GAIRAH ISTRI KECILKU

GAIRAH ISTRI KECILKU
Kembar tiga


__ADS_3

Dua bulan kemudian


Perusahaannya Bimo yang sempat tumpur, karena kena tipu oleh Jenifer. Kini sudah mulai beroperasional. Ini semua berkat bantuan ayah mertuanya, Pak Kusuma. Cafe yang menyunguhkan View indah miliknya Bimo, juga semakin rame, yaitu Cafe yang mengusung obyek wisata, yang diberi nama Kebun Cinta Manis itu, semakin banyak pengunjung. Walau begitu, Rara tetap mau jadi waiters, padahal Bimo sudah melarangnya.


"Yang, kamu gemukan dech." Ujar Bimo memperhatikan sang istri lekat di hadapannya. Duduk dengan perut yang sedikit berisi.


"Masak sih sayang?" Rara memegang beberapa bagian tubuhnya, yang memang sedikit berubah. Terutama perut, dada dan bokong. "Iya ya? gara gara banyak makan ini." Ujarnya menatap tatapan matanya Bimo dengan senyum manis.


"Iya, jangan jangan kamu hamil?" tanya Bimo dengan sumringah. Memikirkan Rara hamil, sudah membuatnya senang.


Rara tersenyum tipis. "Tanda tanda hamil gak ada sayang, sebulan lalu kita test, negatif." Ujar Rara, memasukkan kembali strowbery yang ada di hadapannya.


Siang ini mereka sedang makan di cafe. Hampir setiap hari mereka makan siang di cafe.


"Ya, habis aneh saja. Kamu gak haid haid. Ya pasti hamil lah." Ujar Bimo dengan bingungnya. Walau ia belum tahu banyak seputar wanita. Ia tahu, kalau wanita yang hamil, pasti gak haid.


"Bulan lalu kan keluar bercak Sayang." Ujar Rara, ia bingung juga. Koq kemarin hanya bercak darah


Mungkin itu darah haid.


Rara memang belum siap untuk hamil. Jadi, ia tak terlalu memikirkan ke masalah itu. Sedangkan Bimo yang sangat sibuk dalam dua bulan ini. Juga gak mikir ke arah itu. Dan hari ini, di saat keduanya sedang banyak waktu luang, ditambah senang. Karena usaha mereka berjalan dengan baik, jadinya kepikiran ke masalah kehamilan.


"Rara... Rara sayang...!"


Rara langsung menoleh ke arah suara yang memanggilnya dengan sangat antusias itu.


"Mama kenapa ya paman, sebahagia itu?" tanya Rara pada Bimo, yang kini langsung cemberut. Pria itu tak menanggapi Pertanyaan istrinya. Yang membuat Rara, akhirnya menoleh ke arah sang suami.


"Paman kenapa?"


"Paman, Paman, aku ini bukan pamanmu! berapa kali aku bilang." Jelas Bimo merajuk.


Hahaha..


"Maaf ya suamiku.... Kebiasaan dari dulu." Rara langsung memeluk sang suami gemes, yang duduk dengan bete nya di hadapannya.


Kalau sudah dipeluk dan dapat kecupan di pipi, pastilah Bimo jadi tersipu malu.

__ADS_1


"Suamiku...! Honey bunny sweety.....Ku..!" Rara yang gemes, kini menjewer kedua pipinya Bimo.


"Rara... Kenapa kamu cubit pipi suamiku..?" ujar Mama Rani heran. Kini wanita itu sudah duduk di sisi pondok. Menatap lekat Rara kemudian mengalihkan pandangan ke arah Bimo, yang tersenyum padanya.


"Gak apa apa Ma. Gemes...!" Ujar Rara menjauh dari sang suami. Dan kini mendekati sang ibu. Rara sangat penasaran dengan mamanya yang terlihat bahagia itu.


"Mama kenapa? mau honeymoon lagi?" tanya Rara, mencoba membuat lelucon.


Setelah menikah dua bulan yang lalu. Pak Kusuma mengajak istrinya itu honeymoon. Tapi, istrinya itu jual mahal. Karena ia mikirnya, bulan madu paling ke bali. Eeehh... Gak tahunya mereka bulan madu ke Maldives dan keliling dunia.


"Eemmm.. Bukan, ini mama mau tunjukin hasil dari bulan madu." Dengan sumringah, Rani menyodorkan hasil USG pada sang putri.


"Mama hamil?" tanya Rara dengan tak percayanya. Mata masih setiap membaca hasil USG. Di situ tertulis mamanya itu, hamil delapan minggu.


Rani mengangguk cepat.


Bimo dibuat terpelongok. " Waah... Nanti, mama akan dapat dua panggilan. Panggilan Mama dan Nenek." Ujar Bimo, tersenyum tipis.


