
Gohan: Raja
Kiral: Raja, pemimpin tinggi
Yigit: Berani
Nama putera pertama mereka Gohan Kiral Yigit Kusuma, di ambil dari bahasa Turki, sumbangsih keluarga , Renata dan Yudha.
Uang berarti raja ,pemimpin tinggi dan berani
Alara: orang yang membuat hal-hal indah, peri air.
Huri: cantik dan bidadari
Nafia: bermanfaat; hadiah; berguna; bermanfaat
Nama bayi perempuan mereka Alara Huri Nafia kusuma.
Kedua bayi beratnya 2.8 dan 2.9 , mbak kedua tertawa melihat ponakannya lumayan beratnya.
" Gohan dan Huri , memakan semua apapun yang maminya makan, terbukti mereka beratnya normal, malahan lebih dari berat bayi kembar umumnya," ujar mbak kedua tertawa terkekeh.
" Ciyeeerr, ehemmmm ehemmmm, ada yang senyum - senyum, liatin isterinya melulu, sama bolak nalik liatin anaknya, keliatan banget baru baru ya hangat, nanti udah lama ,melempem, " ujar mbak kedua.
" Gak, lama kelamaan malahan lebih lagi mencintai mbak, " ujar Yudha.
" Dengar semua kannn? " ujar mbak kedua.
" Dengar, "ujar semua anggota keluarga.
" Kalai Jenderal macam -macam, kita apain?".
" Tenggelamkannn, " ujar semua anggota leluarga tertawa.
Renata tersenyum melihat ulah keluarganya.
Yudha mengecup dahi Renata.
" Badai itu begitu besar sayaaang, kita mampu melewatinya," ujar Yudha.
Renata mengangguk.
" Apa bekas operasinya sakit?".
" Sangat, perih mas, apalagi selepas habis bius, seperti tangan terluka lebar karena sayatan pisau, maaf , Tata 3 harian masih minta mas gendong".
"Jenderalmu cukup kuat sayaaang, se umur hidup juga tidak mengapa, " ujar Yudha tertawa terkekeh .
__ADS_1
" Beneran?".
Yudha mengangguk.
" Dokter suruh wajib belajar jalan mas, nyeri akan berkurang".
" Darahnya apa masih banyak yaaang?".
" Gak mas, tetapi sampai 40 harian, melahirkan normal maupun operasi , darah nya sama saja ada mas, seperti darah saat menstruasi."
" Mas sudah belajar, nukarin popok Gohan dan Huri, kalau anak cowok, nyemprot yaaang, lucu," ujar Yudha.
" Ya mas, anak cowok beda, kira sekali di beri sepasang, maka harus belajar merawat anak cowok dan cewek."
" Bersyukur mas anak bungsu, banyak tutor yang ngajarin, " ujar Renata.
" Kita wajib mandiri yaaang, mas akan selalu ada , kita bahu membahu besarin twins," ujar Yudha.
Renata mengangguk.
Setelah 5 hari di rumah sakit, kesehatan Renata sudah pulih, Renata di ijinkan pulang ke rumah.Ketika sampai di halaman rumah, Renata terkejut melihat hiasan balon begitu indahnya, dengan tulisan welcome to home mamy Gohan and Huri.
Renata memandang Yudha.
" Ide siapa?".
" Makasih yaaang," Renata terisak sesegukan, dengan surprise sang suami.
" Jangan nangis yaaang, baru melahirkan gak boleh nangis, nanti mata jadi rabun".
Renata mengangguk.
" Apa suka?".
Renata mengangguk.
Renata perlahan di papah Yudha memasuki rumah, sedang kan mami Renata terharu melihat sang menantu, begitu menghargai pengorbanan Renata melahirkan, dari pria kaku, gak romantisan, bisa kepikir memberi kejutan seperti ini.Sesuatu yang jauh dari bayangan mami Renata.
" Bisa juga anak ku sweet gini pi," ujar mami Yudha.
" Manusia bisa berubah, berubah lebih baik, lebih peka nunjukin sayangnya. Kita cukup bahagia, melihat cucu baru lahir 2 sekaligus, anak rukun, mau apalagi, semua nyusul, kebahagiaan ,keluarga harmonis, benar kan besan," ujar papi Yudha pada papi Renata.
" Benar besan, setelah perjuangan panjang Tata. akhirnya kita bernafas lega, jantung rasanya maunpisah dengan badan, dengar telepon Tata gak sehat, kehamilannya bermasalah, kompleks", ujar papi Renata.
Mereka menaiki lift, Renata kembali di kejutkan dekorasi balon di kamar twins, sofa baru buat Renata menyusui sang anak, beberapa foto kehamilan, kelahiran twins.
Renata memandang satu persatu, di desain dan di tempelkan di dinding ,sungguh sangat indah.Renata mengecup pipi sang suami.
__ADS_1
" Love you," ujar Renata.
" Love you too, " ujar Yudha.
Renata sangat bahagia, semua memperhatikan dirinya dan si kembar.Dukungan keluarga membuat produksi ASI Renata cukup buat kedua twins. Kado Bima dan Taka juga sampai dari Turki dan Jepang.
Mereka mengingat Tata , dan turut bahagia .
Siang itu, suasana tenang, Yudha sudah kembali bekerja beberapa hari lalu, Renata sedang di lantai bawah, sambil menonton.
Mbok Tami mengatakan, ada tamu, Renata pun berdiri dan terkejut melihat mami William berada di depannya. Willy sudah semakin besar.
" Mami....," ujar Renata.
Mami William menghapus air matanya, dia sangat merindukan Tata.
" Maaf nak, waktu kamu sakit, mami hanya bisa nelepon, papi lagi sibuk, bisnis di tipu orang, dan berkat Yudha, bisa kembali normal, orang tersebut celat dapat, dalam 24 jam ketangkap, jadi semua masih utuh."
" Mas Yudha mi?".
" Iya nak, papi juga terkejut, Yudha nolongin kami."
" Renata juga gak tahu mi:.
" Mami dan papi sangat baik sama Tata, mungkin mas Yudha menghargai mami dan papi, karena sayang sama Tata, walau ko William sudah gak ada, mami selalu perhatian sama Tata".
" Tidak berjodoh, bukan berarti menjauh kan nak, malahan mami merasakan kebahagiaan kalian, turut mami bahagia, dan William gak sia sia nitipin kamu sama Yudha. Mami sempat takut, liat Yudha wajahnya kasar, mana tegas, beda sama koko, namun tanggung jawabnya, kasih sayang nya punya cara beda, mami lega nak, mami sedih liatin Tata, pacaran ,kekasih ninggal, jangan sampai menikah dengan pria yang salah, liat kamu bahagia, mami yakin koko bahagia nak".
" Tata bahagia mi, mas Yudha sayang sama Tata, sama anak anak, pulang kantor bakalan bergegas mandi, nyiumin Tata, Gohan dan Huri . Kalau Tata beri ASI anak anak, mas Yudha nyuapin Tata.Kalau Tata mandi, mas jagain twins.Saling mi."
" Iyalah nak".
" Malam Tata sama sekali bebas tugas, hanya beri ASI, ngurus anak anak juga di bantu mbok Tami , mami, dan saudara mas Yudha , weekend pasti mereka boyong dari pintu doraemon."
" Ya nak, mami doain, kebahagiaan kalian utuh, semakin bertambah usia, semakin saling membahagiakan."
Renata memeluk mami William.
ππ¬ππ¬ππ¬ππ¬ππ¬π
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1