
Keesokan harinya dikediaman tempat tinggal Nisya semua sudah dipersiapkan ruangan yang akan diadakan ijab kabul pun sudah di hias, begitupun dengan Nisya sudah dandan dengan cantik tak ada rasa bahagia yang nampak di wajah cantiknya bahkan ia berharap ada keajaiban untuk membatalkan pernikahannya
Jam sudah menunjukkan puku 11 siang namun penganti laki laki tak kunjung datang para tamu sudah berbisik bisik tentang pengantin laki laki yang tak kunjung juga hadir padahal jam yang sudah di sepakati jam 10 pagi
Dayyan mau pun Fathan tak hadir dipernikahan Nisya hanya Rifky yang terlihat hadir diacara pernikahan Nisya
Kegaduhan pun terjadi mana kala sang penghulu sudah tidak bisa menunggu terlalu lama lagi karna masih ada pernikahan lainnya yang akan ia hadiri
"Dasar anak sialan" Teriak paman Nisya sambil menarik kerudung nisya hingga nisya terperanjak kebelakan
"Aaaakh.." Teriak Nisya saat ia terperanjak kebelakan
Rifky yang sedari tadi masih di acara itu langsung berlari menolong Nisya
"Kakak tidak apa apa?" tanya Rifky langsung membantu Nisya untuk berdiri
"Om keterlaluan" serka Rifky menatap nyalang kearah paman Nisya
"Hei bocah sialan ngapain kamu membantunya
"Jaga ucapan paman." Bentaknya sambil menuntun Nisya untuk duduk
Saat paman Nisya ingin menyerang Nisya lagi seorang bertubuh besar berpakaian hitan menghadangnya
"Hei..siapa kalian " Sentak paman Nisya begitu nyalang
Namun laki laki itu tak bergeming, hanya dengan melayangkan tatapan tajam membuat nyali paman Nisya menciut
"Pak, tunggu, abangku sebentar lagi akan datang" Kata Rifky menahan pak penghulu yang hendak pergi
__ADS_1
Nisya sedari tadi hanya diam tak ada sepata kata pun yang keluar dari mulut gadis itu, meski pernikahan ini yang tak ia harap kan namun ia juga tidak ingin membuat pernikahan ini menjadi beratakan seperti ini
Malu sudah pasti, saat ini Nisya rasanya ingin sembunyi didasar jurang yang paling dalam apalagi semua tamu undangan sepertinya sedang mecibirnya mengatainya
Langkah kaki yang saling bersautan memasuki rumah mengalihkan perhatian mereka, seorang pria dengan setelan jas yang sangat rapi dengan beberapa orang yang ikut di belakannya
"Abang! " Seru Rifky dengan binar mata memancarkan kebahagiannya
"Aku siap menikahinya, " Ucapnya dengan tegas dan lantang
Mata Nisya melotot sempurna laki laki yang ia tolong beberapa hari yang lalu datang menyelamatkan dirinya dari omongan orang orang yang tengah mencibirnya satu tetes air mata jatuh dipipi mulusnya
"Siapa kamu" Tanya paman jordan menatap tanpa berkedip pria yang akan menikahi Nisya
"Perkenalkan saya Dayan Rezki Handoko
Paman Nisya tercengang di tempatnya siapa yang tidak kenal pengusaha terkaya di kotanya, Bagaimana bisa Nisya mengenal orang tersebut" pikiran paman jordan kini berkelana memikirkan semuanya
Nisya menyalami suaminya kemudian Dayaan membalasnya dengan kecupan singkat di kening istrinya
Setelah acara selesai Nisya langsung dibawa pergi oleh Dayan karna merasa geram akan tingkah paman Nisya yang meminta mahar yang cukup banyak, Bukan Dayan namanya jika ia menuruti kemauan orang itu bahkan Dayan mengancam paman Nisya akan merebut kembali perusahaan ayah Nisya.
"Senang banget rasanya akhirnya kakak cantik jadi kakak ipar aku" Celetuk Rifky saat masih dalam perjalanan pulang
Nisya hanya menanggapinya dengan senyuman ia tidak tau harus bersikap seperti apa sekarang, ia merasa canggung berada dalam mobil bersama pria yang sudah menyandang sebagai suaminya meskipun saat ini mereka tidak hanya berdua namun tetap perasaan Nisya semakin gugup
Rifky duduk di jok belakan bersama dengan Nisya sedangkan dayan duduk disamping Asistenya yang sedang mengemudi sementara Fathan berada dimobil lain
"Kak Nisya jika butuh sesuatu hubungi saja aku, aku siap 24 Jam untuk kakak" Lagi lagi Rifky mengoceh membuat Dayyan berdecak kesal Rifky seolah lupa jika saat ini Nisya adalah istrinya
__ADS_1
"Kakak tidak perlu khawatir,bang Dayyan baik kok cuma agak sedikit..."Rifky terlihat ragu untuk mengatakannya membuat kening Nisya mengerut
Rifky menatap kedepan lalu berbisik ditelinga Nisya dengan suara sanga pelan " bang Dayyan terlihat kaku bahkan dia tidak pernah pacaran " Rifky cekikikan sendiri bersamaan dengan suara tawa Nisya yang tanpa sadar
"Hm..hm..
Suara deheman Dayyan menghetikan tawa mereka, bahkan Nisya yang sedari tadi hanya diam tiba tiba tertawa lepas karna bisikan dari Rifky membuah Dayyan merasa ada yang aneh dalam dirinya sesuatu yang tak bisa ia jabarkan setelah mendengar tawa renyah dari istrinya
**
Tak lama kemudian mobil yang dikendarai mereka pun sampai disusul mobil yang di kendarai oleh Fathan
Nisya keluar dari mobil sambil berdecak kagum melihat kemewahan rumah suaminya
"Ini sih namanya istana " Batin Nisya
"Mari kak, Rifky menyeret tangan Nisya menuntungnya untuk masuk tanpa peduli dengan abanhnya
"Lihatlah dia, bahkan dia lebih antusias dari pada aku yang sebagai suaminya"Ketus Dayyan tak berhenti menatap adik bungsunya yang terus memegang lengan Nisya
"Abang cemburu ya.." Goda Fatha seraya menaik turunkan kedua alisnya
"Ck kau ini siapa juga yang cemburu aku hanya...
"Hanya tidak suka melihat mereka terlalu dekat" Fathan langsung memoton perkataan abangnya sembari tersenyum mengejek disana
Rifky kembali kebawa setelah mengantar Nisya kekamar abangnya dengan rasa bahagianya terlihat dari raut wajahnya saat ini
Rifky kemudian menghapiri kedua abang nya yang masih berada diruang keluarga
__ADS_1
"Bahagia banget" Goda Fatha saat melihat adiknya terus saja tersenyum