GAIRAH ISTRI KECILKU

GAIRAH ISTRI KECILKU
Di siang bolong


__ADS_3

"Berani mancing-mancing nih, gak takut pancingnya kena sambar?" Bimo mendekatkan wajahnya.


Dan dengan cepat bibirnya menyambar dua lengkungan daging lembut dan kenyal itu. Yaitu bibirnya Rara yang sangat menggoda di siang bolong ini.


Syur...


Darahnya Bimo berdesir hebat dan bermuara ke bagian inti di bawah pusatnya. Sedangkan Rara kembali dibuat terkaget-kaget dengan serangan mendadak sang suami. Langsung main tempel dengan cepat. Tak ada aba-aba atau tanda-tanda mau dic-ium. Rara pikir mendekat kan wajah mau menakut nakutinya.


Kali ini Bimo akan menunjukkan kemampuannya dalam ber ciu-man. Ia tak boleh kaku lagi. Pria yang sudah lama menyimpan hasrat yang membuncah itu pun mulai menggerakkan bibirnya. Ia masih nervouse sangat nervouse. Jantungnya tak henti-hentinya berdebar tak karuan.


Kedua insan yang saling mencintai itu mulai memejamkan mata, menyambut nikmat tak terperikan. Menikmati ciu man lembut tapi penuh penekanan. Bimo memiringkan kepalanya memperdalam ciu-man. Melu - mat lembut bibir Rara hingga rasanya Rara ingin mencak-mencak.


Sepertinya wanita yang lagi menstruasi itu sudah terang sang. Apalagi saat ini hormon kewanitaannya sedang meningkat. Rara yang mulai kehabisan napas berusaha menggerakkan kepalanya ke atas agar bisa menghirup sejenak udara. Saat itulah, saat bibirnya terbuka lebih lebar.


Slukk..


Lidah nakalnya Bimo menelusup masuk, yang membuat Rara terkaget-kaget. Saat lidah keduanya saling membelit. Air liur keduanya saling tertukar saling mengecap, rasanya pun kini sudah manis seperti madu. Lidah nakal dan agresif nya Bimo sukses mengobok obok rongga mulutnya Rara. Mengabsen deretan gigi putih bersih dan wangi itu. Yang membuat wanita itu kewalahan mengimbangi ciu man berhasrat sang suami. Rara baru tahu, kalau ciuman itu seperti ini. Semua dikecap, rasanya juga jadi manis dan nikmat.

__ADS_1


Bimo tak bisa menahan dirinya lagi. Ia tak mau menyudahi ciu man itu, walau napasnya sudah tersengal-sengal.


Rara dan Bimo mulai tenggelam dalam keindahan siang itu, karena ciuman ini adalah awal keduanya saling memahami keinginan keduanya. Ciuman itu berangsur turun ke dagu. Bimo yang gemes, menggigit kecil dagu itu. Saking gemesnya pada Rara. Pria itu seolah ingin menelan hidup-hidup Rara.


Rara yang ingin lebih menggerakkan kepalanya ke samping. Mengantarkan bibir nakal sang suami ke rahangnya hingga terus turun ke leher jenjang putihnya Rara.


Ingin memberikan eksplor yang lebih mendalam. Bimo menyandar sang istri di sofa yang ada di balkon itu.


"Eeuummm.... Aakkhh... akkhh... oohh..!" Racau Rara tak karuan. Disaat bibir sang suami sudah mulai mengekspor leher putih mulus itu. Tangannya Bimo pun sudah mulai bergerilya. Mere mas - re mas gundukan kenyalnya Rara sebelah kanan.


"Oouuhhh.. aakhh...!" Tubuhnya Rara bergetar, ia tak tahan lagi dengan rasa geli nikmat yang diberikan sang suami di lehernya. Sungguh tak bisa dijelaskan bagaimana rasanya. Bahkan kini bagian inti bawahnya sudah berdenyut-denyut. Ingin diterobos, taoi mana mungkin ia sedang haid. Rara sangat terangsang di siang bolong ini. Dia juga pastinya akan tersiksa.


"Shiittf... Jangan panggil paman!" kini bibir nakal sang suami kembali melu-mat habis bibirnya Rara. Ia tak mau mendengar istrinya itu memanggil paman lagi. "Panggil Suamiku...!" ujarnya lembut, mulai membuka kancing kemejanya Rara.


Tangan sibuk membuka kancing baju sang istri dengan tak sabaran. Dan bibir keduanya masih saling tertaut, mengecap dan Melu mat saling membalas.


"Aakkhh... "

__ADS_1


Rara tak tahan lagi dengan nikmatnya permainan mereka. Ia sangat ribut, yang membuat Bimo semakin semangat. Ia senang Rara menikmati permainan mereka ini.


Bimo ingin memberikan kepuasan yang tak akan dilupakan sang istri seumur hidupnya. Ia yang akan jadi pria Ter hot untuk istrinya itu. Ia harus bisa membuat Rara lupa dengan nikmat yang diberikan pria lain. Bimo sudah ikhlas menerima Rara. Bagaimana pun kisah kelam sang istri.


Prang...


Peng


Pak


Heboh bercum-bu di sofa, membuat Rara menendang meja. Akhirnya gelas berisi juice jeruk di atas meja terjatuh.


Gimana ia tak heboh, Bimo sudah nennen di gunung kembarnya.


TBC


Kwkwkwk .😀😀😀

__ADS_1


Koq aku lucu menulisnya.


Banyak vote dan hadiah kita grazy up


__ADS_2