GAIRAH ISTRI KECILKU

GAIRAH ISTRI KECILKU
Taubat


__ADS_3

Zahra yang sudah selesai menunaikan sholat, dikejutkan dengan wanita yang ingin dijumpai nya sudah tak ada di dalam Mesjid itu.


"Tadi aku lihat sekilas mirip ibunya Rara. Apa iya ibunya Rara ada di tempat ini?" Zahra membathin dengan bingung nya. Tak mungkin seorang wanita yang bernama Rani ada di tempat seperti ini.


Rara yang penasaran kembali menyoroti setiap sudut mesjid. Ingin mencari keberadaan wanita yang membuatnya penasaran tadi. Ia sampai mengelilingi pelataran Masjid yang ukurannya tidaklah luas.


"Eemm... Mana mungkin itu ibunya Rara." Ucapnya sendiri, masih mencari keberadaan wanita yang membuatnya penasaran.


Puukk..


Tepukan lembut di punggung membuatnya terperanjat. Ia langsung membalik badan.


"Hubby, ngagetin saja deh." keluhnya dengan cemberut.

__ADS_1


"Kamu nyariin siapa sayang? Hubby perhatikan seperti sedang mencari seseorang." Memperhatikan lekat sang istri yang masih terlihat bingung.


"Gak ada, lagi jalan jalan saja, keliling Mesjid. Mesjidnya bagus ya? walau kecil, tapi desainnya kren." Ujar Zahra membalas senyum manis sang suami.


"Iya." Jawab Ezra menggandeng tangan sang istri, dan membawanya ke pondok Nek Ifah.


"Nanti kita bangun Mesjid di kampung ini. Mesjid yang besar dengan fasilitas yang lengkap." Ujar Ezra melirik Rara yang digandengnya.


"Iya kah, itu ide bagus. Semoga rezeki suamiku mengalir deras seperti air ZAM ZAM, agar bisa bangun Mesjid di setiap bulannya." Heheheh...


"Aminn... Ya Allah..!" Eehh suaminya itu dengan cepat mengaminkan. Apa mungkin bangun Mesjid setiap bulan?


"Apa itu mungkin sayang?" tanya Zahra heran.

__ADS_1


"Diaminkan saja, moga diijabah oleh Allah." Jawab Ezra tersenyum penuh syukur. Ia sangat bangga punya istri seperti Zahra. Sudah sederhana, dermawan lagi.


Pondok Nek Ifah berada di paling ujung dan sudut. Jadi sepanjang kaki melangkah menuju pondok Nek Ifah. Maka Ezra dan Zahra melewati para jemaah yang mondok, tak jarang sebagain jemaah yang mondok adalah lansia dan sedang duduk di ambang pintu pondoknya.


"Assalamualaikum Nek, ini ada sedikit ole ole..!" Setiap penghuni pondok mendapatkan buah tangan dari Zahra dan Ezra.


"Terima kasih Nak..!" senyuman yang didapatkan Zahra dan Ezra dari jemaah pondok yang diberikan ole ole itu, sudah sangat membuat Zahra senang sekali. Melihat orang suka dengan apa yang kita berikan, membuat kita meras puas dan bahagia.


Hingga kini mereka menghentikan langkahnya saat melewati sebuah pondok yang di halaman pondok itu, terdapat taman mini yang sangat indah dan taman itu sepertinya baru saja dikerjakan. Karena bunga yang ditanam seperti baru tumbuh. Dan pemilik pondok kebetulan sedang merapikan tamannya.


"Assalamualaikum Bu, ini ada sedikit ole ole dari kami." Ujar Zahra ramah, yang dia ajak bicara masih memunggungi, dan saat wanita itu berbalik, maka mereka pun sama sama terkejut. Karena tak menyangka akan bertemu di tempat seperti itu.


"Abang Ezra!" ujar wanita itu dengan ekspresi wajah terkejut nya. Mengalihkan pandangannya ke arah Zahra dan seketika wanita itu kembali membalik badan. Ia merasa malu dan grogi bertemu dengan Zahra dan sang mantan suami di tempat itu.

__ADS_1


"Kak Rani, bener ini kak Rani?" Zahra malah memeluk wanita yang sedang taubat itu dengan antusiasnya. Yang dipeluk malah membeku. Gak tahu harus bersikap apa.


TBC


__ADS_2