
Waktu bergulir begitu cepat hingga malam harinya Nisya tak ikut makan malam karna kelelahan bahkan untuk berjalanpun ia sudah tidak memiliki tenaga, suaminya itu benar benar membuatnya tak berdaya
"Bang, kak Nisya mana "Tanya Rifky saat berada di meja makan bersama kedua Abangnya
"Ada dikamar " Jawabnya singkat padat dan jelas, seperti biasa Dayyan hanya bersuara seadanya
"Kak Nisya sakit?" Tanya Rifky lagi rasa ingin taunya tinggi ia tidak percaya jika kakak iparnya sakit, gadis itu sangat energit dan sedikit cerewek menurut Rifky
"Tidak! hanya saja ia tidak enak badan
"Sama aja kan bang tidak enak badan itu artinya sakit" Ketus Rifky tak habis pikir
"Apa perlu kita panggilkan dokter bang" Kini fathan yang angkat bicara
"Tidak usah ia hanya kecapean" Sambung Dayyan lagi..
Rifky sudah menatap curiga kearah abangnya, Rifky tau betul jika diantara mereka sudah terjadi sesuatu alias sudah melakukan sesuatu
"Yes..siap siap dedek bayi akan segera otw" Seru Rifky membuat kedua Abangnya menatap heran
"Dedek bayi?" Beo Fathan menatap adiknya itu
"Halah Abang kayak tidak tau aja abang Dayyan sudah...."Rifky tidak melanjutkan ucapannya ia hanya menyatuhkan kedua jari telunjuknya kearah Fathan 👉👈
Satu pukulan mendarat di kepala Rifky membaut sang empuh meringis kesakitan
"Apaan sih bang main pukul segala" Kesal Rifky
"Diam dan habiskan makanannmu "Bentak Dayyan tak mau mengubris perkataan Rifky
Fathan sudah mengerti yang di katakan Rifky dan ia pun merasa sangat bahagia itu artinya hubungan abangnya dan kakak iparnya semakin ada kemajuan
Asisten zen datang setelah acara makan malam selesai ia datang untuk memberi laporan jika ia sudah melaksanakan tugas yang di perintahkan oleh Dayyan
"Persiapannya sudah sempurna tuan tinggal waktu kapan tuan akan mengadakan dinner bersama nona Nisya
"Bagus, aku akan kabari kamu lagi untuk saat ini Nisya tidak bisa kemana mana " Ujar Dayyan
Meskipun sedikit heran dengan perkatà an tuannya nyatanya zen juga mengiyakan "Apakah nona Nisya sedang sakit?" Pertanyaan itu hanya mampu Asisten zen ucapkan dalam hati
"Baik tuan
Setelah mengatakan itu Asisten zen kemudian pamit pulang,
Dayyan tersenyum membayangkan Bagaimana kejutan yang akan ia berikan kepadan istri nya
__ADS_1
Clek
Dayyan masuk kedalam kamar dengan membawa nampan berisi makanan, ia membawakan makan malam untuk Nisya
"Sayang..sayang kau sudah bangun?" Tanya Dayyan menghampiri tempat tidur
"Iya mas tapi badangku sakit semua " Nisya cemberut memanyungkan bibirnya
Dayyan hanya tersenyum melihat itu
"Ini semua karna mas, mas tidak ada puasnya " lagi lagi Nisya cemberut
"Udah ya cemberutnya kau juga kan menikmatinya sayang " Cerocos Dayyan sambil menyuapi Nisya
"Tapi enak sih mas" Nisya nyengir kuda
Dayyan mengusap kepala Nisya, Bahkan Dayyan tak memyangka akan berbuat semanis ini kepada seorang gadis padahal sebelumnya ia tidak pernah melakukan hal seperti itu
"Mas.."Panggil Nisya disela sela mengunyah makanan nya
"Iya
"Mas belum pernah kan melakukan itu sama perempuan lain" Lirih Nisya sembari menundukkan kepalanya
Lagi lagi Dayyan tersenyum melihat tingkah istri kecilnya baginya sangat lucu
"Mas terlalu MESUM " ketus Nisya memanyungkan bibirnya
Dayyan terkekekh sendiri melihat raut wajah kesal istrinya
"Aku bahkan tidak pernah dekat dekat dengan perempuan hanya kamu orang pertama yang aku sentuh
"Benarkah" Seru Nisya dengan binar mata memancarkan kebahagiannya
Dayyan mengangguk mengiyakan
"Terimakasih mas kau sudah menjaganya untukku "
"Hei..harusnya aku yang ngomong seperti itu terimakasih karna sudah menjaganya untukku harta paling berharga darimu " Ujar Dayyan
Nisya cengengesan mendengar protes dari sang suami
**
Hari berganti hari hubungan kedua suami istri itu semakin mesra saja bahkan ia sudah mulai menampakkan kemesraannya kepada Rifky dan fathan membuat Nisya sering jadi bahan ejekan dari adik ipar tak berakhlak nya
__ADS_1
Dayyan pun menjalani hari harinya penuh semangat, seakan memiliki energi yang cukup untuk bekerja hanya dengan melihat senyum dari istrinya saja
Setelah mendapat izin dari suaminya Nisya berangkat bersama Rifky dan fathan untuk menonton konser, dengan semangat 45 Nisya turun dari mobil bersamaan kedua adik iparnya itu
"Waah pasti seru banget didalam "Seru Nisya menatap gedung itu
"Tentunya konser yang akan mereka nonton adalah penyanyinya yang lagi hits sekarang
Seandainya mas Dayyan ikut pasti seru deh" lirih Nisya yang tiba tiba melow
"Jangan mimpi, Abang tidak akan ketempat seperti ini " Cerocos Rifky
"Jadi gak nih kita masuk dari tadi bicara terus "Ketus fathan melihat adik dan kakak iparnya terus berdebat
"Jadi dong, udah cantik begini juga, "Ucap Nisya gaya centilnya
"Eman kaka ipar kesini mau cari suami, awas loh entar aku aduin sama abang Dayyan
"Yaelah nih bocah, tuh mulut kayak gak disekolahin bicara sembarangan " kesal Nisya menatap sengit kearah Rifky
Sementara fathan hanya menggelengkan kepalanya kemudian berlalu begitu saja meninggalkan kedua orang itu
"Bang tungguin aku bang" Teriak Rifky sembari berlari kecil menghampiri Abangnya diikuti Nisya dari belakang
Nisya dan rifky berlompat lompat mengikuti lirik lagu yang di nyanyikan oleh penyanyi tersebut sementara fathan hanya diam menikmati setiap lirik lagu tersebut
"Saat sedang asik asiknya melompat tiba tiba ada tangan melingkar dipinggangnya membuatnya reflek berhenti dari kegiatannya
"Sudah bersenang senangnya kita pulang sekarang" titah pria itu
"Mas.."
"Ayo sayang kamu bahkan sudah ngos ngosan melompat terus"
Nisya nyengir kuda
"Lagunya asik mas" Seru Nisya
"lagunya sudah selesai kita pulang sekarang!
Nisya pun nurut karna percuma membantah perkataan suaminya, suami nya itu tidak akan menyerah sebelum keinginannya di turuti
"Bang aku pulang sama bang fathan ya" pinta Rifky menatap abangnya
"Iya tapi ingat jangan pulang larut"
__ADS_1
"Iya bang