GAIRAH ISTRI KECILKU

GAIRAH ISTRI KECILKU
Goda an nyata


__ADS_3

"Bicara apa sih kamu Ra. Jangan minta yang aneh-aneh. Mending kamu pakai lagi tu sarung." Ujar Bimo dengan ekspresi kesalnya. Mengalihkan pandangannya cepat ke layar datar di hadapannya. Darahnya berdesir hebat saat ini hingga ke pusat dan bermuara di kepala bawah nya sudah menegang.


"Katanya suami yang penuh tanggung jawab. Melaksanakan tugas sebagai suami sesuai syariat agama kita. Setahuku, seorang suami punya kewajiban menyediakan sandang, pangan dan papan untuk istrinya. Masak aku minta dalaman saja gak dikasih." Rara masih berdiri di hadapan Bimo dengan ekspresi bete nya. Ia tak bisa kalau gak pakai dalaman rasanya risih.


"Kamu masih dalam tahapan training. Kalau sudah lolos. Baru menuntut hak. Aku juga tak akan menuntut kamu melakukan kewajiban. Aku suruh kamu mempelajari apa yang ku berikan tadi. Syukur - syukur nanti kamu bisa menerapkannya." Bimo bicara dengan tatapan fokus ke layar laptop di hadapannya. Ia tak sanggup melihat penampilan Rara yang menggoncang pertahanan keimanannya. Walau sebenarnya ia terjebak dengan pernyataan sang istri.


"Ya Tuhan, paman kenapa sih? pelita amat, aku tu minta yang belum dipakai bukan yang sudah dipakai.'" Rara menghentakkan kakinya kuat, mulai memungut sarung yang teronggok di lantai. Argumennya dibantah telak oleh Bimo.


"Jangan aneh-aneh, punyaku pasti kebesaran untukmu. Ngapain kamu pakai kalau kedodoran." Ujar Bimo dengan mengulum senyum yang tersembunyi. Kenapa bahas dalaman, jadi terdengar lucu.


"Oohh iya ya? baru tahu aku, kalau punyanya paman besar."


Deg


Ucapan spontanitasnya Membuat Bimo ingin ngakak.


"Kalau kamu masih gak bisa diam. Lebih baik kamu ke kamar kamu." mengusir Rara, untuk menutupi salah tingkahnya, karena kelakuan Rara yang menggelitik hatinya


"Iihh apaan sih, dari tadi minta pisah kamar." Rara cemberut, masih berusaha mengikat sarung di pinggangnya.


"Di sana kamu bisa cari training atau apalah yang bisa kamu pakai. Kalau disini, isi lemari banyak an sarung. Kalaupun ada celana panjang. Itu kedodoran untukmu." Jelas Bimo, masih tak mau menatap ke arah Rara. Yang tak sukses mengikat sarung di pinggangnya.


"Iya deh, aku pakai sarung ini saja." Ujar Rara, ia sudah sukses memakai sarungnya, ia mulai naik ke atas ranjang. Duduk bersandar di headbord, meraih dokumen yang diberikan Bimo dari atas nakas dekat tempat tidur.


Ia melirik Bimo yang terlihat menahan senyum dengan tatapan Fokus ke layar laptop.


Pasti bukan lagi kerja. Pasti lagi chating an. Kenapa senyam senyum?


Rara membatin, sembari memperhatikan jam yang ada di dinding kamar itu. Tenyata sudah pukul 21.45 Wib.

__ADS_1


"Paman gak mau tidur? itu sudah hampir jam 10 malam loh." Bimo kini melihat jam yang melingkar di tangannya. Walau di rumah, Bimo suka memakai jam tangan.


"Sebentar lagi, nanggung." Jawabnya pendek, dengan ekspresi datar.


"Nanti paman tidur di sini juga kan?"


Bimo menoleh ke ranjang, kedua matanya mengikuti tangan Rara yang menepuk-nepuk tempat yang kosong. Ia tak menanggapi ucapan Rara. Ia kembali fokus ke laptopnya.


"Takut banget sih, aku buat pembatas deh!" Rara meletakkan guling di tengah. Sekilas Bimo melirik apa yang dilakukan Rara. Kemudian pandangannya kembali fokus ke laptop.


"Eemm ... 20 cara jadi istri Soleha. Banyak banget sih paman? kenapa ya seorang wanita harus dituntut jadi serba bisa." Ocehnya lagi, Bimo tetap tak memberi tanggapan.


Rara mulai membaca Dokumen yang diberikan Bimo.


