GAIRAH ISTRI KECILKU

GAIRAH ISTRI KECILKU
Serba salah


__ADS_3

Meskipun mereka sama sama kaku dalam hal ciuman namun tak di pungkiri jika ciuman itu semakin panas, ada bagian tubuh Dayyan yang meronta untuk segera dituntaskan


Nafas Nisya tersengal sengal saat ciuman itu sudah selesai ia mencoba memghirup udara dalam dalam


Begitu juga Dayyan seakan oksigen didalam tubuhnya berkurang


"Mas...


"Terimakasih kopi dan cemilannya aku mau selesaikan pekerjaanku dulu" Ucap Dayyan sedikit canggung ia sendiri tidak mengerti dengan apa yang ia lakukan sekaran,


Dari semalam ia mencoba untuk sabar agar tidak goyah namun sore ini Pertahanannya pun goyan saat melihat bibir merah Nisya yang seakan menantang nya


Nisya pun bangkit dari pangkuan Dayyan, sama halnya Dayyan Nisya pun terlihat canggung berada di dekat Dayyan ia lantas meninggalkan kamarnya membiarkan Dayyan bekerja seorang diri


Malam pun tiba semua sudah berkumpul dimeja makan, Fathan Dayyan hanya diam menikmati makan malamnya namun berbeda dengan Rifky dan Nisya yang selalu saja ada yang mereka bahas


Dayyan menikmati makannya suap demi suap tanpa peduli dengan kedua orang di sebelahnya yang asik ngobrol


Dayyan berusaha tidak peduli namun kenyataannya hatinya panas melihat keakraban Adik dan istrinya


"Kakak ipar harus datang besok, aku akan tanding dengan sekolah lain " Kata Rifky antusias


"Aku sih mau aja tapi aku harus dapat izin dulu sama abang kamu" Bisik Nisya pada Rifky


Tanpa mereka sadari Dayyan sudah menatap mereka dengan tatapan tajam


"Hem..hem


Rifky dan Nisya diam sesekali mereka saling menatap sambil berbicara dengan isyarat kedua matanya Rifky dengan nada memohonnya Sementara Nisya tak bisa menjawab nya walau bagaimana pun ia harus minta izin dulu sama suaminya


Rifky yang akan bertanding bola basket besok mengajak kakak iparnya agar datang kesekolahnya sebagai pendukungnya namun Nisya ragu meminta izin kepada suaminya


Setelah acara makan malam selesai Rifky langsung kembali kekamarnya karna ada tugas sekolah yang harus ia selesaikan sementara Fathan masih betah di ruang keluarga sambil nonton siaran musik yang disiarkan diacara televisi

__ADS_1


"Fat, boleh minta bantuan tidak" Tanya Nisya terlihat ragu


"Iya, Kakak ipar mau apa"


"Boleh antar aku ke minimarket, Ada beberapa keperluan ku habis ," kata Nisya lagi


"Baiklah kak, aku ambil kunci mobil dulu


Saat Fatha akan beranjak dari duduknya tiba tiba Nisya kembali memanggilnya.


"Ada apa kak"


Meski umur Fathan tak beda jauh dari Nisya namun Fathan selalu menghargai Nisya sebagai kakak iparnya


"Anu..itu..Mmm.." Nisya terlihat ragu untuk mengatakan nya


"Katakan saja kak"


"Itu, Aku tidak punya uang, boleh kan kalau aku pinjam uangmu dulu" Lirih Nisya dengan suara pelan nyaris tak terdengar


"Iya kak" Meskipun ada yang menjanggal pikirannya tetap Fathan iyakan walau Bagaimana pun Nisya sudah bagian dari keluarganya


"Fat, Kamu mau kemana "Tegur Dayyan saat melihat Adiknya memegang kunci mobil


"Itu bang, kakak ipar pengen diantar ke minimarket ada yang ingin ia beli katanya"


"Kok mintanya ke kamu bukan ke aku?" Tanya Dayyan tak habis pikir dengan pemikiran istrinya seolah ia tak dianggap


Fathan mengedikkan kedua bahunya


"Biar abang saja yang ngantar, Kamu istirahat saja"


"Baik bang"

__ADS_1


Dayyan memghampiri Nisya yang tengah menunggu Fathan di ruang keluarga


"Ayo kita berangkat


"Ha, ' Nisya terdiam di tempatnya bukankah tadi ia minta tolong sama Fathan, kok mas Dayyan yang datang " Gumam Nisya masih diam di tempatnya


"Fathan sudah istirahat, biar aku yang ngantar kamu" Kata Dayyan dingin kemudian melangkah lebih dulu meninggalkan Nisya yang masih terpaku di tempatnya


Mobil yang di kendarai Dayyan melaju meninggalkan pekerangan rumah, sepanjang perjalanan tak ada yang buka suara, Dayyan masih sangat kesal dengan Nisya yang seolah tak memganggap nya


Sementara Nisya hanya diam merasa gugup apalagi melihat tatapan dingin Suaminya ia semakin ketakutan


Hanya 10 menit mereka sampai, Dayyan mengeluarkan kartu gold kartu tanpa batas


"Gunakan itu, kamu bisa membeli apa saja yang kamu butuhkan" Ujar Dayyan masih dalam metode dingin nya


"Terimah kasih mas" Ucapnya tulus


"Hm.


Mereka turun bersama dan memasuki sebuah pusat perbelanjaan, Nisya memilih semua keperluan pribadinya tak tangung tanggung ia juga membeli beberapa perlengkapan make up


Setelah selesai belanja mereka kembali kerumah, Nisya membawa semua belanjaannya kedalam kamarnya Dayyan mengikuti dari belakan


"Lain kali kalau mau kemana mana kamu minta nya sama aku saja, Jangan membuatku seolah tidak berguna di depan Fathan


Deg.


Nisya tak menyangka jika suaminya akan berpikiran seperti itu padahal Nisya hanya tidak ingin mengganggunya saja tadi karna Nisya lihat jika suaminya sibuk dengan laptop nya makanya ia minta tolong dengan Fathan


"Maaf mas, aku hanya tidak ingin mengganggumu saja tidak lebih" Sahut Nisya pelan


Dayyan menghelang nafas panjang kemudian berlalu begitu saja masuk kedalam kamar mandi untuk menenangkan diri

__ADS_1


Entah kenapa emosinya tiba tiba naik saat merasa istrinya tidak menganggapnya ada


__ADS_2