
Aku tahu kamu menahan marah dan cemburu, kamu menggenggam tanganku begitu erat, dan manatapku dengan lekat, aku punya sahabat, selain dirimu, aku punya lingkup, harusnya kamu juga tahu, gak lebih, hanya teman, walau mereka menyukaiku, aku kan sudah jujur, di hadapan kamu, aku sudah menikah dengan mu, kamu mencegahku bertugas, yah sudah, lebih baik aku tidur, jam tidurku juga karut marut karena tugas misi mencari dalam pembunuhan presdir tersohor di negeri ini.
" Aku ingin kamu mengerti , bahwa aku memilihmu karena kamu adalah pilihan yang terbaik. Bukan karena membuat pengorbanan besar buatku, aku melihat hal itu.Mungkin banyak orang menjalankan kehidupannya sesuai keinginan nya, sehingga tidak pernah melihat jalan sekelilingnya penuh dengan lubang dan bahkan tertutup lumpur,pengorbanan adalah kepuasan sesaat, hubungan harus penerimaan yang tulus, di antara dua orang."
" Menjadikan aku kebanggaan terbesarnya."
Dia membuat aku merasa kejut jantung , saat kembali Samuel berlari membangunkanku.
" Misi selesai, Jenderal masuk UGD bu, "ujar Samuel panik.
" A...apaaa? bagaimana keadaannya?ujar Renata panik.
" Belum jelas beritanya bu, hanya Jenderal , manggil nama ibu, juta disuruh bergegas ke rumah sakit tentara."
Renata pun berlari, di temani Samuel.
☆☆☆☆
Yudha merasa arwahnya sedang mengembara , seperti berbicara dengan geman akrabnya di kesatuan yang telah tiada .
" Belum saat nya Yud, kamu harus kembali, karena ada wanutamu yang menantikanmu, ingat ,kamu jenderal terbaik yang di miliki kesatuan kita, kamu jeli dalam bersiasat melumpuhkan musuh."
" Yud, ingat , jangan kecewakan wanitamu, berthaanlah, kamu tidak mau melihatnya dengan pria lain laginkan?" ujar teman Yudha tersenyum.
" Dia sangat cantik, kalau aku masih ada, aku akan menjadi saingan beratmu Yud,".
Yudha tersenyum.
" Jangan teman, aku gak bisa tanpa dia, dia pelangiku. Saat dia bersmaa pria lain , aku kehilangan harapan, hanya bisa menangis, menyesali kebodohan."
__ADS_1
" Pulanglah, lihat dia memanggil namamu, kamu harus punya anak, hidup bahagia, itu baru benar Yud".
Yudha memeluk sang teman ,dan melangkah pergi .
" Setiap kisah punya akhir, ada yang bahagia dan ada yang sedih. Kisahku dengan mu akan selalu ada kebahagiaan, aku janji menjadi lelakimu, lelaki yang selalu dapat kamu andalkan ,lelaki yang ada dalam setiap musim hidupmu."
" Terkadang setiap perjalanan hidup penuh liku dan tantangan, penuh pasang dan sueut, aku lega kita berhasil melewati rintangan yang kita hadapi, tanganku masih memelukmu dengan erat.semua tidak masalah, selama senyuman lebih banyak dari air mata,orang - orang meragukanmu tidaklah mengapa, selagi kamu mempercayaiku".
" Jiwa kita bertaut saat kita saling memandang,mungkin takdir tidak selalu mudah, namun aku tidak bisa menghindarimu, kamu bagian terindah dalam hidupku, tak pernah kusesali."
Renata berlari di lorong rumah sakit, menutup mulutnya menahan tangis, melihat sosok Yudha penuh dengan darah dan di dorong ke ruang operasi .
" Kenapa? kenapa Jenderal bisa terluka seperti itu," ujar Renata dalam tangisnya.
" Duel dengan musuh bu, "ujar Taka.
" Musuhnya mati di tempat, Jenderal terkena tusukan pisau, namun masih bisa menghajar musuh ".
" Bima, Samuel, kemana ? "tanya Renata.
" Mereka sedang di ruang transfusi darah bu, Jenderal membutuh kan darah golongan darah O, lagi kosong, ada 5 orang yang mendonorkan darah bu, teman jenderal Arman, Adam, dan Lionel, " ujar Dika salah satu ajudan Yudha.
Renata hanya terdiam , duduk .
" Kenapa operasinya sangat lama," ujar Renata.
" Sabar bu," ujar Dika.
Renata menatap seorang wanita berpakaian polisi.
__ADS_1
Wanita itu dengan angkuh melirik ke arah Renata, dan Renata menatapnya dengan tajam .
Wanita itu, tidak ada yang mengacuhkannya, dia duduk di salah satu kursi di seberang tempat Renata duduk .
Suara derap kaki pun memecahkan keheningan.
" Ta....., "ujar Mami Yudha.
" Mami...., papi, mbak pertama dan mbak kedua," ujar Renata memeluk mami Yudha.
" Kamu tidak ikut bertugas nak?" tanya mami Yudha.
" Gak di bolehin mas mi".
" Sifatnya selalu gitu, ketika melindungi orang yang dia cintai, dan hanya kamu , hanya kamu Ta, dia perlakukan khusus " ujar papi Yudha.
" Gimana keadaan Yudha nak?".
" Sudah 2 jam operasinya mi, belum selesai, luka tusukan pisau di perut ,duel dengan musuh mi, Tata juga tahu sari laporan sesama anggota, mas mendapatkan donkr darah, darahnya banyak keluar mi, " ujar Renata terisak.
" Jangan nangis nak, kita doakan Yudha ya. "
Mami Yudha menatap tajam sosok Liana di salah satu kursi, wanita itu tersenyum pada Mami Yudha.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment