
Dalam sholat idul adha itu, Bimo dipercaya jadi khatib. Cara Bimo menyampaikan khutbahnya sangat bagus. Jemaah tersentuh, terhibur dan terkesan tak menggurui. Tema khutbahnya Bimo adalah Semangat berkurban yang tulus yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim a.s yaitu ketika ia diperintahkan untuk mengorbankan (menyembelih) puteranya yang tercinta, lsma'il. Padahal lsma'il itu dianugerahkan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim a.s ketika ia telah mencapai usia lanjut (dalam suatu riwayat usianya 80 tahun), dan telah lama sekali mendambakan keturunan. Namun demi memperoleh Ridha Allah dan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki, seorang ayah dan anak itu tunduk dan patuh.
Rara semakin kagum saja pada suami tercintanya. Ia sangat bersyukur punya suami seperti Bimo. Suami Sholeh dan punya hati luar biasa. Moment Bimo jadi khatib tentu saja diabadikannya di sosial medianya.
Setelah sholat idul adha, banyak kerabat yang minta foto dengan Bimo di depan Mesjid. Tentu saja Bimo mengajak sang istri. Rara dibuat semakin sayang pada suaminya itu. Dia pikir ia akan dilupakan, disaat saudara saudaranya Bimo minta foto.
"Mau kemana? sini dulu kita foto berdua." Bimo menarik tangan Rara yang ingin meninggalkan tempat itu. Jadi bahan tontonan buatnya malu. Dari tadi banyak mata yang menatapnya takjub. Ia heran juga sih, ia sudah seperti artis saja di kampung itu.
Sontak Rara terkejut dengan ucapan sang suami. Biasanya kan para emak emak yang heboh minta berfoto-foto dengan sang suami.
Tiga foto gaya kaku pun berhasil diabadikan. Walau gaya kaku, foto hasil jepretan saudaranya Bimo tetap indah dipandang.
Sesampainya di rumah, saatnya makan dengan keluarga besar. Seluruh orang di kampung itu makan di rumah peninggalan orang tuanya Bimo. Lagi lagi Rara dibuat terharu dengan kuatnya rasa persaudaraan orang orang di kampung sang suami.
Selasai acara makan bersama, lanjut acara sembelih hewan Qurban. Rara cukup terkejut ia ikut berqurban juga ternyata.
Jepret
__ADS_1
Jepret
Jepret
Foto saat menyembelih hewan Qurban berhasil di abadikan. Bimo ikut dalam panitia qurban Begitu juga Rara ikut sibuk dengan kaum ibu ibu memasak daging kurban. Ia cepat berbaur dengan kaum ibu. Walau ia kurang mengerti dengan bahasa daerah yang diucapkan. Dia tetap saja tersenyum. Lagi lagi akan ada makan siang bersama dengan orang kampung, menyantap hewan qurban.
Setelah acara makan siang bersama selesai. Bimo mengajak Rara mandi di sungai. Sungainya lumayan jauh dari kampungnya, memakan waktu setengah jam perjalanan naik mobil. Tentu saja Bimo mengajak anak anak kecil di kampung itu, juga ibu ibu yang ikut. Mereka naik mobil truk dengan bak terbuka.
Rara merasa seru sekali. Pulang kampung serasa pergi camping.
"Huuuhhh..... Lelah juga ya sayang." Keduanya sudah berada di kamar. Habis pulang mandi, Bimo langsung mengajak Rara berziarah ke makam orangtuanya. Hingga kini baru terasa lelahnya. Tepar sudah mereka berdua di atas tempat tidur kayu yang apabila dinaiki sudah terdengar suara Kik.. nging.. kik
Bimo sebenarnya kantuk sekali. Tadi malam ia kurang tidur saat diperjalanan. Ia ingin tidur sebentar sambil memeluk Rara, sebelum dapat waktu sholat Ashar.
"Mau apa?" tanya Rara saat Bimo memeluknya erat. Ia bahkan sudah dibuat seperti guling.
"Mau tidur." Mempererat pelukannya pada sang istri.
__ADS_1
"Yakin mau tidur?" tanya Rara memperhatikan lekat wajah sang suami yang nampak lelah dan menutup mata.
"Iya, makanya kamu diam dong. Jangan grasak grusuk. Nanti gak jadi tidur." Ujar Bimo semakin mempererat pelukannya pada Rara.
"Meluknya jangan erat kali, ngap tahu..!" keluh Rara yang kini berusaha mengendurkan belitan tangan Bimo di tubuhnya.
"Jangan lasak, iihhh.. Ku glitikan nih .!" Bimo ingin Rara diam. Tapi malah ingin klitikin Rara. Mendengar ia ingin digelitik saja, sudah membuatnya geli dan heboh ditempat tidur yang sudah termakan usia itu.
Kik
Nging
Kik
Tempat tidur itu mulai bergoyang. Wajar memang tempat tidur itu gak kuat lagi. Karena tempat tidur itu tempat tidur punya sang ibu. Tempat tidur yang dibeli saat baru menikah. Ya mungkin usia tempat tidur itu sudah 39 tahun.
"Sayang, ada yang tak beres ini. Tempat tidurnya seperti nya akan ambruk." Rara semakin panik. Ia yang sudah lepas dari dekapan Bimo, berusaha turun dari atas ranjang itu. Dan benar saja tempat tidurnya ambruk sudah.
__ADS_1
TBC.