
Langkah Nisya menggayun menuju kamar yang ia tempati bersama suaminya, Hidup bersama dengan suaminya selama seminggu Nisya belum tau banyak sisi lain dari suaminya, yang Nisya tau suaminya sangat dingin dan kaku bicara seperlunya saja membuat dirinya harus ekstra sabar untuk mencairkan gunung es yang melekat di dalam diri suaminya
Clek..
Nisya masuk mengedarkan pandangannya tak menemukan suaminya, dirinya sudah bertekat untuk memulai pendekatan dengan suaminya meski terkesan sedikit Agresif tak apalah dari pada pernikahannya tidak ada kemajuan sama sekali " Begitu pikir nisya
"Ya Allah bantu hamba untuk meluluhkan hati suamiku, tak apalah menjadi ganjeng yang penting suami sendiri heheh" Nisya terus membatin sembari mencari sosok suaminya
Nisya melihat sang suami berdiri diluar balkon kamarnya sambil menatap lurus kedepan, pria yang sulit ditebak, Jika bukan Nisya yang membuka obrolan, mereka sama sama diam tak ada kemajuan dalam pernikahannya
Nisya perlahan memeluk Dayyan dari belakan meski ia harus berjuang menenangkan dengup jantungnya yang saat ini hampir copat demi keutuhan pernikahannya Nisya rela di cap sebagai gadis ganjeng
Deg..
Jantung Dayyan tak kala hebohnya dengan jantung Nisya yang sama sama ingin melompat keluar untuk pertama kalinya istrinya bertidak seperti ini
Dayyan ingin melepaskan pelukan nya untuk berbalik menatap istrinya namun Nisya semakin mengeratkan pelukan nya
"Biarkan seperti ini dulu mas" Ujarnya dengan sedikit memohon
Dayyan pun diam namun ia resah memikirkan istrinya kini Dayya lah memikirkan istrinya dengan sikapnya yang berubah Dayyan berpikir jika saat ini istrinya ada masalah
Lama dalam posisi seperti itu Nisya pun melepas kemudian menatap sang suami yang sudah berbalik kearahnya
"Maaf mas" Nisya nyengir kuda "Tapi pelukannya nyaman mas hehee" Sambung Nisya lagi..
Dayyan tersenyum kaku menatap dalam dalam istrinya
__ADS_1
"Nah gitu dong mas, sekali kali senyum kek, aku berasa kayak hidup diantara robot saja " Gerutu Nisya diirinya tawa kecilnya
Dayyan menggaruk tengkunya yang tidak gatal rasanya masih terasa canggung dengan gadis di depannya
Cup..
Nisya mencium bibir Dayyan sekilas kemudian berlalu begitu saja
"Ayo masuk mas disini dingin " Ucapnya sembari berlalu begitu saja tanpa melihat ekspresi wajah Dayyan saat ini yang seperti bak kepiti rebus
Setelah sampai didalam kamarnya Nisya langsung memegang dadanya jantungnya semakin tak terkontrol ia bahkan tak percaya dengan apa ya ia lakukan barusan,
Malam ini ia berniat untuk mendekatkan dirinya kepada suaminya untuk pertama kalinya ia membuka hijabnya di dalam kamarnya selama ini ia masih memakai hijab jika tidur
Nisya membuka hijabnya kemudian mengganti pakaian tidurnya yang tanpa lengan entalah apa yang ada dipikirannya saat ini namun tekat Nisya sudah bulat ingin menjalin hubungan serius dengan suaminya
"K-kau..
"Mas ganti baju gih, aku sudah menyiapkan baju tidur untuk mas" Nisya berusaha untuk bersikap tenang meskipun saat ini ia merasa sangat gugup
"I- iya, "Jawabnya terbata
Dayyan langsung menyambar baju yang sudah disiapkan Nisya diatas tempat tidur kemudian berlalu masuk kekamar mandi
Nisya tertawa geli melihat reaksi Dayyan yang salah tingkah" Apa aku salah ya bersikap seperti ini " Menolog Nisya sambil menatap punggung suaminya yang menghilang di balik pintu kamar mandi
Keesokan hatinya dimeja makan semua terlihat diam sambil menikmati sarapan paginya namun tidak dengan Rifky yang penasaran ingin tau misi yang ia jalankan bersama kakak iparnya
__ADS_1
Rifky memperhatikan abangnya dengan seksama pagi ini Dayyan terlihat lesuh tak bersemangat ada lingkaran hitam dimatanya Rifky mulai menyimpulkan yang gak gak tentang apa yang terjadi semalam
"Apa mungkin abangnya sudah wik wik ya, kalau dilihat dari wajahnya sih abang kurang tidur " Batin Rifky
"Kak Bagaimana tadi malam berhasil gak?" Bisik Rifky ditelinga Nisya
Nisya tertunduk lesuh, Rifky sudah bisa menebak jika rencananya gagal
"Gak apa apa kak tetap semangat ya!" Rifky terus menyemangati kakak iparnya
"Hem " suara deheman menghentikan acara bisik bisik mereka Nisya langsung diam begitupun dengan Rifky sementara Fathan hanya bingun melihat tingkah adiknya dengan kakak iparnya
Setelah semua sudah berangkat tinggal Rifky berada dirumah bersama Nisya , Rifky sengaja berangkat agak terlambat dedikit karna ia ingin tau tentang misi nya bersama kakak iparnya
Rifky yang tau sifat abangnya yang kaku dan dingin bicara seperlunya membuat nya memiliki ide untuk membantu kakak iparnya menaklukkan hati abangnya,
Ia menyuruh kakak iparnya untuk lebih agresif untuk menghadapi abangnya
"Kak gimana semalam" Rifky menaik turunkan alisnya menggoda kakak iparnya
Nisya terlihat lesuh "Gagal " Ucapnya tak bersemangat
"Kakakmu terlalu kaku dan ..." Nisya tak melanjutkan kata katanya
"Dan apa kak
"Dan sepertinya tidak tertarik dengan ku" Lirih Nisya tak bersemangat
__ADS_1
"jangan menyerah kak harus semangat " seru Rifky menyemangati