
"Mas.." Mata Nisya nampak berkaca kaca rasa bersalahnya kian merasukinya saat ini bagaimana tidak, kejutan yang sudah dayyan persiapkan untuknya malah gagal karna ulahnya
Nisya langsung memeluk suaminya dengan begitu eratnya "Yes, I will merry you" Ucapnya kemudian semakin mengeratkan pelukannya
"Cek..mesra mesranya dikamar noh, hargai bang zeno yang jomblo "Cerocos Rifky sembari cekikikan melihat wajah zeno yang memerah
"Kok aku sih emang kamu gak jomloh?" Cibir zeno
"Kalau aku sih masih dalam tahap seleksi, mencari yang sempurna,bukannya jomloh tapi masih mencari yang lebih baik" Kata Rifky dengan bangganya
"Sama aja kan jomloh namanya" Ketus zeno
"Mas kita kekamar yuk, disini banyak pengganggu, berisik" Ucap Nisya tanpa dosa
Sementara Rifky mendengus kesal akan ucapan tak berakhlak kakak iparnya
"Ayo sayang"
"Hei..kalian kebanggetan ya, gak hargai kami yang jomloh main masuk kamar aja" Protes Rifky
__ADS_1
"Yang jomloh jangan iri yah" Ucap Nisya cengengesan
Meninggalkan ketiga jomloh itu kini mereka masuk kedalam kamar yang akan melewati malam panjang mereka
"Sayang, aku minta maaf karna..
Nisya menutup bibir Dayyan dengan jari telunjukkan menyuruh suaminya berhenti bicara jika hanya ingin minta maaf tentang lamaran yang ia adakan secara dadakan
"Aku yang harusnya minta maaf sama mas, aku gak pernah serius setiap kali mas melakukan sesuatu untuk aku" Lirih Nisya sembari menundukkan mepalanya
Dayyan langsung mendekap tubuh mungil istri nya, saat ini mereka sudah berada di dalam kamar duduk ditepi ranjang mereka
"Kapan ya..." Dayyan pura pura berpikir sambil memainkan jemari telunjuknya di dagunya
"Mas..."Rajuk Nisya sambil memanyungkan bibirnya
Tawa Dayyan pecah seketika melihat raut wajah istrinya yang cemberut
Dayyan kemudian mengusap kepala Nisya yang masih terbungkus dengan hijabnya
__ADS_1
"Jika di tanya kapan aku jatuh cinta sama kamu, aku sendiri tidak tau namun semenjak kamu menolong mas waktu itu mas selalu memikirkanmu bahkan bayanganmu tidak pernah lepas dari ingatanku sampai pada akhirnya kita di pertemukan kembali di sebuah mall waktu itu perasaan itu semakin besar rasa ingin memilikimu begitu besar namun sayang perkataanmu yang akan menikah membuat mas merasa kehilangan
Namun Allah masih berpihak sama saya karna aku yang telah menikahimu "Ungkap Dayyan panjang lebar, ia tidak mungkin memberi tahu Nisya jika ia lah yang menculik Calon pengantin laki lakinya, biarlah dia yang simpan rahasia ini
"Apapun yang terjadi kedepannya aku harap kamu lebih percaya sama aku dibanding orang lain karna percayalah aku sangat mencintaimu" Ungkap Dayyan tulus
"Mas.." Kini mata Nisya kembali berkaca kaca akan ungkapan dari suaminya
"I love you Istriku "
" I love you to suamiku"
Cup..
Detik itu juga bibir mereka menempel sempurna mereka saling sesap saling berbelit ******* bertukar saliva
Hingga terjadilah penyatuan yang membahagiakan bagi kedua insan itu, Nisya sangat bersyukur karna bisa bertemu dan mengenal suaminya yang awalnya sangat fingin terhadapnya dan siapa sangka jika dibalik sikap suaminya itu menyimpan sisi romantisnya sedikit walaupun hanya sedikit heheh
Malam itu mereka lalui dengan memadu kasih bermandikan keringat, Dayyan tak hanya melakukan sekali bahkan ia hanya memberi Nisya waktu istirahat hanya setengah jam kemudian ia kembali menyerangnya dan mereka selesai melakukan ritual suami istri nya hingga dini hari dan Nisya pun sudah tak berdaya di dalam pelukan sang suami
__ADS_1