
"Eehhmm... Oalahh... Koq bisa bisanya Abang Bimo dipenjara, mana katanya gara gara cewek, yaitu kamu. Heran saja, kamu itu selalu saja buat masalah untuknya." Kini cara bicara Jenifer tak bersahabat. Mukanya berubah jadi bete dan kesal.
Kening Rara mengkerut mendengar penuturannya Jenifer. Kenapa ia dikatakan pembuat masalah?
"Kamu itu pembawa Sial dalam hidupnya. Kamu itu bisanya menyusahin dia terus."
"Maksud kakak apa sih? kenapa bilang aku pembawa sial dalam hidupnya suamiku ?" menatap heran Jenifer.
Huuffttt
"Kamu itu dihindari oleh Abang Bimo, agar gak ketiban Sial. Tapi, anehnya kalian malah menikah. Lihatkan, jadi sial hidupnya. Dia masuk penjara gara gara kamu. Dulu juga ia sempat ingin dijebloskan ke penjara gara gara kelakuanmu yang tak bermoral itu." Bicara penuh kebencian menatap Rara yang terdiam.
Rara sedang berfikir keras, ia melakukan kesalahan apa?
__ADS_1
"Maksud ucapan kakak apa? kenapa kakak bilang aku pembawa sial." Ujar Rara lirih, hatinya terasa dicakar mendengar penuturan Jenifer.
"Kamu pura pura bodoh atau gimana sih? gak sadar kamu, karena sifat genitmu itu, Abang Bimo selalu kena sial. Dulu saat kau masih bocil, kamu sudah berani ci-um bibirnya dengan begitu Bernaf-sunya. Sampai orang orang yang melihatnya syok!"
Penuturan Jenifer yang berapi-api itu membuat Rara speachles mendengarnya.
"Ada perawat yang melihat kejadian itu. Dan merekamnya. Bimo sempat dilaporkan dengan tuduhan pelecehan anak dibawah umur. Untung ayahmu, bos Ezra cepat turun tangan, menjaminnya sehingga ia tak jadi dijebloskan ke penjara. dan asal kamu tahu. Sejak kejadian itu Abang Bimo jadi bahan gunjingan di kantor. Ia pun tak tahan, dan akhirnya memilih pindah tugas di kampung. Dan gara gara kelakuan bi-nal mu itu, aku dan Abang Bimo tak jadi ke pelaminan." Jenifer yang bicara dengan dada naik turun itu, menutup wadah bekal makanan nya dengan kesal. Rasanya ia tak selera lagi. Cerita enam tahun lalu, terungkap sudah.
"Dan sekarang disaat kami dipertemukan lagi, kenapa kamu malah ada diantara kami. Lebih baik kamu pergi dari hidupnya Abang Bimo. Biar dia bahagia. Jangan kamu rusak lagi impian dia yang terakhir ini. Yaitu punya usaha perkebunan serta agro wisata." Bicara masih dengan penuh amarah.
Nyut...
Ucapannya Jenifer menusuk tajam ke ulu hati. Sakit dan ngilu rasanya. Fakta ini sungguh sangat mengejutkan. Yang membuat Rara tak bisa berkata kata. Semua yang diucapkan Jenifer sepertinya benar. Rara tak tahu, kalau ciu man itu, akan membuat petaka dalam hidupnya Bimo.
__ADS_1
Penjelasan dari Jenifer membuat suasana hatinya Rara memburuk. Ia down, kenapa suaminya gak menjelaskan sedetail ini waktu itu?
"Kamu lebih baik pergi sana sama pria yang ngejar-ngejar kamu>"
"TIDAK... Itu tidak akan kulakukan. Aku memang mencintai suamiku dari dulu. Lihatlah karena cintaku yang tulus. Aku bisa memilikinya. Aku tahu yang kakak bilang itu ada benarnya. Tapi, gak usah pengaruhi aku agar pergi dari hidupnya Paman Bimo." Rara menantang ucapannya Jenifer. Tatapannya tajam menghunus ke retinanya mata melotot nya Jenifer.
Jenifer dibuat tercengang dengan ucapannya Rara. Ia tak menyangka kata kata itu keluar dari mulut nya Rara.
"Kakak pikir aku wanita bodoh, yang akan terpengaruh dengan ucapan menyudutkan itu? kalau aku pergi, kakak pasti tertawa penuh kemenangan don Kakak bicara seperti itu mau merebut paman dariku kan? kasihan sekali sih dirimu, cinta tak terbalas."
"Hei...!" Jenifer geram, telunjuknya mengarah ke Rara yang sok tegar itu.
TBC
__ADS_1