GAIRAH ISTRI KECILKU

GAIRAH ISTRI KECILKU
Rasa canggung


__ADS_3

"Kelihatan ya" Seru Rifky terlihat antusias menatap kedua Abangnya


"Cih, aku herang aja yang nikah abang Dayyan tapi kamu yang terlihat bahagia sekali" Cibir Fathan


Rifky hanya nyengir kuda mendengar perkataan abangnya


"Kalau bang dayyan gk mau biar Rifky aja yang menikahi kak Nisya, Rifky mau kok" Celetuk Rifky yang langsung dapat lemparan bantal kursi dari Dayyan


"Enak aja, belajar dulu yang benar, jangan cepat berpikir kesana" Geram Dayyan terhadap adik bungsung


Rifky malah cengengesan ia sengaja berkata seperti itu hanya ingin melihat reaksi Abangnya karna Rifky melihat sedari tadi abangnya hanya diam tak berkomemtar apa apa


"Abang cemburu ya.. ya. "Goda Rifky lagi


Rifky paling suka menggoda abangnya karena menurutnya abangnya terlalu kaku apa lgi terhdap perempun


"Aw..apaan sih bang " Keluhnya saat tangan Fathan mendarat dikepalanya


"Kamu tuh ya, gk ada sopan sopannya


Rifky cekikikn, "Sorry bang"


Ayo ngaku aja abang cemburu kan?" Rifky terus saja menggoda abang nya membuat Dayyan merona karna malu


Malu karna ketahuan jika ia memang cemburu, tak di pungkiri meskipun adiknya sendiri dayyan tetap tidak suka jika ada yang mendekati gadis yang sudah sah menjadi istrinya


Sementara didalam kamar Nisya terus saja menatap dirinya di pantulan cermin sesekali ia menyeka air matanya yang terus mengalir

__ADS_1


Pertama ia batal menikahi pria pilihan pamannya kemudin ia menikah dengan orang yang sma sekali ia tidak kenal, kenapa takdir selalu saja mempermainkan nya


"Ya Allah semoga pernikahan ini yang akan membawaku pada kebahagian yang melimpah" Doa Nisya dalam hati


Dayyan melangkah dengan sedikit gontai menuju kamarnya perasaan cemas serta rasa gugup menyatuh menguasai dirinya sast ini bagaimana tidak, malam ini ia tidak sendiri lagi didalam kamar nya dan ia akan sekamar dengan istrinya.


Setelah sampai diambang pintu, Dayyan terlihat ragu untuk membuka pintunya terlalu sungkan berada di satu ruangan yang sama dengan gadis yang masih terasa asing baginya


Clek..


Pintu terbuka, Dayyan mengedarkan pandangannya kesetiap sudut ruangan mencari sosok gadis yang ia nikah tadi siang


Dengan jantung yang bedetak tak karuan Dayyan berjalan masuk namun ia belum melihat gadis itu namun indra pendengarannya menangkap suara germercik air dari dalam kamar mandi


"Mungkin saja wanita itu sedang mandi sekarang" Pikir Dayyan kemudian ia duduk dipinggir ranjang sembari menunggu Nisya yang masih berada di dalam Kamar mandi


"Mandi lah mas, aku sudah menyiapkan air hangat untuk Mas didalam"Kata Nisya yang sedikit merasa canggung dengan suaminya itu


"Terimakasih" Ucapnya sembari beranjak dari duduknya kemudian masuk kekamar mandi


Setelah Nisya menyiapkan pakaian ganti suaminya ia pun keluar untuk menyiapkan makan malam meskipun rumah ini memiliki pelayan namun ia tidak ingin hanya duduk makan saja tanpa melakukan apa apa


sampai didapur Nisya sudah melihat para Pelayan sudah menyiapkan makan malam


"Assalamualaikum bi' ada yang bisa saya bantu?" Tanya Nisya sembari melangkah lebih dekat


"Walaikumsalam" Nona sebaiknya duduk saja nanti tuan marah jika melihat nona disini" Kata Bi minah

__ADS_1


"Gak apa apa bi, Aku tidak bisa hanya duduk diam saja, aku ingin membantu masak boleh ya?" Pinta Nisya sedikit memohon


Sementara Kedua pelayan itu tampak berpikir ia sangat takut jika tuan Dayyan marah kepadanya karna membiarkan istri nya masak


"Bibi tenang saja, tuan tidak akan marah" Seolah tau apa yang di pikirkan pelayan itu


Hampir satu jam Nisya berkutat didapur kini ia sudah menata masakanya diatas meja makan


"Waah pasti masakan nya enak karna kakak ipar yang masak " Rifky tiba tiba datang memyapa Nisya yang masih menata makanannya


Nisya hanya tersenyum menanggapi perkataan Rifky yang selalu saja hebo sendiri


"Kakak masak apa "Tanya Rifky kini duduk di depan Nisya


"Aku tidak pintar masak aku hanya bantu bibi saja "Nisya cengengesan


"Rasanya pasti tetap enak karna ada kak nisya yang bantu bibi " Seru Rifky disambut gelak tawa dari Nisya


Entah kenapa Nisya merasa senang jika bersama rifky bawaannya ketawa trus melihat anak ini ada aja tingkahnya


"Kita tunggu kakak kamu dulu baru kita makan malam" Kata Nisya


"Baik kak


Fatha datang langsung menyapa Nisya, mereka merasa senang karna meja makan yang selalu dihuni 3 orang saja kini bertambah adanya Nisya


"Selamat malam kakak ipar" Sapa fathan kemudian duduk didekat Rifky

__ADS_1


__ADS_2