GAIRAH ISTRI KECILKU

GAIRAH ISTRI KECILKU
Mengejutkan


__ADS_3

Pukul 01 dini hari Bimo tiba di rumahnya. Ia pulang selarut itu karena merasa enggan menolak tawaran Pak Kusuma, untuk ngopi. Dalam kesempatan itu tentu saja Pak Kusuma memanfaatkan moment itu untuk menarik simpati Bimo. Terutama akan ikut membantu Bimo dalam hal finansial, yang sangat dibutuhkannya untuk melanjutkan usahanya.


Bimo tidak menunjukkan ketertarikan atas tawaran Pak Kusuma itu. Karena Bimo tak mau terlibat hutang Budi nantinya.


Bimo masuk ke dalam kamarnya dengan lesu. Jelas ia lesu, karena ia tak akan mendapati sang istri di kamarnya. Ditambah masalah perusahaan membuatnya setres.


***


"Sayang.... Bangun...!" goyangan lembut di tangan, membuat Bimo dengan cepat membuka kedua matanya yang masih terasa berat itu. Ia kenal suara yang memanggilnya dengan manja itu. Yang membuatnya tak sabar untuk melihat wanita yang sangat dirindukannya itu.


Grappp..


Bimo langsung menarik wanita yang membangunkannya, dan ambruk di atas tubuhnya. Pria itu memeluk erat sang pujaan hati.


"Iihh... Lepas sayang... Ini hape dari tadi berbunyi terus." Ujar Rara, berusaha berontak dari dekapan sang suami. Dengan tangannya masih menegang ponsel nya Bimo.


"Emang siapa yang nelpon?" tanya nya masih memeluk erat tubuh sang istri dengan mata terpejam.


"Pak Polisi " Jawab Rara membaca nama kontak yang memanggil di layar datar itu.

__ADS_1


Mendengar sang istri mengatakan pak Polisi. Bimo melepaskan belitan tangannya dari tubuhnya Rara. Dan wanita itu mendudukkan badannya di sebelah sang suami.


"Assalamualaikum.... Iya, benarkah? ok, terima kasih pak."


Rara memperhatikan lekat sang suami yang bicara di telpon. Ia sangat penasaran.


"Kenapa sayang?" tanya Rara dengan penuh tanda tanya.


"Jenifer sudah ketangkap " Jawab Bimo, beranjak dari tempat tidur.


"Oohh... Syukurlah. Kalau Romi?" tanya Rara masih dengan penasarannya.


Menarik lembut tangan sang istri dengan tatapan me sum. "Kita harus mandi bareng." Masih dengan tatapan penuh damba. Yang membuat Rara tak kuasa menolak keinginan sang suami. Untuk mandi plus plus.


Sesampainya di kantor polisi. Bimo yang perasaan nya bercampur aduk itu, bergegas menuju tempat sel tahanan Jenifer. Bimo sungguh kecewa dengan Jenifer. Kenapa wanita itu tega mengkhianatinya. Kurang baik apa dia.


Dari jarak tiga meter. Bimo sudah bisa melihat sosok wanita yang dulu sangat akrab dengannya itu terlihat duduk dengan terpuruk dengan ekspresi wajah yang menyeramkan di pojok sel tahanan. Wajah cantik itu, sudah ditutupi oleh dendam dan kebencian.


"Mana tahanan yang bernama Jenifer?" tanya sipir berjenis kelamin wanita dengan tegas pada para tahanan.

__ADS_1


Mendengar namanya disebutkan, membuat wanita yang bernama Jenifer menoleh ke asal suara. Dan seketika ia kembali membuang muka, karena melihat Bimo di tempat itu. Jelas ia tak mau bertemu dengan Bimo. Ia merasa tak perlu berjumpa dengan Bimo.


"Yang bernama Jenifer mana?" pak sipir kembali bertanya. Karena tak ada yang menyahut ucapannya.


Tetap hening, tiga orang tahanan wanita tak ada yang menanggapi ucapan sipir. Hal itu membuat sipir emosi.


"Sudah Pak, aku tak ingin bicara lagi dengan tahanan yang bernama Jenifer itu." Ujar Bimo dengan datar, menatap penuh kekecewaan pada Jenifer. "Apa yang kamu tanam, itu yang akan kamu tuai." Bicara dengan tatapan penuh kecewa ke arah Jenifer.


Yang dikata Katai, tak merespon. Ia memekakkan telinganya, menutup mata hatinya.


Huuffttt...


Bimo sungguh terguncang dengan masalah ini. Ia merasa dadanya sesak sudah di kantor polisi itu. Apalagi keberadaan Romi belum diketahui.


"Kami akan mengintrogasi Nona Jenifer. Dugaan sementara, dari penyelidikan, Romi sudah tewas, dan pelakunya adalah Jenifer."


"APA....?" pernyataan Pak Polisi hampir saja membuat Bimo kena serangan jantung. Seberani itu Jenifer, sampai menghilangkan nyawa seseorang. Bimo menggeleng penuh keheranan.


"Iya pak Bimo. Itu dugaan, ini kami akan interogasi lagi Jenifer. Karena banyak hal janggal dalam pencarian Romi yang sudah empat hari tak kunjung mendapatkan hasil." Jelas Pak Polisi.

__ADS_1


__ADS_2