitter, " ujar Bian tertawa terkekeh .
" Wajibbbbbbb, ujar mereka ngakak ".
Renata tertawa, merasa semuanya nyaman, dan itulah dunianya, bekerja, dan bisa mempunyai hubungan kekeluargaan dengan anggotanya.
" Kalian bakalan jadi uncle, baby nya twin, ujar Renata dengan suara pelan".
" Hahhhhh, anggotanya syokkk".
" Jenderal mah tokcer, udah gak diragukan lagi, hasil nyata, " ujar Samuel tertawa.
" Husss...," ujar Renata.
Mereka pun kembali ke kantor, di tengah jalan, Renata menyuruh Samuel membeli rujak ulek, Renata pengen makan rujak tiba - tiba.
Sesampai di kantor, Renata dan tim nya kembali menyusun laporan .
__ADS_1
Sebuah langkah bergegas memasuki ruangan Renata.
Yudha dengan tatapan tajam menghunus kedua biji mata Renata.
" Kenapa ngantor Ta? " ujar Yudha dengan suara lumayan besar.
Renata berdiri .
" Biacara di luar," ujar Renata.
Renata naik perlahan ke lantai 2, dan menuju balkon.
" Aku sudah emnghubungi mas, menghilang hampir 2 harian , tanpa sms dan tanpa kabar, sibuk dengan kasus, sudah beberapa kali, mas anggap aku apa?".
" Ta, mas sudah larang kamu bekerja, " ujar Yudha menahan amarahnya.
" Mas pikir aku burung, bisa hidup di sangkar emas,? ".
" Ini demi kebaikan kamu Ta".
" Bukan mas, mas over protektif, mas over sungguh over.Ibarat telur ,mas genggam, akan retak, ibarat pasir ,mas genggam, akan hilang dari genggaman mas".
" Apa bedanya kamu mas dengan aku, mas bisa keluar dengan bebas nya , punya banyak nyawa? aku tidak punya nyawa?".
" Ta, mas capek, mas baru pulang, dan ketika di rumah kamu tidak ada, bagaimana mas tidak marah, mas khawatir, kamu ngerti gak perasan mas".
" Apa mas ngerti juga perasaan aku, seperti terpenjara dari dunia luar, aku manusia mas, kalau apapun terjadi, apa selamanya aku di gembok dalam istana? mas mengerikan," ujar Renata pergi dari balkon.
Renata bergegas menuju ruangannya. Amarah Renata meluap luap. perasaanya sangat dongkol .
Sedangkan Yudha meremas rsmbutnya dengan kedua tangannya.
ππππππππ
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1