GAIRAH ISTRI KECILKU

GAIRAH ISTRI KECILKU
Syarat


__ADS_3

"Pengacara hebat, tentu butuh dana banyak. Sedangkan hari ini, kita harus keluarkan banyak uang untuk bayar tanah." Ujar Jenifer serius.


Rara memperhatikan lekat sang suami dan Jenifer yang berkomunikasi dengan tegang itu. Dan ia seolah tak berfungsi lagi di tempat itu. Tapi ia tak boleh baper. Situasi sedang sulit. Ia tak boleh terbawa perasaan karena kehadiran Jenifer di tempat itu.


"Itu bisa ku atasi, kalau aku sudah keluar dari sini." Ujar Bimo dengan lemah. Ya memang ia lagi butuh banyak modal usaha. Karena ia baru merintis. Tapi, kalau ia tak bebas dari jeratan hukum. Bagaimana dengan usaha agro wisatanya.


"Iya bang." Ujar Jenifer datar. Dengan adanya masalah ini tentu kerjaannya semakin banyak.


"Pulanglah, cepat laksanakan!" titah tegas.


Jenifer melirik Rara dan melempar senyum tipis. Sebelum meninggalkan tempat itu.


Huufftt..


Bimo menarik napas dalam dalam, menatap sang istri dengan tidak percaya diri.


"Semua masalah ada penyelesaiannya. Dan ini bukanlah masalah yang besar. Perkelahian itu karena aku. Aku bisa buat kesaksian di pengadilan jika aduan ini sudah masuk persidangan." Ujar Rara lembut penuh ketegangan. Ia tak akan diam, ia akan mengeluarkan suaminya itu, bagaimana pun caranya.


Bimo tersentuh dengan ucapan sang istri yang bijak itu. Ternyata suaminya itu sangat dewasa pemikirannya. Ia telah memang salah menilai Rara selama ini.


"Iya sayang." Bimo kembali meraih jemari sang istri. "Terima kasih ya, karena tetap sabar dan mau menemaniku. Ku pikir kamu akan pergi." Ujarnya dengan ekspresi sedihnya. Bimo jadi yakin, bahwa Rara memang mencintainya.


Rara hanya mengangguk menanggapi ucapan Bimo. Rasanya ia tak bisa berkata kata banyak lagi. Tapi keduanya masih slaing pandang. Memberi semangat satu sama lainnya.


"Waktu besuk sudah habis Bu." Ucapan Pak polisi membuat keduanya terpaksa memutus kontak mata yang masih rindu itu. Baru dua hari mereka akur dan sedang mesra mesra. Dan sekarang harus dipisahkan karena masalah yang cukup pelik.

__ADS_1


"Jangan pikirkan yang macem macem. Yakinlah semuanya akan selesai. Jangan tinggalkan aku ya?!" ujar Bimo dengan serius. Ia terlihat ketakutan ditinggalkan Rara.


"Iya sayang..!" Bimo kembali mengecup jemari sang istri.


Orang orang yang ada di tempat itu merasa terharu juga, melihat besarnya cinta kasih sayang yang ditunjukkan keduanya. Disaat ada masalah. Tak ada yang saling menyalahkan.


Rara pun meninggalkan gedung itu, setelah apa yang dibawanya benar sudah sampai ke tangan suaminya. Dengan lemas ya ia berjalan ke mobil yang terparkir.


"Hei... Hei... Tunggu....!"


Rara sudah kenal suara itu. Itu adalah suaranya Alva. Rara tak mau menambah masalah, ia harus menghindari pria itu. Dengan cepat Rara menyeret kakinya ke mobilnya yang terparkir.


"Hei tunggu!" tangannya sudah berhasil diraih pria itu.


"Wwaahh... Ngeri juga ya kalau marah." Alva melepas tangannya dari tangannya Rara. Dengan secepat kilat Rara membalik badan.


"Hei tunggu dulu, aku akan bebaskan suamimu, tapi dengan syarat kamu mau ya jadi model ku!" bicara sambil menahan pintu mobilnya Rara.


"Aneh...! aku tak perlu bantuanmu. Karena ini ulahmu kan? "


"Gak! ini ibuku yang melaporkan!"


"Dasar anak mami..! Awas.....!" Rara menarik kuat pintu mobilnya, sehingga pintu mobilnya tertutup juga.


"Hei... Dengar... Kamu salah paham denganku..," teriak Alva, bergegas masuk ke dalam mobilnya. Ia berniat menyusul Rara.

__ADS_1


Huuufftt...


Rara menarik napas sedalam dalamnya. Rasanya ia kehabisan stok udara di paru paru nya, karena mendengar penuturan Alva, yang mengatakan bahwa yang melaporkan Bimo adalah ibunya Alva.


"Dasar keluarga aneh!" umpat Rara kesal. Haruskah ia menghubungi ayahnya Ezra. Tapi, Bimo melarangnya. Kalau ia tak mendengar ucapan sang suami, bisa salah paham dan bertengkar.


"Pak, kita ke kantor barunya suamiku ya!" titah Bimo ramah pada sang supir. Ia harus bertemu Jenifer. Ia harus ikut andil dalam pekerjaan suaminya kali ini. Dia harus bisa. Ia meragukan Jenifer. Dulu setahu dia, Jenifer dipecat ayahnya karena kasus korupsi uang pajak di kantor ayahnya.


TBC


Daftar nama readers pemenang give away. Yang dukung novel ini dengan nominal memberi hadiah 3000 dukungan selama satu bulan ini.


Ranking 1-3 mendapatkan pulsa 25 ribu.


Ranking 4-8 mendapatkan pulsa 20 ribu.


Terimakasih banyak atas dukungannya. Hanya bisa memberi give away segitu. Semoga novel ini kedepannya dapat cuan yang banyak. Agar kita dapat berbagi lagi.


Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak yang telah beri like, vote, hadiahnya. Dan komentar positif nya buat buat senyum saat bacanya. Maaf kalau semuanya tak bisa dibalas.


Eehh satu lagi, kemarin aku dapat tips dari kak Aira Hadera 🙏


Yang dapat give away. Chat aku ya sayangku..!🤗🙏


__ADS_1


__ADS_2