"Kamu hamil juga sayang..?" kini Mama Rani yang heboh, bertanya pada Rara. Ya, Rani baru pulang dua minggu yang lalu dari bulan madu. Jadi, pak Kusuma dan Mama Rani, bulan madu lebih dari sebulan. Pokoknya, akan pulang jika istrinya telah haid. Kalau belum hamil cetak anak terus. Maklum ABEGE Tua. Kedua nya sama sama jablay dulunya.


***


"Waaww... Amazing...!" ujar sang Dokter takjub melihat layar monitor.


"Napa..? napa dok?" Bimo dan Mama Rani dibuat penasaran. Bimo dan mama Rani, kini berdiri di sisi bed, dan sama sama menatap ke arah layar monitor USG.


"Ibu hamil, hamil kembar tiga."


"Apa..? Alhamdulilah... Wasyukurillah...!" Bimo dengan euforia yang berlebihan, menghujani wajah Rara dengan kecupan. Rara sampai dibuat termangu, dengan sikap lebay dan tak tahu malu suaminya itu. Bimo sungguh bahagia sekali, saking bahagianya, Ia bahkan menitipkan air mata, karena senangnya. Pria itu pun langsung bersujud syukur.


"Baru periksa pertama kali?" tanya dokter heran. Sang Dokter sudah selesai memeriksa kandungannya Rara. Pria itu berjalan menuju meja kerjanya.


"Iya Dok." Sahut Bimo semangat. Ekspresi wajah senang, bahagia masih tercetak jelas di wajahnya. Ia seperti memegang undian milyaran.


"Ouuwwhh.. Padahal usia kandungan ibu sudah masuk 10 minggu." Sahut Dokter tersenyum. Tangan sibuk menulis status pemeriksaan dari Rara.


"Iya kah?" sahut Rara lemas, harus nya ia cepat periksakan dirinya, hamil atau gak.

__ADS_1


"Emang gak pernah lakukan testpack?" tanya Sang dokter lagi, memperhatikan pasangan suami istri yang wajahnya bersinar sinar di hadapannya. Terutama sang suami, Bimo.


"Pernah sih Dok, sekitar sebulan lalu gitu. Tapi hasil negatif." Jawab Rara ramah., melirik Bimo yang masih terlihat semangat berkobar kobar.


"Oouuww.. Mungkin testpacknya, kadar luarsa. Biasanya hamil anak kembar, saat di test pakai testpack. Itu hasilnya cepat kelihatan. Karena Kadar HCG Tinggi." Ujar Dokter ramah, menjelasakan sambil memperhatikan pasangan suami istri di hadapannya.


"Entahlah Dok, mungkin benar juga, testpack nya gak bagus." Sahut Rara tersenyum ramah.


"Bisa jadi. Baik lah Bapak, ibu. Jaga kehamilannya, ibu hamil kembar tiga. Semoga ibu kuat, apalagi ini anak pertama." Ujarnya menatap lekat Rara. "Dan untuk pak Bimo, perhatikan istrinya, jangan buat sedih, Ok!" menatap lekat Bimo, yang terlihat bahagia itu.


"Itu pasti Dok!" sahutnya semangat 45. Ingin rasanya Bimo mengajak mama Rani, Rara, sang dokter untuk meelakukan aksi selebrasi di ruangan itu, saking bahagianya pria itu.


"Eemmuuacch.. Sayang banyak-banyak, cinta, banyak banyak!" saat Rara beranjak dari duduknya. Bimo langsung memeluk istrinya itu gemes dan menciumnya. Ucapannya juga sudah sangat lebay.


"Lebay kali kamu Bimo. Di rumah saja peluk pelukannya!" tegur Mama Rani, yang dari tadi, malu lihat sikap lebaynya Bimo.


***


TAMAT


Terima kasih aku ucapkan pada readers yang suka dengan novel ini. Jujur, ini novel jauh dari ekspektasiku. Aku tak menyangka, cerita Bimo dan Rara banyak yang suka. Padahal cerita ini, inspirasinya datang begitu saja. Awalnya tak ada niat mau buat cerita Bimo dan Rara.


❤️❤️❤️


Untuk readers terlove love, tersayang. Sudihlah kiranya, meramaikan novel baruku. Yang kisahnya terinspirasi dari kisah nyata. Yang berjudul


Akibat Rela Dimadu.


Ceritanya tak kalah seru loh say.


Cus klik profilku, baca ceritanya. Jangan lupa favoritkan, kasih like, coment positif, vote dan hadiah. Karena kita ada give away 50 ribu, untuk readers yang mendapat julukan fans diamond.


Di tunggu jejaknya di novel yang baru brojol, Akibat Rela Dimadu.


Beri dukungan pada novel baru author, biar author semangat. Dan kalau sudah semangat, pasti tangan akan lancar ketik Bonchap, kisah Bimo dan Rara. ,,🙏😍


__ADS_1


__ADS_2