"Satu, pandai Mensyukuri Pemberian Suami.


Untuk bisa menjadi istri yang salehah selalu bersyukur dan berterimakasih akan apa yang diberikan oleh suami. Meskipun yang diberikan terkadang tidak sesuai dengan yang kita harapkan, sebagai istri harus pandai-pandai untuk bersyukur. Hal ini juga akan membawa keluarga dalam sebuah keluarga harmonis menurut Islam.


"Dua, Menjaga Rahasia Suami


Konflik dalam keluarga biasanya menjadi sangat rawan untuk menyebar tentang berbagai hal yang kurang menyenangkan dari suami yang kemudian diceritakan oleh orang lain. Padahal untuk menjadi istri yang salehah hal tersebut harus pantang untuk dilakukan. Seorang istri harus bisa menutup rapat-rapat setiap rahasia dari suaminya terutama hal yang berhubungan dengan hubungan intim antara istri dan suami.


Hoammm..


Baru membaca dua cara, ia sudah mulai bosan.


"Hadeuh..... Kantuk banget bacanya. Sulit juga ya jadi istri." Ujar Rara, tak henti-hentinya menguap. Memang ya kalau membaca, sering membuat kantuk. Apalagi yang dibaca, tidak disukai.


Bimo pura pura tak peduli saat Rara membaca referensi jadi istri Solehah yang diberikannya pada Rara. Padahal dari tadi, ia membuka lebar daun telinga nya saat Rara membacanya. Dan kini disaat ia melihat Rara sudah tertidur dengan memegang referensi yang diberikannya. Ia pun beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Meletakkan laptop di atas meja kerjanya dan men off kan nya. Sebenarnya ia juga sudah sangat kantuk.


Sebelum memutuskan untuk tidur. Bimo yang belum melaksanakan sholat Isya. Akhirnya melaksanakan rukun Islam kedua itu. Tentu saja, diakhir sholat ia tak lupa berdoa. Mendoakan agar dirinya selalu dijalan yang benar. Dan dimudahkan semua urusan serta dimurahkan rezeki.


Bimo tak henti-hentinya menguap. Ia mendekati ranjang. Memperhatikan Rara yang tertidur pulas dengan ekspresi wajah polos, dimana tangannya memegang referensi 20 cara jadi istri Solehah. Ia pun menyimpan nya di atas nakas.


Huufftt


Menghela napas berat, karena merasa banyaknya beban hidup yang datang belakangan ini.


Sebelum pria itu membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Ia kembali menatap sendu Rara, yang kini posisi tidurnya sudah miring ke arahnya.


"Kamu itu tidur lasak sekali." Ujarnya, mulai ketakutan, jangan-jangan nanti. Ia akan kena tendang atau kena tinju saat tidur. Karena, saat kecil. Saat Rara tidur dengannya. Sering Bimo jadi sasaran kekerasan Rara. Disaat anak itu bermimpi. Ia sering kena tendang dan tinju, karena Rara mimpi buruk.


Bimo akhirnya bisa merebahkan tubuhnya di sebelah Rara, dengan penuh kewaspadaan setelah ia menyelimuti tubuh sang istri yang penampilannya terlihat lucu dengan memakai baju kokoh dan sarung.


Pria itu pun membaca doa dan mencoba untuk rileks, agar bisa tertidur. Karena jujur ia merasa nervouse saat ini satu ranjang dengan Rara. Sesekali pria itu melirik sang istri yang tertidur dengan pulas di sebelahnya. Disaat melihat wajah polos sang istri saat tidur seperti saat ini. Ia tak menyangka Rara telah banyak melakukan hal hal keji selama ini. Mulai dari ketangkap pihak berwajib terkait penyalah gunaan Psikotropika, ketahuan ke dukun menggugurkan kandungan dan masih banyak hal tak bermoral lainnya yang sudah jadi kasusnya Rara.


Memikirkan itu semua, menghantarkannya ke alam mimpi.


Skip kejadian saat tidur seranjang.


"Astaghfirullah...!"


Bimo yang sudah terbangun dikejutkan dengan penampakan Rara yang sudah telan jang setengah badan. Selimut dan sarung yang dikenakannya sudah terjatuh di lantai. Baju kokoh yang dikenakan sang istri sudah tersingkap sampai ke perut. Tinggallah apem nya Rara terpampang nyata dan jelas.


TBC


Like, coment, vote dan hadiah say jangan lupa.🙏🤭

__ADS_1


__ADS_2