Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Jenderalku


__ADS_3

Malam itu,Renata pulang,dan menyamarkan tempat tinggal nya, Yudha sudah menunggunya di sebuah apartemen milik teman Yudha.


" Jenderal, sedang memikirkan apa? " tanya bawahan nya


Yudha hanya diam.


" Bukunya terbalik jenderal," ujar sang anggota menahan tawanya .


Yudha pun memperbaiki bukunya.


" Kalian kembalilah ke asrama," ujar Yudha.


" Siap Jenderal," ujar bawahan Yudha serempak( ada 3 orang).


Tidak begitu lama kemudian, Renata sampai di antar bos nya .


" Selamat malam Renata, makasih sudah menemani saya, "ujar sang bos dengan panggilan Mark ,yang lebih sering di panggil pekerjanya.


Renata hanya mengangguk tidak banyak bicara apa - apa.


Ketika Renata akan membuka pintu mobil, tangan sang bos menarik salah satu tangan Renata.


" Saya menyukai kamu Renata, "ujar Mark menatap Renatadengan tatapan serius.


" Sa ...saya sudah mempunyai seseorang," ujar Renata berusaha melepaskan tangannya.


" Saya akan membahagiakan mu Ta, kamu akan bahagia, saya bukan pria jahat, saya akan setia, karena saya tahu mahalnya harga kesetiaan, walau papa saya brengsek dan tidak setia, saya tidak akan mengulanginya, saya sungguh - sungguh. Walau saya kaku, walau saya pendiam, saya hanya bicara pada orang yang saya anggap baik, menurut penilaian saya , " ujar Mark.


" Saya sudah bahagia dengan orang yang saya cintai pak, selain hubungan pekerjaan, yang lainnya saya tidak bisa.Permisi," ujar Renata bergegas keluar dari mobil.


Mark terpaku, melihat Renata. Begitu banyak wanita yang mendekatinya, karena kekayaannya, ketampanan nya, baik sewaktu di luar negeri, dan sampai saat ini teman sekolahnya, bawahannya, mengejar dirinya. Namun satu wanita yang sangat beda, bersikap baik dan apa adanya Sikapnya tegas, jalan tidsk pernah gemulai dan di buat - buat, bekerja sangat cepat, detail dan profesional. Bahkan sekretarisnya yang sudah lama bekerja, sangat beda dengan Renta.


" Aku tidak akan menyerah, aku akan meraihnya," ujar Mark dalam hatinya.


Renata berjalan, meraih handphone nya , dan sesosok pria yang dia kenal dari parfum kesukaannya, dengan wangi menthol, Renata pun berbalik, tersenyum melihat prianya disana.

__ADS_1


" Kamu terlalu indah sayaaaang, " ujar Yudha.


" Serius rayuan mautnya Jen?".


" Dua rius bahkan lebih yaaaang".


" Mas merindukanmu, ".


" Sampai mengawasi tindakan ku , apa mas gak percaya?".


" Mas gak bisa yaaang, tanpa kamu, melihatmu dengan pria lain, mas sangat cemburu, mas gak rela".


" Tata bertugas mas, ".


" Mas takut kamu cin lok yaaang".


" Gak mas, Tata gak akan terlibat cinlok, beneran".


" Ya yaaang, mas gak tahu, bagaimana tanpa kamu, berpisah darimu, mas tidak pernah bisa."


" Ya yaaang, jadi penguntit."


" Udah malam yaaang, balik yuuuk".


Yudha mengangguk . Mereka pun memasuki mobil .


" Suamiku sangat tampan hari ini, walau sedikit kurang berat nya , kurusan karena pertarungan dan latihan ya mas?".


"Gak yaaang, bertarung denganmu, amunisi sayaaang, beneran."


Renata tersenyum mendekatkan dirinya ke bahu Yudha.


" Mas, jika kita punya anak, apa mas masih memberi kebebasan buat Tata berkarir ?".


" Mas ijinkan, namun anak - anak butuh kita orangtuanya yaaang, kita harus bisa ada waktu dengan mereka , biar saling dekat, dengan anak. "

__ADS_1


Renata mengangguk .


Renata dan Yudha memasuki kamar, Renata membantu Yudha membuka jas dan dasi yudha.


" Mas ingin, kita punya malaikat kecil, yang bisa menghilangkan rasa lelah kita, bisa tersenyum ketika kita pulang yaaang, kalau kamu gimana, yaaang?".


" Tata suka anak kecil mas, walau belum tahu ngurus, dan hanya mandangi teman urus bayi nya, tetapi rasanya lucu banget mas, mereka menggemaskan".


" Ya yaaang".


" Kita jalani aja ya yaaang, jangan terbebani, "ujar Yudha.


Renata mengalungkan tangannya ke leher Yudha.


" Manis banget jenderalku, gula merah kalah manisnya, " ujar Renata tersenyum .


Yudha mengecup dahi Renata.


" Kamu satu nama selalu dihatiku syaaang, sampai aku mati".


Renata menutup mulut Yudha.


" Jaga diri mas buat aku, aku pernah kehilangan, dan aku takkan sanggup kehilangan mu lagi mas, tidak, " ujar Renata menunduk.


Yudha meraihdagu dan menautkan bibir mereka. Yudha memperdalam ciumannya. Dan malam itu ,mereka bertaut, melewati gugusan bintang, menembus cakrawala, dan menggenggam langit.Hanya ada keterua terangan, pengungkapan yang membahagiakan.


❤❤❤❤❤❤❤❤


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2