
Nisya semakin gugup saat tangan nakal suaminya mulai merambat kedalam bajunya mencari buah kesukaan para lelaki
Tak tanggung tanggung Dayyan dengan lihainya mulai memainkan memelintir ujung nya hingga Nisya tak kuasa lagi menahan suara keramat yang sedari tadi ia tahan
"Aaakh mas.."
Dayyan semakin menjadi mendengar suara de* sa* han Nisya, Ia lantas mengangkat baju yang masih melekat di tubuh nisya kemudian membuka sedikit bra yang membungkus buah itu kemudian ia membenamkan wajahnya di kedua gundukan bukit kembar Nisya menyesap menggigit kecil hingga bermain main dengan lidahnya membiat sang empuh semakin tak kuasa menahan diri
Kedua tangannya menekan kepala Dayyan semakin dalam
"Aaakh mas.."Suara de* sa*han Nisya semakin menggebu
Dayyan melepas mengangkat kepalanya menatap kearah istrinya yang sudah diliputi oleh kabut gairah
"Bagaimana apa kamu suka?" Tanya Dayyan dengan senyum menyeringai
Entah sadar atau tidak Nisya hanya mengangguk pelan ia berusaha mengatur napasnya yang masih tersengal sengal, pengalaman yang luar biasa bahkan ia baru merasakannya
"Seperti inikah rasa nya berada di surga duniawi?" Nisya terus bergumam dalam hati
Nisya baru sadar jika di balik sikap suaminya yang kaku ternyata ada sisi lain nya yaitu lihai dalam memanjakan perempuan
Tak sampai disitu dayyan kembali menjalankan aksinya ia melepas kain segi tiga yang masih melekat di tubuh Nisya
"Aaakh mas aku sudah tidak kuat" Rancau Nisya disela sela de sa han nya saat tangan nackal Dayyan sudah mengobrak abrik inti tubuh Nisya
Dayyan kemudian bangkit begitu saja berjalan menuju kamar mandi tanpa peduli keadaan Nisya yang seperti cacing kepanasan yang siap ingin melakukan pelepasan nya namun tiba tiba Dayyan berhenti begitu saja membuat Nisya setengah prustasi
"Ah sial " Umpat Dayyan frustasi "Tadinya aku hanya ingin menghukumnya tapi kenapa juniorku yang merespon ,Junior kau menyebalkan tidak bisa diajak kerja sama" Dayyan terus mengumpat disela sela senam jari limanya untuk memanjakan sang junior nya yang tak bisa diajak kerja sama.
Setelah selesai dengan kegiatannya di kamar mandi Dayyan keluar tanpa rasa bersahnya, ia terus melangkah tidak sedikitpun menatap kearah istrinya yang saat ini sudah melayangkan tatapan yang seakan ingin menerkamnya namun Dayyan cuek membuat Nisya jadi geram sendiri
"Bibirnya dikondisikan, apa mau aku hukum yang lebih ekstrim lagi" Kata Dayyan sembari berbaring di dekat Nisya
"Nisya menyibakkan selimutnya turun dari ranjang sambil mengumpat " Menyebalkan" Nisya berlalu kekamar mandi berbagai sumpah serapah ia layangkan ke suaminya membuat Dayyan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya
__ADS_1
***
Keesokan harinya seperti biasa mereka semua berkumpul dimeja makan meskipun agak sedikit kesal pagi ini namun Nisya tetap melayani ketiga pria di depannya mengambilkan makanan di pirin mereka
"Terimakasih kak" Ucap Rifky dan Fathan bersamaan
"Hm.." Nisya hanya membalas malas
Pagi itu tak ada acara bisik bisik lagi seperti yang Rifky dan Nisya lakukan setiap paginya, pagi ini mereka sarapan dalam diam sibuk dengan pikirannya masing masing
Rifky masih takut akan ancaman Abangnya yang akan menghukumnya" Semoga abang lupa dengan hukuman itu " Batin Rifky
Baru saja Rifky memohon suara barito Abangnya membuatnya tiba tiba syok sampai sampai nasi yang masih ia kunya tertelan begitu saja membuat dirinya tersedak sendiri
Uhuk uhuk..
Nisya memyodorkan segelas air putih untuk Rifky
"Rifky kamu berangkat naik taksi online dan Semua Atm aku sita untuk sementara dan ini uang jajan untuk kamu selama satu minggu " Dayyan menyodorkan uang lembaran berwarna merah berjumlah sepuluh lembar
"Baiklah kalau kamu tidak mau, aku tidak akan memberimu uang jajan "
"Abang.." Pekik Rifky tak terima
"Ada apa ini, Rifky kamu buat masalah apa lagi " Tanya fathan mengintimidasi adiknya itu
"Maafkan aku bang" Sesal Rifky namun detik berikutnya ia kembali melayangkan protes terhadap Abangnya
"Ini bukan sepenuhnya kesalahan aku loh bang, kakak ipar juga ikut serta kenapa cuma aku yang di hukum"
Nisya yang sedari tadi diam kini gilirannya yang tersedak oleh makananya sendiri
Uhuk..uhuk..
Dayyan menyodotkan minuman untuknya dan senang hati Nisya menerimanya
__ADS_1
Fathan mulai faham dengan situasi saat ini "pantas saja sedari tadi mereka diam saja ternyata mereka membuat ulah " Gumam fathan menatap kedua manusia didepannya Rifky dan Nisya yang sedari tadi menunduk
"Aku berangkat" Pamit Dayyan
Nisya bangkit datiduduknya kemudian menyalami suaminya sebelum berangkat tak ada acara drama cium kening setelah bersalaman Dayyan berlalu begitu saja
"Bang..Abang.."Panggil Rifky mencoba untuk merayu Abangnya namun hasilnya nihil Dayyan terus melangkah tanpa mau mendengar panggilan adiknya
"Ah sial." Umpat Rifky
"Makanya jangan selalu berbuat masalah, ginikan hasilnya gak dapat kebebasan "Cibir fathan tertawa kecil melihat tingkah adiknya
"Sudah sudah kamu tidak perlu khawatir aku memiliki kartu sakti biar aku yang kasih kamu uang jajan" Kata Nisya membuat kedua pemuda didepannya menatapnya
"Kartu sakti?" Ulang mereka serempak
"Cek !kalian ini apaan sih kartu sakti saja kalian tidak tau" gerutu Nisya lalu ia mengeluarkan kartu berwarna gold yang perna Dayyan berikan padanya
"Wah kakak ipar yang terbaik" Rifky antusias mengacungkan dua jempolnya kedepan Nisya
"Tapi ingat kamu harus kembalikan sebentar, nanti Abangmu curiga
"Siap kakak iparku yang baik hati'
"Lebay"
Fathan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Adik dan kakak iparnya seolah mereka kompak
Tapi aku masih penasaran hukuman apa yang abang Dayyan berikan ke kakak ipar "
Nisya mendengus kesal menatap kearah Rifky yang mengingatkannya atas ulah suaminya semalam.
"Sudahlah lupakan saja aku rasanya ingin mencincang cincang tubuh abangmu itu" Kesal Nisya
membuat kedua pemuda itu tertawa lepas melihat tingkah kakak ipar nya yang sedikit bar bar itu
__ADS_1