Fall In Love With Lover : Godaan Sekretaris Cantik

Fall In Love With Lover : Godaan Sekretaris Cantik
Semangat!


__ADS_3

"Kenapa? Memikirkannya, ya?" Angela menggodaku.


"Ah, tidak." Aku menutupi hal yang sebenarnya.


"Sayang, aku ingin bertanya padamu. Lebih baik mencintai atau dicintai?" Angela bertanya kepada suaminya.


Suaminya menoleh ke arahku dan Angela. Aku pun jadi malu karena pertanyaan Angela seperti menyudutkanku.


"Jika diminta memilih, aku lebih memilih untuk dicintai daripada mencintai. Tapi sudah seharusnya bagi seorang pria untuk mencintai wanitanya. Karena wanita butuh kepastian, bukan janji." Suami Angela menuturkan.


Angela tersenyum simpul. "Hei, Cecilia. Kau dengar sendiri apa kata suamiku?" Angela melihat ke arah belakang, tempat di mana aku duduk.


Sontak aku terdiam lalu memikirkan perkataan mereka. Aku merasa ada yang aneh, kenapa tiba-tiba mereka seperti menggiringku untuk menyukai Alexander. Padahal kemarin-kemarin Angela seperti mendukungku bersama Jackson.


Sebenarnya apa yang telah mereka bicarakan?


Sungguh aku penasaran dengan apa yang Angela dan Alexander bicarakan saat aku tidak sadarkan diri. Apakah Alexander menunjukkan keseriusannya terhadapku? Atau ada hal-hal lain yang dibicarakan sebagai bahan pertimbangan?


"Sudah, jangan melamun. Nanti juga ketemu jawabannya. Nikmati saja yang ada. Semoga nanti dikasih lebih." Angela menenangkan.


Aku tersenyum lalu mengangguk, mencoba mengaminkan kata-katanya. Kusadari jika hanya Angela satu-satunya orang yang bisa kupercaya saat ini. Aku tidak punya siapa-siapa selain dirinya. Karena Alexander maupun Jackson masih mengambang di pikiranku. Sepertinya aku harus segera mencari tahu siapa yang lebih pantas untuk menjadi ayah dari anak-anakku. Aku berhak memilih untuk masa depan mereka.


Sesampainya di apartemen...


Angela masuk ke apartemenku dan melihat-lihat isi di dalamnya. Sedang suaminya menunggu di parkiran karena ingin lebih leluasa merokok. Alexander sendiri sudah pulang sejak tadi. Dia tidak ikut mengantarkan aku pulang karena masih ada urusan pekerjaan. Baik Angela maupun Alexander, seperti terkesan bergantian menjagaku.

__ADS_1


"Jadi Alexander menyewakan apartemen ini untukmu dalam satu bulan ke depan?" tanya Angela kepadaku.


Aku mengangguk. "Tapi Jackson sudah menggantikannya," jawabku.


Angela menyilangkan kedua tangannya di dada. "Berarti saat ini ada dua orang pria yang ada di hatimu?" Dia menduga.


"Eh?!" Aku merasa bingung dengan pertanyaannya. "Angela, hanya Jackson yang ada di hatiku." Aku meyakinkannya.


Angela tersenyum. Dia duduk di sofa ruang tamu. "Kau tidak ingin menyelidiki Alexander terlebih dulu?" Tersirat keinginannya agar aku mencari tahu sebelum menentukan pilihan.


"Maksudnya?" tanyaku memastikan.


Angela menepuk dahinya sendiri. "Cecilia, aku rasa kau harus menyelidiki Alexander terlebih dulu. Benarkah dia seperti apa yang dikatakan oleh Jackson? Aku rasa kau sangat egois jika hanya menghakiminya sebelah pihak. Karena kulihat tidak ada kebohongan dari ucapannya. Sepertinya Alexander berbeda dengan apa yang telah Jackson katakan padamu," katanya lagi.


Aku ikut duduk di sofa. "Aku tidak tahu bagaimana cara menyelidikinya. Aku takut Jackson marah padaku." Aku mengungkapkan.


Aku melihat apa yang ditunjukkan oleh Angela. Dan ternyata berisi pesta pantai yang akan diadakan Queen Club. Sekaligus acara penghargaan kepada model-model baru yang datang. Aku pun jadi penasaran dengan rencananya.


"Angela?"


"Begini. Acara ini diadakan minggu depan. Aku akan membantumu untuk mendapatkan tiket masuknya. Kau bisa lihat siapa saja bos besar yang datang ke sana. Acara itu sangat privat sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang boleh masuk. Selebihnya tidak." Angela ingin membantuku.


"Lalu?" tanyaku lagi.


"Kita lihat, apakah benar Alexander menjual model di sana kepada pengusaha kaya yang datang? Kita juga bisa tahu apakah Jackson ikut atau tidak dalam acara kali ini. Selama ini kita hanya melihat apa yang ada di depan mata. Mengapa tidak mencoba untuk menyelidikinya?" Angela memacuku untuk datang ke acara itu.

__ADS_1


Aku tertegun sejenak. "Bagaimana jika tidak terbukti?" Aku menoleh ke arahnya.


Angela memegang tanganku. "Mungkin hal yang terjadi padamu merupakan sebuah pertanda jika jodohmu yang sesungguhnya adalah Alexander." Angela mengejutkanku.


"Apa?!" Aku tak habis pikir dengan perkataannya.


"Jackson terkesan lama menyelesaikan masalahnya bersama Zea, Cecilia. Tidak inginkah kau bahagia? Alexander masih lajang, sedang Jackson suami orang. Gunakan logikamu. Aku tidak ingin kau terus menderita karena dirinya." Angela mengungkapkan. Tersirat jika dia menginginkan yang terbaik untukku.


Aku tahu jika wanita di sampingku ini menginginkan yang terbaik untukku. Dia tidak ingin aku menderita lagi karena Jackson. Apalagi sampai terluka secara fisik seperti ini. Bagaimanapun Angela sangat tahu seluk-beluk diriku. Dia menginginkan kebahagiaan untukku. Dan mungkin Alexander telah meyakinkannya jika bisa membahagiakanku. Sehingga Angela bisa berkata seperti ini kepadaku.


"Baiklah. Aku setuju." Akhirnya aku menuruti saran darinya.


"Bagus! Kau harus bangkit, Cecilia! Tunjukkan jika kita juga punya kekuatan. Jangan mau dibuat menunggu dan terus menunggu. Lihatlah bagaimana dunia jika wanita sudah bertindak. Habis sudah tidak ada lagi yang tersisa." Angela menyemangati. "Yang sudah ya sudah. Masa depan kita tentukan sendiri. Berjuanglah untuk masa depanmu!" Angela memberi dukungan padaku.


Aku mengangguk. Aku percaya jika dia menginginkan yang terbaik untukku. Tidak mungkin dia mengkhianatiku. Aku pun mencoba menuruti saran darinya untuk datang ke acara itu minggu depan. Dan Angela memang benar, aku juga punya kekuatan untuk melawan. Jangan mau terus diabaikan.


Jack ... maaf jika aku kembali seperti yang dulu karena cincin pernikahan itu belum juga kau berikan padaku.


Malam yang dingin disertai rintik hujan pun menjadi saksi akan semangat yang membara di dalam hatiku. Aku tidak boleh hanya memikirkannya yang belum tentu juga memikirkanku. Bagaimanapun dia lelaki yang suatu saat bisa mengingkari janji. Jadinya aku butuh persiapan agar tidak terjatuh lagi. Ya, sudah. Kita jalani saja apa yang ada untuk sementara waktu ini.


Menjelang tidur...


Aku membuat rencana untuk satu minggu ke depan. Tetapi mungkin selama tiga hari ini aku harus fokus menyembuhkan lukaku. Setelahnya aku akan beraksi lagi.


Angela meyakinkanku jika bisa mendapatkan jawaban setelah datang ke acara itu. Siapa yang benar dan lebih baik di antara Jackson dan Alexander. Aku pun tertarik datang ke sana untuk membuktikannya. Semoga saja nanti kudapatkan jawaban sesuai dengan apa yang kuinginkan.

__ADS_1


Kupersiapkan semua hal yang kubutuhkan sebelum melancarkan aksiku. Aku ingin tahu siapa yang harus lebih kupercaya untuk masa depanku. Jackson kah? Atau Alexander? Dua kandidat sudah kudapatkan, tinggal proses penyeleksian dilakukan. Aku rasa aku punya hak untuk bahagia. Siapapun dia, aku akan menerimanya. Tetapi jika memang boleh jujur, aku lebih berharap kepada Jackson. Karena aku mencintainya.


Ya, sudah. Kita lihat saja nanti bagaimana akhirnya. Saat ini aku harus mempersiapkan diri agar lebih kuat lagi untuk menghadapi apapun ke depannya.


__ADS_2