GAIRAH ISTRI KECILKU

GAIRAH ISTRI KECILKU
Penderitaan


__ADS_3

"Apa sih mau mu? kenapa gak dari dulu kamu memaksa untuk menikah." Bicara histeris, melewati para pelanggan cafe, yang kini menonton drama yang mereka mainkan.


Pak Kusuma membisu. Merasa tak ada gunanya menjawab kemarahan Rani.


Ia harus cepat pergi dari tempat itu. Sebelum adegan pertengkaran mereka terekspos di media sosial. Dengan gerakan cepat, ia berhasil menggendong Rani ala bridal style. Tentu saja wanita yang lagi kesal itu, terus saja berontak minta diturunkan. Kedua tangan memukul keras dada bidang pak Kusuma.


"Diamlah, apa kamu gak malu jadi bahan tontonan." Ujar Pak Kusuma pelan melirik sekilas Rani yang emosi dan mempercepat langkah lebarnya menuju parkiran.


Rani yang dari tadi emosi, tak memperhatikan sekitar. Ia pun akhirnya mengendarakan pandangannya ke setiap sudut cafe itu, dan benar saja, semua mata telah tertuju pada mereka. Ia malu, sangat malu, menyembunyikan wajahnya di dada bidangnya Pak Kusuma dengan rambutnya yang panjang hitam legam itu.


"Kita bicarakan dengan pikiran jernih dan tenang. Kamu harus dengar penjelasanku semuanya. Beri aku waktu untuk bicara, jangan seperti waktu itu." Ujar Pak Kusuma dengan tegas.


Ya dulu, sekitar 15 tahun yang lalu saat usia Rara masih 3 tahun. Mereka pernah bertemu, tanpa sengaja di sebuah pesta. Saat itu, Pak Kusuma ingin bicara dengan Rani, tapi Rani tak mau diajak bicara dengan baik. Bahkan saat itu, Pak Kusuma sempat menanyakan anak perempuan yang bersama wanita itu, apakah itu anaknya dan Rani menjawab tidak.


Rani terdiam, dengan ekspresi wajah kesalnya. Sedikit pun tak mau menoleh kepada Pak Kusuma.


Melihat Rani sudah sedikit tenang. Pria itu pun melajukan mobilnya, keluar dari pekarangan cafe. Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Membela jalan yang sudah mulai ramai.

__ADS_1


Rani yang dari tadi diam membisu, kini terpancing untuk bicara. Karena melihat mobil yang dikendarai Kusuma, memasuki area hotel mewah.


"Mau apa ke tempat ini?" tanya Rani mulai tak tenang. Menatap tajam Pak Kusuma yang terlihat sedih.


"Aku gak tahu harus pergi ke mana lagi, agar bisa bicara denganmu." Sahut Pak Kusuma dengan wajah kusutnya.


"Bicara aja sekarang, di sini!" Ketus Rani.


"Aku, aku serius ingin menikah denganmu." Menatap lekat Rani yang terkejut.


Awalnya Rani merasa sangat beruntung. Karena ia bisa menjadikan Ezra suaminya. Mungkin itulah pertolongan Allah padanya. Untuk menutupi aibnya. Tapi, Ezra yang pintar tak bisa dibodohi olehnya dengan sikap polosnya.


Di malam pertama, Ezra yang curiga mencecar Rani dengan banyaknya pertanyaan. Ia tentu saja menutupi aibnya itu. Dan jawaban Rani yang tak meyakinkan itu, membuat Ezra tak mau menyentuhnya. Hingga dua bulan pun berlalu, perutnya sudah terlihat buncit. Karena sudah masuk usia kandungan lima bulan. Hingga Ia melahirkan Rara, Ezra tetap tak mau menyentuhnya.


Dengan memelas memohon mohon bersujud mencium kaki Ezra. Ia tak mau diceraikan. Dia akan bertaubat, berjanji akan berubah jadi istri yang baik. Tapi, itu hanya ucapannya saja. Nyatanya ia berubah jadi istri yang tak bersyukur.


Sebenarnya Ezra kecewa pada Rani, karena wanita itu telah menipunya. Membohonginya dari awal. Sehingga ia tak merasakan perasaan apapun pada Rani. Tak bisa jatuh cinta pada Rani. Walau ia sempat berusaha membuka hati pada wanita itu.

__ADS_1


Sikap dinginnya Ezra ditanggapinya dengan keegoisan. Ia tak bersyukur, Ezra tidak menceraikannya cepat. Ia malah terlena dan terjerumus dengan pergaulan bebas. Terlena dengan obat obatan terlarang. Karena ia tak bijak, menyikapi masalah hidupnya. Disaat batas kesabaran Ezra habis. Ezra akhirnya menceraikannya.


"Hidupku menderita selama 18 tahun, itu semua gara gara kamu. Aku tak mau menderita lagi, kamu pergilah dari hidupku. Seperti dulu kamu meninggalkanku. Aku, aku baru saja menata hidupku. Dan sekarang kamu tiba tiba-tiba muncul. Jangan kau coba untuk menghancurkannya lagi."


Air mata kembali mengucur deras dari sudut mata wanita itu. Ia merasa sedih sekali. Kenapa takdirnya sekejam ini.


"Iya, untuk semua itu aku minta maaf. Sekarang mari kita buka kembali lembaran baru. Aku, aku juga sudah dengar semua ceritanya dari Pak Ezra. Aku salah, sangat merasa bersalah padamu. Gara gara aku, kamu jadi menderita. Ku pikir setelah kamu menikah dengan pria kaya, kamunya sudah bahagia." Kusuma bicara dengan penuh rasa bersalah. Tangannya terulur ingin meraih Rani dalam dekapannya. Tapi, Rani memberikan penolakan.


"Yang berlatku biar berlalu." Rani melap air matanya dengan jemarinya. Dan bersiap siap untuk turun dari mobil.


"Aku juga menderita."


Rani memutar lehernya menatap jengah pria yang duduk di sebelahnya. "Itu urusanmu!" Ujarnya dengan tatapan penuh kebencian. Membuka pintu mobil itu dengan kesalnya.


TBC


Terkait hukum menikahi wanita hamil di luar nikah, baik yang menikahi pria yang menghamilinya atau bukan. Ada iman syafii yang membolehkannya dan sah.

__ADS_1


__ADS_2