
"Aku, aku pasti hidup dengan baik. Aku tak akan tahan disepelekan, dimarahi terus, kalau tinggal di sini. Lebih baik aku tinggal di jalanan. Dari pada ditatap terus penuh kebencian. Emang, apa salahku padanya?" Rara yang emosi, merepet tiada henti seperti rel kereta api, menuju pintu keluar rumah itu. Saking kuatnya suara Rara. Bimo bisa mendengar curahan hati kekesalan istrinya itu.
Bimo jadi merasa bersalah. Tapi, Rara juga salah. Kenapa Rara mencabut batang terong yang dipeliharanya dengan penuh kehati-hatian itu.
Kini Rara sudah keluar dari rumah, dan berdiri tepat di hadapan Bimo. Menggunakan kaos warna hitam ketat dan celana jeans cutbray. Tentu saja penampilannya selalu terlihat menggoda.
"Kalau bukan milik anda. Jangan sesekali berani membukanya." Rara bicara penuh dengan kesal, sembari menunjuk - nunjuk wajah Bimo yang bingung.
Jelas Bimo bingung, apa maksud ucapan istrinya itu. Apa maksudnya paket yang dibukanya? kalau benar itu, ia tak salah. Toh nama si penerima paket adalah namanya. Lagian, Bimo tadi pagi juga memesan barang online. Dia pikir itu paket yang dipesannya. Makanya ia berani membukanya. Kalau ia tahu itu paket nya Rara. Ia tak akan mau membukanya. Mana isinya pakaian dalam wanita semua.
"Jangan cegah aku pergi.!" Rara yang sudah melangkah dua langkah. Membalik badan dengan wajah masamnya, menatap Bimo tajam. Bimo sedikit pun tak ada niat mencegahnya pergi. Hal itu yang membuatnya makin kesal. Berarti ia tak diharapkan oleh suaminya itu.
Bimo dibuat sangat syok dengan kejadian ini. Kenapa dengan istrinya ini. Aneh..!
"Siapa juga yang mau mencegahmu. Dasar bocah, ada masalah sedikit kabur.... Dikit-dikit kabur... Sana kabur, gak usah balik lagi."
Ucapan Bimo semakin membuatnya sakit hati. Mana paman Bimo yang dulu sangat bijaksana dan pandai membujuk itu.
Rara menghentakkan kuat kakinya. Menatap penuh kebencian Bimo. Dengan perasaan hancur berkeping, ia menyeret kakinya keluar dari pekarangan rumah itu.
Braakk..
Suara pintu ditutup kasar, membuat Rara terkejut. Bimo telah masuk ke dalam rumah. Ia sama sekali tak dicegah.
Rara yang emosional tentu saja, merasa berat menyeret kakinya menjauh dari rumahnya Bimo. Ia sekarang jadi bingung, kalut dan takut. Ke mana ia akan pergi. Mana hari sudah mulai gelap. Dan suara geleduk pun membuat keadaan sekitar semakin mencekam. Angin juga berhembus kencang. Seperti nya akan terjadi hujan badai.
"Oh my God.....! please.... Jangan hujan dulu. Kalau hujan, aku pergi ke mana ini?" Rara semakin frustasi saja. Kenapa sih hidupnya jadi semakin kacau. Mana diperkebunan itu sunyi, gak ada kendaraan yang lewat. Rumah karyawan nya Bimo pun adanya, ke hulu. Melewati rumahnya Bimo. Lagian tak mungkin dia pergi ke rumah karyawan suamimya.
__ADS_1
Duar..
Duar..
Suara petir terdengar saling menyahut. Dan suara air yang dibawa angin semakin terdengar jelas. Ternyata di area rumahnya Bimo sudah turun hujan. Dan akan sampai ke tempat ia sekarang berjalan.
Shitt...
Umpatnya, berlari kencang sekencangnya sambil menyeret kopernya. Ia harus sampai ke pos satpam sebelum hujan deras yang mengejarnya membasahinya.
