
"Mas.."Panggil Nisya lembut namun tak membuat Dayyan terbangun dari tidurnya
Nisya menggoyang goyangkan bahu suaminya dan benar saja Dayyan memggeliat membuka matanya terlihat Nisya mengembangkan senyum termanisnya membuat Dayyan seketika terpesona lalu sedetik kemudian Dayyan membuang muka
"Maaf..maafkan aku mas "Lirih Nisya sangat menyesali perbuatan nya tadi bahkan air mata Nisya tumpah begitu saja
Dayyan menatap sang istri yang terus tertunduk Dayyan tau jika saat ini istrinya menangis terlihat dari bahunya yang bergetar
Dayyan pun meraih tubuh mungil istrinya dan membawanya kepangkuannya membuat Nisya terkejut
"Sudah jangan merasa bersalah begitu, aku yang salah" Sahut Dayyan
"Beneran mas Dayyan gak marah lagi?" Seru Nisya antusias
"Iya, ayo kita tidur aku masih ngantuk banget
Nisya menganggu kemudian mengikuti langkah suaminya yang sedari tadi tangan suami nya tak lepas dari genggaman tangannya
"Dayyan membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur begitu juga dengan Nisya
"Peluk" Rengek Nisya manja
Dayyan merentangkan kedua tangannya membawa Nisya kedalam pelukannya dan malam ini mereka lalui dengan saling berpelukan memcari kehangatan satu sama lain
Nisya terbangun saat sinar matahari menerpa wajahnya lewat cela cela jendela kamar nya ia menggeliat merenggangkan otot ototnya berusaha mengumpulkan nyawanya dan pandangan pertama ia lihat wajah tenang sang suami
Setelah habis sholat subuh berjamah mereka kembali tidur saling berpelukan entah siapa yang memulai mereka kembali mendapat kehangatan satu sama lain
__ADS_1
Tangan Nisya terulur menyentuh wajah Dayyan mulai dari alis mata hidung hingga bibir nang seksi, saat merasa ada pergerakan dari Dayyan Nisya pura pura memejamkan matanya takut ketahuan
Dayyan tersenyum menyeringai ia tau jika istri nakalnya hanya pura pura memejamkan matanya
Cup..
Satu kecupan mendarat di bibir Nisya membuat mata Nisya terbuka lebar
"Kamu nakal ya" Dayyan mengecup berkali kali bibir Nisya hingga membuat sang empuh tersipu malu
Tatapan mereka saling mengunci hingga tanpa sadar bibir mereka sudah menemper sempurna, Dayyan ******* menyesap lebih dalam mereka sama sama menikmati ciuman nya seiring kepalanya bergerak kekiri dan kekanan
Lama beradu bibir saling bertukar saliva Dayyan tak kuasa lagi menahan gaira yang sedari kemarin ingin ia tuntaskan
"Aakh..mas..Dayyan.."Rancau Nisya saat Dayyan sudah bermain nakal di kedua bukit kembarnya
"Sayang aku menginginkanmu " Pinta Dayyan dengan suara beratnya nafasnya teraengal sengal kali ini ia harus berhasil menuntaskannya, jika boleh jujur sedari kemari kepala Dayyan terasa sakit karna aktifitasnya terhenti karna ulah sang istri
"Aakh... lagi lagi ******* itu keluar begitu saja mengalung indah di telinga Dayyan saat lidahnya sudah bermain indah di bawa sana
"Mas aku mau pipis " Rengek Nisya saat ingin melakukan pelepasan
"Keluarkan sayang..
Dayyan terus membenangkan kepalanya bermain di inti Nisya dengan lidahnya
Hingga Nisya pun melakukan pelepasannya
__ADS_1
"Bagaimana enak kan?" Goda Dayyan
Nisya tersipu malu ia lalu membenangkan kepalanya didada bidang Dayyan
"Sekarang giliranmu yang manjakan dia" Tunjuk Dayyan pada juniornya
Aku ingin melihatmu lagi seperti kemaren saat kau memanjakannya
Rona merah terlukis di wajah Nisya saat ini Bagaimana tidak Dayyan mengingatkannya kembali kejadia kemaren saat Nisya begitu agresifnya memanjakan milik Dayyan
"Mas..."Rengek Nisya malu namun tak urun ia pun melakukan permintaan suaminya
Nisya terus memberi gigitan gigitan kecil keadik kecil sang suami hingga Dayyan berteriak dalam kenikmatan
"Aaakh...Sayang..."Rancau Dayyan lagi
"Mungkin ini akan sedikit sakit aku akan lakukan dengan pelan" Kata Dayyan saat sudah memposisikan miliknya ke milik Nisya
Nisya hanya membalasnya dengan anggukan kepala biar bagaimana pun ia akan menjadi istri seutuhnya untuk suaminya rasa sakit pun ia bisa tahan karna ia tidak ingin mengecewakan suaminya lagi
Dayyan berusaha untuk membobol namun tetap susah Satu sampai tiga kali barulah Dayyan bisa mencetak gol, melihat Nisya yang kesakitan Dayyan berhenti sejenak dengan posisi yang masih membenamkan milik nya didalam sana, Ia lalu kembali meraup bibir Nisya untuk mengalihkan rasa sakit yang Nisya rasakan
dirasa cukup Dayyan mulai bergerak memaju mundukkan milik nya hentakan demi hentakan mengiringi permainan mereka
Hanya suara erangan yang saling bertautan di kamar itu sampai pada akhirnya Dayyan melakukan pelepasannya dan ia pun langsung ambruk di dekat Nisya
Dayyan mencium kening Nisya "Terimah kasih sayang "Ucapnya kemudian bangkit dr tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya karna hari sudah siang mereka melewatkan sarapan paginya
__ADS_1