
Renata tertidur nyenyak ,ketika Renata bangun , perutnya sudah di kompres dengan bantalan air panas. Terasa sangat nyaman.
" Kita dimana mas?" tanya Renata.
Di rumah mami, hak usah di rumah samping yaaang, soalnya mami gak kasi .
" Pakaian Tata mas".
" Sudah mas ambil beberapa , mau mandi yaaang?".
" Ya mas".
" Sepertinya sudah tembus pembalut Tata".
" Apa selalu deras gini kalau haid?".
" Biasa hari pertama mau deras gini, udah sejak pertama haid, udah di cek juga, sewaktu beberapa bulan setelah haid, dokter bilang, sudha bawaan begitu, gak ada masalah, hanya sering pusing, kalau dulu sekolah, atau kuliah, sering ijin , palingan 2 harinudah biasa aja mas".
Yudha menggendong Renata.
" Mas tunggu di luar aja, Tata sudah mending."
Mas di depan pintu .
Renata mengambil celana dan pembalutnya .
Renata membersihkan diri , kemudian perlahan berjalan keluar dari kamar mandi .
Renata duduk di tempat tidur.
" Makan ya yaaang".
Renata menggeleng.
" Sedikit, ya....".
Dengan berat hati Renata makan beberapa suap.
Sebuah ketukan pintu ,membuat Renata dan Yudha meoleh. Yudha membuka pintu kamar nya.
" Sudah bangun nak?".
" Sudah mi".
" Kamu seperti mami, haid deras , dan sering mengalami nyeri ."
" Udah enakan Ta? tanya mbak kedua."
" Sudah mbak, udah gak sakit lagi, hanya ngantuk," ujar Renata.
" Istirahatlah Ta, bodyguard mu cemas banget, bolak balik nanyain mbak."
" Nanya apa aja mbak?".
" Tata sedikit pucat loh mbak, apa hak di rawat aja di rumah sakit?"
__ADS_1
" Trus beberapa menit lagi nanya gini, darahnya kok banyak ya mbak, apa gak apa - apa ?".
" Mas apa liat darahnya?".
" Tuh yaang , kena ke celana , lumayan banyak".
" Ya mas, Tata kan tadi tidur, letak pembalutnya bergeser, jadi gitu, kena celana."
" Obatnya udah di makan Ta?".
" Belum mbak, bentar lagi."
" Bulan depan, kalau datang haid, ke tempat praktek mbak lagi la ya Ta, biar mbak cek lagi".
" Ya mbak."
" Gak usah datang lagi, langsung isi aja, " ujar mami Yudha.
Renata hanya bengong .
" Amin, doain aja mi".
" Kamu harus usaha dengan keras boy, biar kembar," ujar sang mami.
Renata dan lainnya tertawa .
Renata merasakan kehangatan keluarga Yudha, apalagi Si bungsu anak mbak kedua datang dengan manja dan memeluk Yudha.
" Uncel anteng, auntynya sakit ya ".
" Yuppp...", ujar Yuhda mengelus pipi Demian.
" Udah aunty".
" Aunty mau ke jakarta, suka lego gak?".
" Cukaaaaa....".
" Kalau pesawat atau helikoper apa suka ?".
" Cukkaaaaa".
" Yuk sini, coba liat mau yang mana, kapan liburan, aunty bawa ke tempat teman aunty, dia punya toko mainan di mall gede banget, semua unik, pasti betah seharian disana, di area mall nya ada permainan warrior, buat anak anak dan dewasa. "
" Aunty sering main kesana?".
" Hmmm, kalau aunty tugas, biasa teman aunty ngumpul disana ,kami pakai 2 tim, main deh., seperti captain amerika ."
" Senjatanya dari sniper, pestol , lengkap."
" Area paintball nya juga ada outdoor, aunty bawa deh, nanti Demian , dan lainnya , kita liburan ke Jakarta aja, seru beperang nya.
Permainan adu tembak paintball memang semakin disukai anak anak seusia kalian.Keseruan penuh strategi , disajikan bahkan menjadikannya pilihan aktivitas berkeringat baru pecinta olah raga fisik."
" Permainan 'perang-perangan' menggunakan senjata berisi peluru cat. Masuk kategori olah raga ekstrem membuat pemainnya harus mengenakan seragam lengkap, tapi asyik.lapangan bermain paintball pasti dibuat bernuansa ladang pertempuran.Permainan akan lebih hidup jika minimal dimainkan lima orang masing-masing kelompok atau total 10 orang."
__ADS_1
" Seyuuu banget, "ujar Demian.
" Bener banget".
"Kita main tembak-tembakkan intinya, pelurunya terbuat dari karet berisi cat yang mudah pecah,"
ujar Yudha.
" Uncle pernah main ?".
" Pernah , sama teman uncle, tapi udah jarang main gitu".
" Setiap pemain mendapat 50 peluru untuk digunakan dalam dua sesi atau 25 peluru setiap pertandingan. Sebelum bermain, pemain memang akan mendapat arahan dan dipastikan memakai perlengkapan lengkap.Helm perang, seru kan...".
" seyuuu aunty".
" Buat se usia Demian ada, area nya gak extrim."
" Di jadwal kan tuh , biar anak - anak fisiknya terlatih ," ujar mbak pertama.
" Waktu liburan aja mbak, kita bawa mobil, touring rame gitu, pasti seru", ujar Yudha.
" Boleh juga tuhhh, ujar mbak kedua.Kita set aja, bulan depan kan mereka udah libur, ".
" Di Bali juga ada mbak cabangnya, di Jogja juga. Teman Tata yang punya".
" Hebat banget ya Ta, lagi trend permainan anak dan dewasa, mbak mau coba , apa ditrektis bisa menang, dari polwan, " ujar mbak pertama tertawa ngakak.
" Uji nyali namanya mbak, " ujar mbak kedua.
" Tapi aku mau deh mbak , main paintball gitu, seru banget liat di youtube atau di televisi. Hitung - hitung refresing, dah penat jadwal operasi , dan melahirkan melulu," ujar mbak kedua .
" Demian bobok duyu ya auty, cepat sembuh,"
demian memeluk dan mencium pipi Renata.
" Aduh , isteriya uncle kok di iyuuuum", ujar Yudha menaik turunkan alisnya.
" Uncle cembuyu yaaa, Demian udah celita, Aunty Demian cantikkkkkk banget, kalah sama mami nya Winda dan Radit".
" Meleka gak percaya.Aunty halus bawa Demian , jemput atau antal ke sekolah, bial meleka liat, Demian gak bohong".
Mami, mbak pertama , mbak kedua, Yudha dan Renata pun tertawa.
" Iya, besok aunty jeput yaaaa".
" Benelan ?".
Renata mengangguk.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment