
Sepanjang perjalanan Dayyan terlihat tak bersemangat lingkaran hitam dimatanya menandakan semalam ia tak bisa tidur melihat tingkah Nisya yang hampir membuatnya setengah frustasi
Asisten sen yang sedari tadi memperhatikan sang bos lewat kaca spion merasa aneh tak seperti biasanya,
Dayyan yang biasanya sibuk memeriksa pekerjaannya lewat laptop kini hanya diam sesekali dia menguap
"Tuan baik baik saja?" Tanya Asisten sen sedikit khawatir
"Hm..
Asisten sen hanya menarik nafas panjangnya tak berani bertanya lebih lanjut lagi
"Zen
"Iya tuan
"Sampai dikantor aku tidak ingin diganggu selama dua jam lamanya jika ada yang mencariku bilang saja aku tidak ada dikantor " Kata Dayyan
"Baik tuan
Zen tak berani membantah padahal pagi ini ia ada jadwal meeting yang sangat penting, kalau begini Asisten zen lah yang harus mencari alasan sama klien nya
Tak lama kemudian mobil pun sampai didepan kantor, Dayyan masuk tanpa menanggapai sapaan para pegawai yang melewatinya
Dayyan berusaha memejamkan matanya namun bayangan Nisya terus menati nari di otaknya seolah melambai lambai ingin menggodanya, Dayyan hampir strees memikirkan semuanya
Dayyan mengusap wajah kasarnya lalu ia bangkit dari tidurnya kemudian ia masuk kedalam kamar mandi yang ada diruangan nya
"Kenapa aku seperti ini, bayangan nya tak bisa hilang di kepalaku "Gumam Dayyan sambil menatap dirinya dipantulan cermin
Hampir tiga jam lamanya berdiam diri didalam kamar pribadinya yang ada di ruang kerjanya sejenak ia menenangkan dirinya kembali kemudian ia melangkah kan kakinya keluar dari kamar pribadinya
Didalam ruang kerjanya zen sudah menunggunya sambil memegang berkas yang harus ia tanda tangani
__ADS_1
"Maaf tuan, ada beberapa berkas yang harus tuan tanda tangani"Kata zen sambil menyedorkan sebuah map keatas meja kerja Dayyan
Setelah membububi tanda tangan nya, Dayyan menatap kearah Asisten nya
"Apa ada lagi jadwalku hari ini?" Tanya Dayyan masih meyode dinginnya
"Tidak ada tuan rapat ditunda besok dan hari ini tuan bisa isirahat jika tuan mau" Kata Asisten sen
"Apa kau menyidirku Asisten zen"
"Tidak tuan, mana berani saya menyindir tuan" Dalam hati zen menrutuki kebodohannya bisa bisanya ia salah bicara di saat hati bosnya sedang tidak baik
"Baiklah aku mau pulang, Jika ada yang perlu ditanda tangani kamu bawa saja kerumah.
"Baik tuan
Sementara itu dirumah Nisya masih memikirkan cara untuk memikat hati suaminya berkat dukungan dari Rifky Nisya pun memiliki semangat 45
Nisya terus memikirkan cara untuk mendapatkan ide tanpa ia sadari jika Dayyan sudah masuk kekamarnya
Merasa tak dihiraukan membuatnya herang hingga ia berinisiatif untuk menegurnya terlebih dahu
"Eh, Mas sudah pulang?" Tanya Nisya tanpa mau menjawab pertanyaan Dayyan
"Hm.."Jawab nya singkat tanpa mau menatap kearah Nisya
Nisya tak menyahut lagi ia tidak tau lagi mau bicara apa karna jujur saja ia sendiri merasa bosan bicara dengan makhluk di depannya yang hanya menjawab hanya deheman saja
Ingin rasa Nisya mengutuk pria ini didepannya, jika saja ia tidak takut dosa ia sudah mengutuk suaminya menjadi batu hihihiii
Dayyan berlalu begitu saja meninggalkan Nisya yang duduk didepan meja riasnya, Dayyan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, padahal Dayyan cuma ingin menghindari Nisya ia terlalu canggung jika berhadapan dengan Nisya
Lama berada didalam kama mandi hingga satu jam lamanya barulah Dayyan keluar, Ia celingukan mencari sosok Nisya namun tidak ada di dalam kamar
__ADS_1
sebuah senyuman terlukis di sudut bibirnya saat melihat baju yang sudah ia siapkan Nisya untuknya
Entah Bagaimana perasaannya saat ini, jujur saat pertama kali melihat Nisya waktu Nisya menolongnya, Dayyan terus memikirkannya hingga ia dipertemukan kembali waktu di mall . Dayyan semakin penasaran dengan gadis itu
Clek.
Pintu terbuka Nisya masuk dengan membawa secankir kopin dan cemilan untuk suaminya
"Mas aku bawakan kamu kopi dan cemilan.
Dayyan tak menyahut ia hanya melirik Nisya sekilas kemudian kembali fokus dengan laptop dipangkuan nya
Nisya menarik nafas panjang" Sabar Nisya sabar pria kaku ini sedikit sulit untuk di cairkan" Jerit batin Nisya
Nisya menaruh nampan itu didepan Dayyan kemudian beranjak ingin meninggalkan suaminya ia tidak ingin lagi mengganggu suaminya yang saat ini sibuk dengan laptopnya begitulah kira kira dalam pikiran Nisya saat ini
Namun saat ia hendak berbalik tangannya dicegah oleh Dayyan hanya dengan satu kali tarikan Nisya duduk dipangkuan Dayyan
Deg..
Jantung oh jantung jangan mempermalukan ku saat ini, Berkerja samalah " Jerit batin Nisya
Sumpah demi Apapun jantung Nisya saat ini serasa ingin copot
Berada di dekat Dayyan rasanya seperti menghadapi medan peran belum juga berjuan sudah ingin menyerah duluan
"Kemana nyali kamu yang semalam, Kenapa sekaran diam saja " Dayyan terus memperhatikan setiap bagian wajah Nisya dengan ibu jarinya
Nisya semakin gugup ingin rasanya ia kabur dari situasi seperti ini
"M-mas.."Ucapnya terbata
"Kenapa gugup, Bukankah semalam kamu yang memggodaku sampai aku tak bisa kosentrasi pagi ini"Ujar Dayyan lagi yang terus menyentuh wajah Nisya
__ADS_1
"Tapi Ak..
Belum selesai ucapan Nisya, Dayyan sudah membukam bibirnya dengan sebuah ciuman di bibir merahnya