GAIRAH ISTRI KECILKU

GAIRAH ISTRI KECILKU
Ketahuan


__ADS_3

"Bagaimana kak apa ada kemajuan?" Tanya Rifky antusias terhadap kakak iparnya


Saat ini mereka sedang duduk berdua di gasebo belakang rumahnya ditemani berbagai cemilan buatan pelayan


Nisya tertunduk dengan raut wajah yang kurang bersemangat membuat Rifky sudah bisa menebak jika hubungan antra Abang nya dan kakak iparnya masih jalan di tempat alias tidak ada kemajuan


"Aku punya ide" Seru Rifky


"Apa, Jangan aneh aneh "Nisya memincingkan kedua matanya menatap penuh selidik kearah Rifky


"Ih..apaan sih, gak aneh aneh cuma sedikit menantang " ujar Rifky sedikit cengengesan


"Tuh kan? gak deh aku takut kalau abangmu marah sama aku" Keluh Nisya


"Tapi kita coba dulu kak, untuk tau perasaan Abang Dayyan kita harus coba cara ini dulu


"Tapi Bagaimana jika mas Dayyan marah


"kakak kan belum tau rencanaku apa malah berpikir negatif begitu " Kesal Rifky


"Kamu sendiri yang bilang kalau ini sedikit menantang,


"Iya sih tapi kita coba dulu


"Memangnya apa rencana kamu" Tanya Nisya penasaran


"What..!! gak gak aku gak mau " Tolak Nisya saat Rifky membisikkan sesuatu ditelinganya


"Dicoba dulu lah kak"


"Tapi.."Nisya terlihat ragu


"Pokoknya kita coba dulu ya ya "Bujuk Rifky sekali lagi

__ADS_1


Nisya akhirnya menganggukkan kepalanya meskipun agak terpaksa biar bagaimana pun ia juga ingin tau bagaimana perasaan suaminya terhadapnya meskipun tidak mungkin suaminya memiliki perasaan terhadapnya, Nisya tau itu karna Nisya sadar dia bukanlah siapa siapa melihat sikap Dayyan selama ini yang cuek terhadapnya


Nisya melangkah sangat pelan memasuki sebuah reatoran meski agak sedikit ragu namun Nisya tetap menemui seseorang suruhan Rifky


"Ingat ya kak jangan buat rencana kita gagal ini menyangkut masa depan kakak dengan abang Dayyan "Ucapan Rifky terus terngian di kepala Nisya seolah ucapan Rifky ada penyemangat nya


"Ini semua semata mata agar hubunganku dengan mas Dayyan berjalan sebagaimana mestinya seperti layaknya suami istri pada umum nya " Gumam Nisya


"Selamat siang apa anda Rama teman Rifky?" Tanya Nisya menatap pria didepannya


Seorang pria seumur dengan suaminya dengan perawakan cukup tanpan tinggi serta putih


"Iya, nona Nisya?" Tanya nya sembari mengulurkan tangannya namun Nisya hanya mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya


"Mari silahkan duduk" Pinta pria itu dengan ramah


Rifky merencanakan pertemuan antara Nisya dengan seorang pria bayaran Rifky disebuah restoran dekat perusahaan kakak nya, Rifky tau betul jika kakak nya akan makan siang di restoran itu


"Maaf kak, saya sebenarnya enggang datang kesini tapi Rifky sedikit memaksa ya terpaksa datang deh heheh " Nisya tertawa pelan akan kelakuan adik iparnya itu


"Hehehh anda bisa aja


Merekapun berbincang sambil tertawa lepas Nisya terbawa suasana tanpa sadar mereka sudah menghabiskan waktu selama satu jam lamanya


Tiba tiba terdengar suara dari arah belakan mengagetkan Nisya,


"Apa ini kelakuan kamu selama ini? kupikir kamu beda dengan mereka namu ternyata kamu pun sama


Deg..


Nisya terpaku ditempatnya ia belum menoleh ke sumber suara namun ia sangat tau suara itu, siapa lagi kalau bukan suaminya


"Mas.."Gumam Nisya saat sudah menghadap kearah suaminya

__ADS_1


Tatapan mereka saling mengunci dari tatapan Dayyan terlihat begitu kecewa melihat istrinya asik tertawa dengan pria lain


Sementara Nisya sangat takut akan tatapan tak bersahabat yang dilayangkan suaminya kepadanya


Tangannya meremas kuat ujung baju yang ia pakai jangan lupa keringat dingin yang bercucuran membasahi keningnya saat ini


Ingin rasanya mengumpat Rifky saat ini bisa bisanya ia mengikuti ide gila adik iparnya itu


"Pulang sekarang" Titah nya penuh penekanan tanpa melepas tatapannya kearah pria itu seolah ingin menerkam ptia fidepannya


Dengan langkah pelan dan sedikit takut Nisya meninggalkan ptia itu begitu saja, di pikirannya saat ini Bagaimana cara mencari alasan kepada suaminya


"Hei kamu mau kemana "Panggil Dayyan saat Nisya hendak meninggalkan restoran dengan jalan kaki


"Cari taxi online "Jawabnya singkat


Jujur saja Nisya masih takut menatap atau berada di dekat suaminya yang sedari tadi melayangkan tatapan tajam terhadapnya


"Naik kemobil"


"Ha.."Beo Nisya pasalnya ia tidak tau mau naik kemobil yang mana karna di tempat itu begitu banyak mobil berjejeran


"Naik !!" Bentaknya saat Nisya masih diam ditempatnya


"Iya, " Nisya akhirnya naik kemobil dimana ia sudah melihat Asisten suaminya sudah membukakan pintu mobil untuknya


Dalam perjalanan mereka hanya diam tak ada suara mengiringi perjalanan mereka memuju kerumah


Sampai didepan rumah mobil yang dukendarainya berhenti, Nisya turun begitu saja tanpa peduli dengan suaminya bukan tanpa alasan ia ingin segera menghindar dari suaminya


"Aku lebih takut jika melihatnya hanya diam saja tanpa berkata sepatah kata pun" Batin Nisya yang terus melangkah masuk kedalam rumah


Nisya tercengang melihat Rifky sudah ada di ruang tamu dengan didua orang bertubuh besar di dekatnya, tatapan mereka bertemu Nisya mencoba bertanya dengan isyarat kemudian Rifky pun membalasnya dengan sebiah isyarat dengan gelengan kepala tanda ia pun tidak memgerti dengan keadaan saat ini

__ADS_1


"Bawa mereka ke ruang kerja ku" Titah Dayyan pada bodyguard nya


Nisya dan Rifky dipaksa masuk keruang kerja Dayyan, dalam hati mereka sudah memanjatkan doa agar ia di beri perlindungan oleh yang maha kuasa


__ADS_2