Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Mengajak Ke Kantor


__ADS_3

Pekerjaan Renata tidak banyak seperti biasanya, sejak dalam jabatan fungsional. Renata hanya sebagai tim pembantu, tim penyokong, tanpa harus terjun ke lapangan, namun begitu banyak kesenjangan yang terjadi, karena tenaga handal seperti Renata sangat jarang dimiliki seseorang, dan pimpinan mengakuinya.


Tim Yudha juga mengalami penurunan kinerja, Yudha selama ini cukup kompeten dalam bertugas.


Renata sangat banyak mengajari Bima, Taka, Bian dan Samuel, namun setiap kasus selalu beda, mereka tidak sehandal Renata.


Maka jika mereka terbentur kesulitan, Renata la menjadi penyelamat mereka.


" Bos kita makan siang dimana?" tanya Samuel.


" Makan pecal aja yuk, lagi pengen," ujar Renata.


" Yah...jadi sapi lagi, " ujar Bian .


" Sayuran bagus buat kesehatan coy, "ujar Bima meledekin.


" Mumpung kerjaan sedikit, ijin ngemal 2 jam yukkk, sama atasan, maklum ,penat, " ujar Samuel.


" Yo i..., soalnya sabtu dan minggu door kerja, " ujar Bian.


Renata pun menjadi kambing hitam, buat minta 2 jam permisi, buat refresing ke mal.


Dan tim pun di ijinkan , selepas makan siang untuk nge mall.


" Bos ,kenapa gak nemani jenderal, sekertaris sekarang cakep - cakep loh non, nanti iman Jenderal goyah, " ujar Samuel.


" Mau dimana pun Sam, yang namanya memang ada niat, semua bisa terjadi, "ujar Renata.

__ADS_1


" Tapi saya tipikal, lakukan apa yang mau kamu lakukan, jika kedapatan , selesai, tidak ada rujuk ,mediasi, tidak sama sekali, "ujar Renata.


" Tegas banget," ujar Bima.


" Manusia itu, punya komitmen, jadi jika salah satunya melanggar maka bukan komitment lagi,tetapi jadinya kontroversial ,"ujar Renata tertawa ngakak.


" Betul juga bos," ujar Taka tertawa.


" Kalian gak ada pada mau menikah? " tanya Renata.


" Belum ada yang mau bos, " ujar Samuel.


" Teman bos kan cakep - cakep, kenalin dong bos," ujar Taka.


" Mereka gak suka tipe pria kasar, dari kemiliteran, katanya nyawa hanya satu, tetapi selalu jadi umpan, hehehehe ," ujar Renata.


" Kalau bos kisahnya lebih rumit, rasa suka sama Jenderal sudah tahunan, gitu pacaran dengan Jenderal putus dalam tempo se singkat singkatnya, mirip proklamasi, " ujar Bima tertawa ngakak.


" Tunangan dengan yang lain, terus sang tunangan meninggal, dipepet sang Jenderal ,hingga menikah, " ujar Taka.


" Bos kan banyak yang naksir, apa pernah sesudah menikah , terpikat daya tarik dan ketampanan orang lain?" tanya Bian.


" Melihat yang segar, tampan, ber karisma , keren, semua pasti pada liat kan, namanya manusia normal, tetapi yah sebatas itu aja, tapi sejauh ini, kalian liat sendiri, setampan ,sekaya Mark lewat," ujar Renata tertawa.


" Bener banget, apa yang kurang dari sosok Mark, bahkan mau nerima anak sang jenderal, hehehehe, totalitas cinta yang menerima apa adanya, " ujar Bima.


" Pesona Mark beneran begitu memukau, William dan Jenderal kalah jauh " ujar Bian.

__ADS_1


" Kita menyukai seseorang petama kan wajah, bisa gak di bawa ke kondangan, hehehe, terus sifat dan karakter, namun semua itu gak ada artinya, jika udah memang jodoh, sebeda apapun, sekeras dan bagaikan langit dan bumi, pasti jadian, jika jodoh pasti menikah, " ujar Renata.


" Perbedaan wajar, namun kadang mengesalkan juga ," ujar Renata tersenyum.


Renata dan tim nya pun makan pecal, kemudian mereka menuju mall.


Mereka menonton film komedi, semua tertawa, Renata sangat happy.


Renata melihat akun Wa nya , Yudha menanyainya dimana.


[Sedang jalan sama tim, refresing, " ketik Renata.]


[ Sudah makan yaaang? tanya Yudha].


[ Sudah yaaang, balas Renata].


Renata menikmati harinya, karena sangat jarang pergi dengan tim nya.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2