GAIRAH ISTRI KECILKU

GAIRAH ISTRI KECILKU
Bab 19


__ADS_3

Dayyan membawa Nisya keluar dari gedung itu mereka tak langsung pulang Dayyan membawa istrinya kesebuah tempat yang sudah ia persiapkan untuk sang istri


"Loh loh bukannya ini bukan jalan kearah rumah ya mas" Tanya Nisya sedikit heran


Dayyan hanya membalasnya dengan senyum tanpa mau menjawab pertanyaannya ia hanya fokus mengemudi


"ish..selalu seperti ini berasa ngomong sendiri "Gerutu Nisya mengerucutkan bibir nya


"Sebenarnya mas mau bawa aku kemana sih, ini kan sudah larut malam " Nisya terus berceloteh meskipun semua ucapannya seolah angin belakan untuk suaminya karna sedari tadi Dayyan tidak menyahut atau menjawab pertanyaan istrinya


Sampai pada akhirnya Nisya merasa capek sendiri karna sedari tadi ia hanya bicara seorang diri


Dayyan menatap sekilas istrinya yang sudah tertidur kemudian fokus melanjutkan mengemudikan mobilnya hingga berhenti disebuah vila dipinggiran nya ada sebuah pantai yang sangat indah


Nisya perlahan membuka matanya diedarkannya pandangannya kesetiap sudut ruangan yang sangat asin baginya


Hanya cahaya tamaran sebagai cahaya didalam kamar itu membuat Nisya merasa agak sedikit takut apalagi sang suami tidak ada di dekatnya


Nisya menghidupkan layar ponselnya mencoba melihat jam yang ada diponselnya, Jam sudah menunjukkan pukul 2 malam


Nisya semakin dilanda rasa takut saat ia membuka pintu kamarnya semua nampak gelap, pikirannya sudah kemana mana berpikir jika suaminya sudah membuangnya


"Mas Dayyan tega banget sih" Isak tangis Nisya sudah terdengar pilu apa lagi celotehan nya yang seolah dayyan dengan teganya telah mebuannya ketempat sepi


Nisya terus berjalan menelusuri setiap ruangan ia melewatinya begitu saja tanpa mau melihat isi rumahnya, padahal di ruang tengah itu terdapat foto keluarga yang berukuran besar, karna rasa paniknya Nisya tak begitu peduli akan sekitarnya


"Mas...mas..mas Dayyan.."Panggil Nisya dengan suara sedikit gemetar


Merasa tak ada sahutan Nisya berjalan terus mencari keberadaan suaminya hingga ia sampai di halaman belakan vila itu


Ia terus berjalan mengikuti cahaya yang menghias begitu indah di halaman itu

__ADS_1


Tatapannya beralih pada sosok yang ia cari sedari tadi sedang berdiri menghadap kearah nya


"Mas...."Teriaknya sembari berlari menghampiri suaminya


Tap


Nisya langsung memeluk tubuh sang suami begitu eratnya, Nisya takut jika suaminya benar benar meninggalkannya


"Mas aku takut kamu meninggalkanku" Isak Nisya yang masih dalam pelukan suaminya


"Siapa yang akan meninggalkanmu aku membawamu kesini hanya ingin membuat kejutan untuk mu tapi semua gagal karna kamu ketiduran "Dari nada bicara Dayyan terlihat kesal karna ia sudah menyiapkan semua ini untuk istrinya namun semua gagal


Nisya melepas pelukannya kemudian menatap sekelilingnya banyak lilin yang menyala di taman itu dengan bertuliskan kata I love you Nisya


"Mas ini.." Nisya tak dapat melanjutkan ucapannya ia menatap dalam suaminya seolah meminta penjelasan


Dayyan mengangguk "Iya inilah kejutan yang ku persiapkan untuk kamu namun karna kamu ketiduran gagal deh


"Tapi aku suka mas ,Terimakasih mas "Nisya langsung melayangkan ciuman singkat di pipi Dayyan kemudian beralih kemeja makan yang sudah dihias sedemikian cantik bahkan makanannya pun masih utuh


"Ini semua kejutan buat aku mas" Seru Nisya lagi hampir tak percaya yang selama ini ia kira suaminya bagaikan robot tak ada manis manisnya ternyata memiliki sisi romantis nya


Dayyan mendorong kursi untuk nisya kemudian mempersilahkan nisya duduk bak seorang ratu


"Terimakasih masku " Ucapnya kemudian sembari mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda suaminya


Dayyan hanya tersenyum saja melihat tingkah genit istri kecilnya itu


"Kamu tunggu disini,"


Dayyan meninggalkan Nisya kemudian beberapa menit kemudian ia kembali dengan membawa buket bunga mawar membuat Nisya terperangah melihat suaminya yang memegang buket bunga.

__ADS_1


Sesaat Nisya terpesona betapa gagahnya pria yang sudah sah menjadi suaminya itu


"Will you marry me " Ucap Dayyan begitu sampai dihadapan Nisya kemudian menyodorkan buket bunga itu


Nisya terkejut bukan main antara percaya dan tidak seorang Dayyan yang terlihat seperti robot bisa se romantis ini apa dia salah minum obat?" Pikir Nisya


"Mas sehat?


Pertanyaan itu keluar begitu saja di mulut Nisya


Dayyan menaikkkan alisnya sebelah untuk apa istrinya bertanya seperti itu "pikirnya


"Sehat " Jawabnya meskipun banyak pertanyaan yang bersaran di kepalanya


""Mas tiba tiba bersikap romantis seperti ini kayak bukan mas Dayyan tau gak, trus ini mas ngelamar aku bukankah kita suami istri ada ada aja deh mas" Gerutu Nisya


Dayyan menarik nafas berat, acara yang sudah jauh hari ia persiapkan agar ia bisa terlihat sempurna di mata istrinya bahkan Dayyan mengadakan lamaran karna ia pikir Waktu nikah dulu Dayyan tidak melamar Nisya secara langsung namun apa ini, gadis itu bisa bisa nya merusak suasana yang aku buat. Apa dia tidak berpikir begitu susahnya aku bersikap romantis agar gadis itu terharu .


"Nggak romantis banget sib "Keluh Rifky yang tiba tiba keluar dari persembunyiannya begitu juga fathan dan zen Asisten pribadi Dayyan


"Kalian ada disini?" Seru Nisya kegirangan


"Sudalah bang, abang kan tau dia tidak seperti gadis normal lainnya, " Kesal Rifky


karna sedari tadi ketiga laki itu bersembunyi siap untuk mengambil momen romantis mereka namun Nisya malah merusak suasana


"Hei apa maksud kamu" Serka Nisya menatap nyalang kearah Rifky


"Kakak ipar merusak suasana saja, kakak ipar harus tau ngebuat acara ini tuh langkah banget bagi abang, Kakak ipar harusnya bersyukur karna abang mau membuat lamaran terhadap kakak ipar meskipun terkesan terlambat namun setidaknya kakak ipar harus hargai usaha abang." kata fathan panjang lebar


Fathan pun tak habis pikir dengan kakak iparnya itu, ia malah kasian melibat wajah kecewa abangnya padahal acara ini ia persembahkan khusus untuk istrinya

__ADS_1


Nisya mencerna kata kata Fathan ia pun mulai konek dengan semuanya ia merasa sangat bersalah karna sudah mengacaukan semuanya.


__ADS_2