GAIRAH ISTRI KECILKU

GAIRAH ISTRI KECILKU
Tawaran


__ADS_3

"Ayo keluar!" Menarik tangan Rara dengan cepat. Karena lift sudah terbuka.


"Lepas.... Lepaskan..!" Rara berontak, mencoba melepaskan tangannya dari genggaman pria yang ditabraknya kemarin di perkebunan.


"Aku ingin bicara denganmu. Gak usah takut."


Mempercepat langkah, sehingga Rara yang digerek kewalahan dalam menyeimbangkan langkah pria itu.


"Aku gak mau, lepaskan. !" tetap berontak dengan wajah memelas.


"Sebentar saja koq. Aku pria baik-baik. Jangan takut."


Kini mereka sudah sampai di rooftop hotel itu. Ternyata di rooftop itu ada cafe dan restaurantnya..Bersantai sambil ngemil di atap Hotel itu membuat betah karena suasananya yang nyaman dan dilengkapi beanbag. Dari roof top itu, bisa menikmati keindahan pemandangan kota Berastai


Hotel dengan rooftop cafe & restorannya itu menyediakan makanan lezat dan juga program live music yang bisa kamu nikmati setiap hari. Tak hanya rooftop café & restaurant-nya yang asik, hotel ini juga memiliki sarana lain yang akan membuat betah berlama-lama menginap di sini seperti area kolam renang yang juga berada di puncak gedung.


"Duduk, temani aku sarapan sebentar!" pria itu sok akrab saja. Menuntun Rara duduk di kursi. Kemudian pria itu duduk di hadapannya. Menjentikkan jari, dan seketika waiters menghampiri.


"Buatkan menu seperti biasa." Menatap pelayan dengan ramah . "Kamu Ra, mau makan apa?"


Kening Rara berkerut, kenapa pria ini tahu namanya. Ia saja gak tahu nama pria yang sok akrab di hadapannya.


"Mau makan apa?" Alva mengulangi ucapannnya. Masih dengan senyuman yang manis.

__ADS_1


Rara yang bingung memegangi leher dan tengkuknya. Dia tadi sudah sarapan. Jadi dia tak lapar.


"Biasanya cewek cantik suka makan salad. Buatkan salad paling enak untuk gadis cantik ini." Bicara penuh semangat, yang membuat Rara tercengang.


Ciihh..


Pria ini manis sekali mulutnya. Playboy ini pasti.


Rara membathin, memperhatikan lekat pria dihadapannya yang kini sedang merogoh tas ranselnya.


"Maaf, kemarin-kemarin aku tu ambil beberapa fotomu, saat kerja di cafe perkebunan itu." Menyodorkan satu map kuning kepada Rara.


"Bukalah...!" titah Alva dengan senyum manisnya.


Hasil jepretan pria itu sangat bagus. Rara kelihatan sangat cantik dan menarik di foto itu.


"Kamu itu cantik banget. Eemmmm.. Gimana ya bilangnya. Banyak sih cewek yang cantik. Tapi, disaat melihat wajahmu. Aduuhh... Gimana ya cara menjelaskannya. Pokoknya kamu itu menarik dan cantik. Jikalau orang melihat fotomu. Maka orang itu akan terhipnotis dan terjebak dalam foto itu. Sehingga ia ingin terus melihat fotomu. Kamu sangat fotogenik."


Penjelasan pria yang panjang itu membuat Rara semakin bingung. Apa maksud pria ini mengambil fotonya. Dan kenapa mereka malah bertemu di sini? apa ia dibuntuti?


"Apa maksud semua ini?" Rara meletakkan kembali amplop berisi fotonya.


"Sebentar ya, aku sarapan dulu. Ini sudah jam sepuluh pagi. Makanan belum ada yang masuk ke perut ku." Jelas pria itu sambil mengunyah makanannya.

__ADS_1


"Ayo makan juga. Itu salad paling enak di dunia. Dijamin..! karena kamu layak mendapatkan yang terbaik."


Dasar lebay, ini pria kebalikannya paman Bimo


Iiijhh.....


Rara menatap jengah pria di hadapannya. Kenapa sok akrab dan lebay gitu.


"Ayo di makan, setelah perut kenyang. Kita baru bicara." Tersenyum manis pada Rara yang terlihat bingung.


"Aku harus pergi, maaf ya?!" beranjak dari duduknya. Dan dengan cepat pria itu menahan tangan Rara.


"Dengarkan aku bicara sebentar. Duduklah dulu, aku benar-benar gak ada niat jahat samamu. Aku hanya ingin menawarkan sebuah kerja sama."


"Kerja sama? dalam hal apa?" Rara dibuat semakin penasaran. Ia akhirnya kembali duduk di kursinya.


"Makan dulu salad mu. Baru aku katakan."


"Aku gak suka salad. Please... Katakan, kamu ada perlu pa denganku. Aku tak bisa berlama-lama di sini." memelas dengan wajah penuh kekhawatiran. Ia tak mau dimarahi oleh suami bon cabe nya itu


"Baiklah, aku ingin menawarkan kamu masuk dalam Entertainment agency."


TBc

__ADS_1


__ADS_2