"Awas kau Bimo, sampai kapanpun aku tak akan memaafkanmu. Lihat saja pembalasan dariku. Suatu saat akan ku buktikan, bahwa aku akan jadi orang hebat dan sukses. Enak sekali kau selalu mengucilkanku, sepele kau! Apa kau pikir aku tak pintar haaahhhh...!" Ya Rara itu anak pintar, saking pintarnya ia sering terlihat aneh.
Rara bicara sendiri dengan penuh emosi, sambil berlari menuju pos satpam. Langkahnya ternyata kalah cepat dari kecepatan hujan. Ia pun akhirnya di guyur hujan. Pos satpam masih ada 10 meter lagi di depannya.
Ia terus mempercepat langkahnya. Tapi, karena buru-buru ia malah kesandung.
Rara mengadu kesakitan. Telapak tangan dan lutut nya kini terluka, karena terbentur ke aspal. Sakit, sangat sakit dan terasa pedih. Apalagi lukanya kena air hujan. Ia tak punya waktu untuk memeriksa lututnya seberapa parah saat ini. Yang ia harus lakukan harus cepat sampai ke pos satpam. Sebelum pakaiannya yang ada di koper basah semuanya.
Air mata telah bercampur dengan air hujan. Sehingga menyamarkan kalau wanita itu sedang menangis. Ia merasa jarak ke pos satpam semakin jauh saja. Entahlah, ia yang sebenarnya sudah lelah atau memang pos satpam yang terlihat itu jauh.
Tin
Tin
Tin
Suara klakson sebuah kenderaan terdengar tak sabar. Rara yang ingin cepat sampai ke pos satpam untuk berteduh, ja tak punya waktu lagi menoleh ke belakang melihat kenderaan yang dari tadi terus saja mengklaksonnya.
__ADS_1
Ngeng... Cit...
Sebuah mobil kini menghadangnya. Berhenti tepat di hadapannya. Ia tahu itu mobil siapa. Siapa lagi kalau bukan mobilnya Bimo.
Rara yang kesal, tidak memperdulikan Bimo. Ia seolah tak melihat ada mobil yang menghadangnya. Ia mempercepat langkahnya, heran ngapain Bimo malah menyusulnya. Bukannya tadi pria itu meminta pergi.
"RARA.... Berhenti..!" Bimo masih di dalam mobil. Mempersiapkan payung, hujan sangat deras dan angin pun semakin kencang.
"Rara, berhenti... Jangan seperti anak kecil. Mau ke mana kamu. Gak lihat kamu sedang badai....!?" kini Bimo kesusahan menyusul Rara, yang diakibatkan oleh payungnya yang tertiup angin. Pria itu pun akhirnya mencampakkan payung itu, karena walau ia memakai payung tetap basah juga. Ia berlari kencang menyusul Rara.
Grap...
Ia berhasil menggapai tangannya Rara. Istrinya itu berontak.
"Kenapa menahanku? bukannya tadi menyuruhku pergi?" menatap tajam Bimo, yang ekspresi wajahnya tak terbaca.
"Ayo pulang..!" kini satu tangan Bimo sudah meraih kopernya Rara. Sedangkan satu tangannya lagi masih tetap memegang Rara.
"Gak... Lepas...! aku gak mau serumah dengan manusia kulkas...!" teriaknya dengan frustasinya.
Kali ini Bimo tak bisa menahan rasa geli dan lucu atas ucapan sang istri. Ia dikatakan manusia kulkas. Bimo pun akhirnya tertawa kecil. Memalingkan wajahnya, karena ia tak mau Rara tersinggung lagi. Ia seperti sedang menertawakan Rara yang sedang meledak-ledak itu.
"Pulang... Mau ke mana kamu? di sini gak ada angkutan. Kita bicara kan dulu semuanya. Kalau kamu memang ingin pergi. Besok, aku akan antar kamu. Ayo..!" menarik tangan Rara kuat.
TBC
Like, coment vote. Diakhir bulan kita ada give away
__ADS_1