
Derap langkah yang semakin dekat menghampiri meja makan beriringan dengan denyut jantung Nisya yang seakan bedetak tak karuan, ia sengaja tidak masuk kekamarnya untuk memanggil sang suami karna ia belum terbiasa dengan semua ini rasa canggung masih menguasai diri nya
Bahkan Nisya tidak tau harus bersikap bagaimana untuk menyusuaikan dirinya dengan keluarga barunya , hanya Rifky yang membuatnya nyaman dirumah ini dengan sikapnya yang humoris membuat Nisya menjadi nyaman tidak seperti Dayyan dan Fathan yang terlihat kaku dan sangat dingin tak banyak bicara
"Selamat malam bang" Sapa Fathan saat melihat Abang nya sudah duduk didekat nya
"Hm" Dayyan hanya membalasnya hanya deheman
Nisya berinisiatif untuk mengambilkan nasi serta laukuntuk suaminya, ia sangat tau tugas seorang istri yang bisa melayani suami ketika makan dan itu membuat Dayyan merasa terkejut ,Baru kali ini ia diperlakukan seperti ini oleh seorang gadis
"Kak aku kok gak diambilin sih" Kesal Rifky sambil mengerucutkan bibinya
"Iya maaf sini biar kakak ambilkan" Nisya tersenyum manis kearah Rifky membuat pria diseblahnya seakan terhipnotis akan senyuman istrinya
"Dasar manja" Ketus Fathan memutar bola mata malasnya melihat kelakuan adiknya
Mereka makan dalam diam hanya suara sendok yang saling bersautan
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam Nisya mondar mandir tidak tau harus Bagaimana matanya sudah berat ingin tidur dan mengistirahatkan tubuhnya namun ia ragu, ia takut jika ia tidur diatas tempat tidur suaminya akan marah.
"Ya Aĺlah Bagaimana ini, kenapa aku bisa berada disituasi seperti ini, "Gumam Nisya seraya mengusap wajahnya
Kelakuan Nisya tak luput dari pantauan Dayyan yang memperhatikan tingkah Nisya lewat cctv yang tersambung dengan Laptopnya
Dayyan tersenyum sendiri merasa gemas melihat tingkah gadis itu,Dayyan tau jika gadis itu ragu untuk tidur diatas ranjangnya
__ADS_1
Dayyan keluar dari ruang kerjanya kemudian melangkah kearah kamarnya begitu pintu terbuka Nisya menatap kearah Dayyan begitupun dengan Dayyan sejenak tatapan mereka bertemu
Deg
Jantung kedua insan itu sama sama ingin melompat keluar, secepat kilat Nisya membuang pandangannya kearah lain
"Jika kamu ngantuk tidurlah diatas tempat tidur, kamu jangan ragu untuk melakukan apa apa di dalam kamr ini karna mulai saat ini semua milik mu juga" Kata Dayyan sembari melangkah kekamar mandi meninggalkan Nisya
Sampai didalam kamar mandi Dayyan menutup pintu kemudian mengunci nya, sejenak ia berdiri dibalik pintu sambil memegang dadanya
"Oh jantung tolong bekerja samalah jangan sampai kau mempermalukan ku, jika gadis itu tau aku gugup mau ditaruh dimana muka ku" Gumam Dayyan
Setelah selesai berusaha menenangkan jantungnya yang seakan melompat keluar Kini Dayyan keluar dari kamar mandi dengan langkah pelan sambil menatap kearah gadis itu yang sudah terlelap dalam tidurnya
Seketika senyum terukir disudut bibirnya Dayyan tak menyangka jika kini ia akan berbagai tempat tidur dengan gadis yang sudah berstatus istrinya
Nisya terbangun saat hp nya bunyi tanda alarm yang sudah ia stel semalam, Saat melihat kesamping betapa terkejutnya, Saat ini ia berada dalam dekapan seorang pria yang sudah berstatus suaminya
Nisya tak memberontak atau melepas tangan pria yang kini melilit dipinggangnya, Nisya berpikir waras jika yang memeluknya saat ini adalah suaminya jadi sah sah saja.
Hanya saja yang membuat Nisya khawatir adalah jantungnya yang sejak semalam tak bisa diajak kompromi takut jika pria didepannya akan mendengar detak jantungnya yang seakan berdetak tak karuan
Dengan perlahan Nisya melepas tangan Dayyan yang melilit dipinggangnya kemudian ia melangkah dengan sangat pelan menuju kamar mandi
Begitu pintu kamar mandi ditutup oleh Nisya, Dayyan pun membuka matanya yang sedari tadi hanya pura pura tidur
__ADS_1
"Menggemaskan" Gumam Dayyan
15 menit Nisya berada di dalam kamar mandi kini ia sudah terlihat rapi kembali pakaian yang sdh berubah
Nisya menghampiri kopernya dan mengambil mukena lalu ia melaksanakan sholat subuh,
Selesai melaksanakan sholat subuh Nisya kembali dilema antara ingin membangunkan suaminya atau tidak, Tapi kalau tidak dibangunkan waktu subuh akan lewat
Nisya terus berperang dengan pikirannya hingga beranian itu muncul untuk membangunkan suaminya
"Mas..Bangun mas waktunya sholat subuh" Panggil Nisya terus menggoyang goyangkan bahu Dayyan
Sementara Dayyan yang hanya pura pura tidur terpaksa membuka matanya
Dayyan duduk sedikit mengumpulkan nyawanya sebelum ia beranjak dari tempat tidur sekilas ia melirik gadis itu yang tengah memgemasi barang barangnya didalam koper
"Kamu boleh taru pakaian kamu dilemari itu yang ujung". kata Dayyan lalu berlalu begitu saja menuju kamar mandi siap siap membersihkan diri dan segera menunaikan sholat subuh
Nisya memperhatikan dari jauh Dayyan yang tengah kesusahan memasang dasinya, Nisya pun segera membantu untuk memasankan nya
Nisya memasang dasi Dayyan dengan sedikit gugup Bagaimana tidak sedari tadi tatapan Dayyan tak lepas dari wajah Nisya
"Nah sudah"
"Terimakasih
__ADS_1
Cup...