
Renata cukup pusing, gak mikir jika di papua, dia akan mengalami banyak kesulitan, dari kesulitan air bersih, sampai kesulitan masak , dan kalau tidak di back up sang Jenderal dan Bima ,pasti Renata menangis semalam , bahkan bisa menangis berhari - hari .
Bima memaksa Renata buat belajar memasak, dan sudah pasti koki nya sang jenderal .
Bima menjadi nyamuk, dan tim support sang jenderal , tetapi Bima lumayan bisa memasak, dari pada Renata yang hanya bisa memasak air , dan mie instant.
Mereka bertugas di pedalaman, dan makan di rumah masyarakat setempat.
Yudha bisa makan papeda,sedangkan Bima dan Renata gak bisa. Renata angkat tangan .
Renata dan Bima sangat gokil, ketika di ajak ke kebun, mereka pun semangat 45 ke kebun.
" Bim....pisangnya gila benar , ukuran nya jumbo, ada segitu Bim? " tanya Renata usil.
" Nanya jangan sama aku Ta, nanya sama tuhhh , jenderal".
" Kena SP aku man...., " ujar Renata menahan tawa.
" Kamu selidiki dulu, kalau mau jadi kan suami, ujar Bima ".
" Ihhh kumat dehhhh," ujar Renata.
" Kumatlah, anak mantan kelas IPA di lawan".
" Ku juga anak IPA Bim....".
" Pantasan, kalau kita masuk kedokteran, bakalan hancur dunia persilatan, " ujar Bima ngakak.
" Kita bakalan jadi dance monkey Bim , makan pisang, karena tak bisa makan sagu, " ujar Renata.
" Jadi vegetarian sejati , " ujar Bima ngakak.
" Aku perut anak medan, nasi Bim.....gak makan nasi ,gak nendang, ujar Renata .
__ADS_1
" Makanya , kalau lagi sedih jangan nanggung, ke Afrika aja ," ujar Yudha tertawa.
" Siap dari Papua aja mas, langsung ke Afrika," ujar Renata.
" Kamu aja deh Ta, aku mending di Semarang, kamu buat aku LDR sama sepupunya Yudha."
" Jadi udah mau besanan sama Jenderal nihhh?" , ujar Renata.
" Mau besanan sama kamu juga Ta, kalau kalian nikahan," ujar Bima.
" Nikah sama siapa, ku semedi aja, "ujar Renata.
" Ngacooo, " ujar Bima.
" Gak , mas akan nikahi kamu, " ujar Yudha kekeh dengan tatapan serius , nimbrung dengan Bima dan Renata.
Renata hanya diam.
Renata tidak bisa membantah, karena pesan terakhir William, Renata dan Yudha tidak pernah menyinggung nya sama sekali .
Renata dan Jenderal pergi ke pasar ber dua. Kegiatan mereka 2 hari sekali, karena sang jenderal memang sengaja biar ada kesempatan berdua.
" Kangkungnya berapa se ikat, tanya Yudha pada penjual".
" 10 ribu, " ujar sang penjual.
" Mehong banget..., bisik Renata.Tau mahal gini, ku kadi export import kangkung aja kesini, " ujar Renata tertawa.
Yudha tertawa .
" Ongkos pesawat lebih mahal dari sayur nya, ujar Yudha.
" Naik getek aja , kangkungnya di ikat di rakit, trus kan numbuh, gak bakalan layu", ujar Renata tertawa.
__ADS_1
" Dasar mami nya sincan,...pasti kalau diskon, bakalan antri , " ujar Yudha .
" Mas gak tau, waktu promo chat time , aku sama Bima antrinya gantian, promo buy one get one free," ujar Renata tertawa .
" Kalau ku pernah tugas sama Bima di Malaysia, beli free gitu, beli satu percuma satu, kami kan gak ngerti, beli 2, yah gratis 2, kenyang minum , mana porsi nya Venti, ampun ...., yang beli Bima tuhhhh," ujar Renata tertawa ngakak.
" Mas suka makan kangkung, kata orang makan kangkung gampang ngantuk lohhh, "ujar Renata.
" Mitos atau fakta Ta?".
" Ahhhh, gak tau mas, " ujar Renata.
Harga ikan lumayan murah di papua, Renata gak bisa makan sagu, masyarakat papua sangat banyak menjual sagu.
SaguΒ diolah menjadi papeda yang sepintas bentuknya mirip bubur. Dalam membuat papeda, patiΒ saguΒ ditaruh dalam wadah gerabah, kemudian disiram dengan air panas.Β
Renata sibuk memilih berbagai buah, belanja di pasar tradisional punya sensasi tersendiri, dimana Renata us nya bisa kumat.
Saat Yudha membeli Pisang, Renata senyum - senyum.
" Kenapa Ta? mau nanya ukuran mas".
" Hahhhhhh, gak....beneran gak deh.. mas..., " ujar Renata gugup , Renata mengerutkan dahi.
" Gawat, dia nguping pembicaraan sama Bima, malunya akuuuuu," ujar Renata salam hati.
πππππππππππ
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment