
Setelah membersihkan diri masing masing mereka pun keluar dari kamar, Nisya bergegas menuju dapur untuk mencari sesuatu yang bisa membuat perutnya kenyang, bertempur dengan suaminya benar benar menguras tenaga nya bahkan cara jalan nya pun terseok seok karna intinya masih terasa nyeri
Tak beda hal nya dengan Nisya Dayyan yang sedari tadi mengekor dengan istrinya terlihat berbeda pagi ini membuat para pelayan yang melihat itu tercengang pasalnya selama ini tuannya tidak pernah terlihat tersenyum dan pagi ini seolah keajaiban terjadi pada mereka karna bisa melihat senyum sang tuan
"Mas mau makan apa" Tanya Nisya saat sudah sampai di dapur
"Kamu bisa masak ?"
"Nggak sih hehee" Nisya nyengir kuda " Tapi kemarin aku sudah belajar kok sama bi surti" Sambungnya
"Biar aku saja yang masak, lain kali saja aku mencicipi masakan mu " kata Dayyan menggeser sedikit tubuh Nisya
Bukan tanpa sebab Dayyan menolak jika Nisya yang masak, ia tidak ingin merusak makan siangnya karna istrinya tidak pintar urusan dapur, perut Dayyan sudah tak bisa menunggu lama lagi untuk diisi ia memilih masak yang simpel saja nasi goreng ala kadarnya
"Tuan, biar saya saja yang siapkan makanan untuk tuan dan nyonya" Kata bi surti saat melihat tuan dan nyonya nya berada di dapur
"Tidak apa apa bi aku ingin mencicipi masakan suamiku" Sahut Nisya tertawa kecil
Bi surti menatap kearah Dayyan seolah meminta meminta persetujuan nya, Dayyan menganggukkan kepalanya sehingga bi surti meninggalkan pasutri itu
Karna hari ini hari minggu Dayyan bisa meluangkan waktunya untuk sang istri meskipun mereka masih terlihat agak canggung sih maklumlah mereka baru mengarumi lautan percintaan hehehee
Setelah menyantap sarapan siangnya mereka kembali bersantai di ruang keluarga, siang ini rumah terlihat sunyi karna ketidak hadiran Rifky bersama fatha entah mereka berdua sejak pagi pagi sudah meninggalkan rumah
"Mas aku boleh..
"Nggak boleh " Potong Dayyan cepat ia tidak ingin istrinya itu meminta sesuatu yang membuatnya kesal Bagaimana tidak semenjak bergaul dengan Rifky istri kecilnya ini selalu meminta izin ingin ikut ngumpul bersama teman teman Rifky
"Ih apaan sih belum juga selesai ngomong udah di potong aja"
"Itu karna aku sudah tau apa yang ada dipikiranmu itu" ujar Dayyan tanpa mengalihkan pandangannya kearah laptop yang ada di pangkuannya
__ADS_1
"Emang aku mau ngonong apa coba mas kayak cenayan tau pikiran orang " Celetuk Nisya memanyungkan bibirnya
Dayyan tersenyum saja melihat kekesalan istrinya.
"Otakmu itu gak jauh beda dengan otak Rifky.
"Mas nyebelin tau ga" Keluh Nisya sembari mengupas buah apel kemudian meyuapi suaminya
"Aku tidak mau tau jangan bergaul dengan Rifky aku tidak mau dia mengenalkanmu lagi dengan teman teman perkumpulannya "
"Mas tenang saja meskipun banyak teman rifky yang tanpan tapi bagiku hanya satu yang paling tanpan di dunia ini yaitu mas" Seru Nisya penuh semangat
Jangan di tanya hati Dayyan saat ini seperti anak kecil ia tersipu malu dengan ucapan istrinya
Cup..
Satu kecupan singkat di bibir Nisya siapa lagi kalau bukan Dayyan pelakunya
"Mas...
"Aku senang deh mas lihat kamu ketawa seperti ini dari pada diam, kaku seperti robot saja tak ada ekspresinya" Cerocos Nisya membuat Dayyan toba tiba menghentikan tawanya
Ia sendiri tidak sadar dirinya bisa tertawa separti itu
"Mas kita kekamar yuk" Ajak Nisya dengan centilnya sembari mengedipkan matanya
"Mau ngapain kita ke kamar" Tanya Dayyan merasa heran
"Ya Allah mas kamu tuh gak peka banget sih "
Dayyan bukan nya tidak peka bahkan ia mengerti sangat mengerti akan kode dari istrinya hanya saja ia ingin menggoda istrinya saja
__ADS_1
Jika boleh jujur Dayyan pun sangat menginginkan mengulangi aktivitas panas mereka
Nisya mendengus kesal menatap kearah suaminya kemudian berlalu begitu saja meninggalkan ruang tamu tanpa peduli dengan suaminya
Belum juga Nisya sampai di ambang pintu kamarnya sebuah tangan kekar melingkar di pinggangnya
"Maaf..aku hanya ingin menggodamu saja " Ucap Dayyan sambil mengecup telinga Nisya membuat sang empuh meremang seketika
"Mas.."Panggil Nisya gugup
"Ayo kita masuk " Ajak Dayyan sambil membuka pintu kamarnya
Dayyan langsung menyerang Nisya tanpa ampun begitu ia sampai didalam kamar nya membuat Nisya tak bisa mengimbangi serangan sang suami
"Mas..." Nisya melepas ciumannya sembari menghirup udara dalam dalam seolah oksigendalam tubuhnya berkurang
"Mas mau membunuhku ya" kesal Nisya
"Maaf sayang abisnya bibirmu udah menjadi candu untukku" Ujar Dayyan sambil membelai wajah manis sang istri
Nisya tersipu kemudian menatap sinis seolah mencibir Dayyan " Dulu aja cuek sekarang malah ketagihan" Celetuk Nisya
"Ya kan belum dirasakan sayang sekarang udah dirasakan bahkan sudah...
"Maaass..."Rajuk Nisya
Nisya bahkan baru tau jika suaminya tak sekaku yang ia pikir ternyata sisi lainnya dari suaminya adalah sangat MESUM
Dayyan tidak mendengarkan rengekan istrinya, Ia kembali meyatuhkan bibirnya ke bibir Nisya menyesapnya penuh kelembutan ciuman itu kemudian berpindah turun keleher dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikannya disana
"Aaakh...mas.." Satu de sa han keluar begitu saja saat tangan Dayyan sudah tak terkontrol mejalar kemana mana sampai ia menemukan kesekuannya kedua bukit kembar istrinya
__ADS_1
Hingga keduanya sama sama terpuaskan dan melakukan beberapa pelepasan karna Dayyan tidak melakukanya sekali bahkan berkali kali membuat Nisya benar benar sudah terkapar tak berdaya