
Cup..
Niisya langsung tegang mendapat serangan tiba tiba dari Dayyan sebuah ciuman singkat di pipinya
Kesadaran Nisya belum kembali hingga beberapa detik kemudian, Dayyan semakin gemes terhadap istrinya itu
"Apa kamu baik baik saja?" tanya Dayyan sambil menggoyang goyangkan telapak tangannya didepan gadis itu
Setelah kewarasan Nisya kembali ia langsung menunduk karna malu
"Ayo kita turun Fathan dan Rifky sudah menunggu kita di meja makan" kata Dayyan kemudian
"i iya.." Sahut Nisya gugup
Dayyan melangkah terlebih dahulu dengan senyum yang tak pernah lepas dari sudut bibirnya kemudian disusul Nisya yang masih memikirkan ciuman yang diberikan Dayyan terhadapnya
"Pagi bang "sapa Rifky dan Fathan bersaman saat melihat abang seta kakak iparnya
"Hm
"Pagi Fathan, pagi Rifky
Seperti biasa Nisya melayani suaminya dengan baik memgambilkan nasi serta lauk begitu juga Fathan dan Rifky mereka semua makan dalam diam sesekali Rifky melihat kearah Dayyan yang sejak tadi senyum senyum sendiri
Alis Rifky terankat sebelah ia semakin bingung melihat tingkah Abangnya yang satu itu yang notabennya tak pernah menunjukkan ekspresi nya namun lihatlah sekarang bahkan ia tersenyum sendiri " Pikir Rifky
"Aku selesai, aku berangkat dulu" Pamit Dayyan begitu ia sudah berdiri dari duduknya
Nisya mengulurkan tangannya untuk salim "Hati hati mas" Ucapnya dengan senyuman manisnya
__ADS_1
Dayyan jadi kikuk belum tersadar dari keterkejutannya baru semalam bersama gadis ini, perlahan Dayyan tau sikap Nisya sangat lah lembut dan sopan,
"Mas..
Panggil Nisya lagi saat melihat suaminya hanya diam ditempatnya
"Ah iya' Dayyan jadi gugup bisa berhadapan dengan Nisya
"Abang kenapa kok mukanya merah gitu" Tanya Rifky dengan polosnya
Ingin rasanya Dayyan menjitak kepala rifky saat ini juga bisa bisa nya ia berkata seperti itu apalagi masih didepan Nisya
Buru buru Dayyan pergi karna tak ingin Nisya semaki curiga dengan dirinya yang terlihat grogi berada didekarnya
"Aku juga pamit kak harus kuliah" Pamit Fatha dan disusul oleh Rifky
Mereka berdua menyalami Nisya sebagai bentuk menghormati kakak iparnya
Duduk bersandar di atas tempat tidur dengan kaki lurus kedepan sambil bermain hp, Nisya mengusir kejenuhannya dengan menonton drama korea kesukaannya
lama kelamaan ternyata sangat membosankan juga ia lantas berdiri dari duduknya kemudian masuk kedalam kamar mandi guna membersihkan diri sebelum melaksanakan sholat Duhur.
Hingga ketukan pintu terdengar dari arah luar bertepatan dengan salam mengakhiri sholatnya
"Maaf Non bibi mengganggu, Makan siangnya sudah tersedia" kata pelayan itu saat Nisya membuka pintu kamarnya
"Maaf bi nanti aja, Saya belum lapar
"Tapi Non
__ADS_1
"Nanti kalau saya lapar saya akan ambil sendiri kok"
Perlayan itupun nurut saja toh ia tidak ada hak untuk memaksakan majikannya untuk makan
Hari semakin sore jam sudah menunjukkan pukul 4 sore namun Nisya msih betah dengan kegiatannya nonton drama korea sampai sampai ia melewatkan makan siangnya
Diusianya yang masih sangat muda tak bisa merubah kebiasannya tanpa ia sadari jika sekarang ia sudah berstatus seorang istri
Pintu terbuka dengan sedikit keras membuatnya terlonjak kaget sampai sampai hp yang ada ditangannya pun hampir jatuh jika saja ia tidak sigap menangkapnya
Dayyan masuk dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman tatapan tajam ia layangkan kearah Nisya yang tengah menunduk dalam ketakutanya
"Sudah selesai main hpnya" Tanya Dayyan dingin
"Nisya tak menanggapinya ia hanya menunduk pelan rasa takut kian merasukinya saat ini melihat tatapan tajam dari Dayyan
"Maaf mas saya tidak bermaksud untuk diam dan duduk manis seperti nyoya besar disini tapi sungguh saya sendiri bingung mau ngapain disini semua sudah dikerjakan oleh pembantu, Saya hanya nonton untuk mengusir kejenuhanku" Lirih Nisya pelan
Ternyata Nisya salah fahan dalam mengartikan kemarahan Dayyan saat ini, Nisya berpikir kalau Dayyan marah karna ia hanya duduk manis dikamar tanpa melakukan apa apa
Namun semua itu salah, Dayyan yang mendapat laporan dari pelayan dirumahnya jika Nisya dari tadi tidak turun makan siang makanya Dayyan cepat cepat pulang ingin menanyakan pada gadis itu kenapa ia melewatkan makan siangnya
Dayyan menghelang nafas panjang, Bagaimana bisa gadis ini berpikiran seperti itu padahal ia sangat mengkhawatirkan nya karna dari tadi dia tidak makan
Sungguh ia ingin memeluk gadis didepannya itu terlalu gemes jika gadis itu terlihat ketakutan
Tak ada jawaban lagi dari Dayyan membuat Nisya semakin ketakutan, ia terus menunduk meremas ujung bajunya tanpa terasa caira beningpun keluar dari kelopak matanya
Dayyan sudah meletakkan nampa itu diatas meja tak jauh dari tempat tidurnya kemudian menyuruh Nisya untuk mendekat
__ADS_1
"Kemari" Pinta Dayyan masih dengan sikap dinginnya
Nisya menghampirinya sembari terus menunduk