
Tok
Tok
Tok
"Ada tamu Bos!" tak kunjung mendapatkan jawaban dari sang atasan. Romi terus saja melapor pada Bimo kalau ada tamu memaksa bertemu dengannya.
"Iya..!" jawab Bimo keras, penuh kekesalan. Gara gara tamu sialan, Bimo tak jadi nen nen.
"Rapikan pakaianmu sayang!" masih menyempatkan mengecup bibirnya Rara yang sudah membengkak.
Rara menggeleng heran dengan sikap sang suami. Genit betul, seperti orang yang baru kutuan saja, gatal dan ingin digaruk.
Huufftt... Bimo menghela napas panjang, dan membuka pintu ruangannya. ia mengusap wajahnya lembut. Mencoba membuat ekspresi wajah biasa saja, berjalan ke lobby kantor daruratnya.
Di ruangan itu duduk seorang wanita di sofa warna coklat. Wanita yang ada di hadapannya tergolong sebayanya. Cantik dan sangat modis. Tapi, terlihat kesedihan di wajah sang tamu. Bimo jadi dibuat penasaran.
Melihat Bimo berdiri di hadapannya dengan jarak dua meter. Wanita itu menghampiri Bimo dengan ekspresi wajah kusutnya.
"Lepaskan anak saya..! tolong pak, lepaskan anak saya.. " ujar wanita itu menangis histeris, langsung bersujud di hadapan Bimo. Sontak Bimo yang terkejut memundurkan langkahnya. Mana mungkin ia mengizinkan seorang wanita mencium kakinya.
__ADS_1
Para karyawannya Bimo yang dibuat penasaran dan heran. Mereka semua mengintip ke ruang tamu. Tapi, saat Bimo menoleh kebelakang. Semuanya ngacir ke meja kerja masing-masing, termasuk Jenifer.
"Tolong ... Tolong bebaskan anak saya!" kini wanita itu mengatupkan kedua tangannya, mendongak menatap Bimo, yang terperangah. Wanita itu Masih terduduk dilantai.
"Tolong.... Anak saya tak bersalah.!" masih memohon pada Bimo dengan berlinang air mata. Tangisannya terdengar menyayat hati.
"Ibu tenang ya? ayo berdiri dulu. " Ujar Bimo memberi kode dengan tangan nya agar wanita itu bangkit dari duduknya. Ia tak mau membantu wanita itu bangkit, karena Bimo sedang waspada.
Rara yang ada di ruangan, dibuat penasaran dengan suara gaduh di depan. Ingin ia keluar, tapi ia merasa malu, karena kelakuan me sum mereka tadi. Ia yakin, pasti karyawan nya Bimo, tahu apa yang mereka lakukan di ruangan itu.
Wanita itu sudah kembali duduk di tempatnya. Sedangkan Bimo mengambil posisi duduk di hadapan wanita tersebut.
"Jelaskan apa yang saya bisa bantu Bu? saya heran, ibu datang langsung nangis dan menyembah nyembah saya." Ujar Bimo ramah.
"Lepaskan anak saya pak!"
"Anak, anak ibu yang mana, saya gak ada menahan anak orang." Jawab Bimo cepat, ia jadi kesal juga, gara gara wanita ini, hasratnya pada sang istri tak tuntas.
"Alva, putra saya tadi pagi ditahan pak?"
"Apa.... Mam pus...!" Bimo terkejut mendengar berita itu, terkejut bahagia. Ia bahkan bertepuk tangan dengan semangat.
__ADS_1
Ibunya Alva dibuat bingung dan heran dengan sikapnya Bimo. Tadi ramah, dan sekarang kenapa malah terlihat bermusuhan dan mengejek.
"Pak, tolong pak, lepaskan anak saya. Anak saya tidak bersalah." Memelas pada Bimo.
"Bu, ibu. Anda salah orang. Aku gak melaporkan anak anda." Jelas Bimo menatap kesal ibunya Alva. Ini toh orangnya yang menjebloskannya ke penjara dan sekarang wanita ini memohon mohon padanya.
Kena karma..! Bimo membatin.
"Iya, iya pak, bukan bapak yang melaporkannya. Tapi, mertua Anda. Dan saya baru kembali dari kota Medan. Memohon padanya untuk mencabut laporan. Tapi, kedatangan saya ditolak. Niat baik saya tidak diterima." Ujar wanita itu masih menangis.
"Ya sudah, ikuti saja alurnya Bu. Aku gak bisa mengeluarkan anak ibu dari jeratan hukum itu."
"Bisa pak, bisa. Asalkan istri anda buat kesaksian, bahwa anakku gak mengganggunya "
"Anak anda memang mengganggu istri saya." Mulai menunjukkan sikap tak bersahabat. Ya memang kita harus punya harga diri. Kalau orang baik, kita pasti akan baik. Tapi, kalau orang semena mena, siap saja mendapatkan perlakuan yang sama.
"Biasa itu pak, anak remaja lagi puber pubernya. Anak saya itu baik, gak suka mengganggu." Jelas sang ibu masih menangis tersedu-sedu.
"Sebaiknya ibu pergi dari tempat ini. Kami mau apel pulang saat ini. Saya tak bisa bantu ibu." Bimo bangkit dari duduknya.
"Tolong, tolong.." menahan kakinya Bimo, wanita itu kembali terduduk di lantai. "Anakku akan berangkat ke luar negeri dua Minggu lagi. Ia mau melanjutkan kuliah di sana. Ku mohon bantuan bapak. Cabut laporan itu!"
__ADS_1
Bimo menunduk, melepas tangan wanita itu dari kakinya. Bimo tak suka wanita yang lebay dan tak punya harga diri. Cara wanita ini minta tolong, membuat Bimo tak respect. Mesti kali menyembah dan menahan kakinya. Seolah ia adalah raja yang kejam, yang sedang menghukum anak buahnya.