GAIRAH ISTRI KECILKU

GAIRAH ISTRI KECILKU
Aksi Nackal Nisya


__ADS_3

Ponsel Nisya berdering hingga beberapa kali namun Nisya enggang untuk mengangkatnya ia masih sibuk dengan kegiatannya belajar masak bersama pelayan yang ada di rumah itu


"Yee.. aku bisa, bi makasih ya udah ngajarin aku masak " Teriak Nisya kegirangan


Dipandanginya masakan yang ia buat tadi meskipun sederhana namun Nisya merasa bahagia melihat hasil masakannya sendiri


"Sama sama nona" Jawab pelayan itu ramah


Sementara di tempat berbeda Dayyan menerima pesan sebuah pengeluaran di Atm yang ia berikan untuk Nisya tempo hari sebesar 10 juta membuat kening Dayyan mengerut


Bukan marah namun Dayyan tau betul istrinya itu tidak akan menarik uang jika tidak ada hal penting, terbukti selama ia memberi kartu itu sekalipun Nisya tak pernah memakai nya


Sore harinya Dayyan pulang awal karna hari ini tidak terlalu banyak pekerjaan di kantornya dengan diantar oleh sang Asisten zen mobil yang dikendarai Dayyan melaju dengan kecepatan sedang tidak membutuhkan waktu lama mobil yang di kendarainya pun sampai pas didepan pekarangan rumah


"Zen, kamu boleh pulang" Titahnya tanpa menoleh kearah sang Asisten


"Baik tuan


Dengan langkah sedikit pelan Dayyan memasuki rumah, tak ada menyambutnya seperti biasa yang selalu Nisya lakukan, menyambutnya sambil menyalami tanganya tapi ini apa bahkan gadis itu tak terlihat batang hidungnya " Kemana gadis bar bar itu"


Dayyan celingukan kesana sini mencari sosok gadis yang selalu membuat daranya naik turun


Namun Dayyan berhenti diambang pintu kamarnya, dadanya terasa sesak, untuk sementara kewarasannya mendadak hilang penampakan di depannya membuat nya menjadi kikuk bahkan untuk bernafas saja ia tak sanggup bagaimana tidak Istri bar bar nya itu menggunakan pakaian yang sangat tipis bahkan seluruh lekuk tubuhnya terpanpang nyata di depannya

__ADS_1


"Sabar ini ujian jangan mudah terpancing" Dayyan terus menenangkan dirinya


Nisya menghampiri suaminya dengan santainya tanpa peduli dengan raut wajah suaminya saat ini


Nisya meraih tangan suaminya untuk menyalaminya" Mas udah pulang?" Tanya Nisya basa basi


Nisya membuang muka sembari tersenyum menyeringai " Ini saat nya pembalasan dariku hehee" Gumam Nisya dalam hati


"Mas mau aku bantu buka baju atau mungkin buka celananya " Nisya bersikap setenang mungkin padahal dalam hatinya ingin merutuki kebodohannya yang sangat berani itu


"Ti-tidak u-usah" Jawab Dayyan terbata jujur saja ia merasa sangat gugup akan kelakuan istrinya itu


"Gak apa apa mas, gak usah malu sama aku, kita kan suami istri.." Mulut Nisya bisa berucap kata manis didepan suaminya namun di dalam hatinya ia berusaha untuk tetap terlihat tenang aga suaminya tidak merasakan kegugupannya saat ini


Nisya tidak menghiraukan penolakan suaminya ia membuka kancing baju Dayyan satu persatu membuat Dayyan tersiksa bukan main pasalnya juniornya langsung merespon dengan baik


Wajahnya bersemu merah saat Dayyan hanya memakai ****** ***** saja, Nisya melihat dengan jelas bagaimana tombak sakti milik suaminya berdiri tegak di dalam sangkarnya


"Mas..milikmu besar sekali.." Seloroh Nisya tanpa dosa


"Nis, Jangan " Ucap Dayyan dengan suara beratnya saat Nisya hendak ingin menyentuhnya


Namun nisa seolah tuli tak menindahi perkataan Dayyan, sama halnya yang ia lakukan terhadap nisya semalam seakan dayyan belum puas menghukum istrinya.

__ADS_1


"Ya Allah cara ini mungkin salah tapi aku belum puas jika tidak membalas mas Dayyan hihihiii " Nisya cekikikan sendiri


"Aaakh Nisya..." Suara de sa han Dayyan keluar begitu saja saat Nisya mulai menyentuh miliknya dengan bibir mungilnya


Nisya terus menjalankan aksinya tanpa mau mendengar ucapan suaminya, tanpa melepas kain segitiga itu Nisya memberinya gigitan gigitan kecil sehingga dayyan mendadak prustasi akan kelakuan istri kecilnya itu


Tangan mungilnya bahkan tak tinggal diam ia mengusap memberi nya rangsangan hingga rancauan Dayyan terdengar sangat nyaring antara menikmati dan juga tersiksa karna Dayyan tidak bisa melakukan penyatuannya saat ini


"Sudah ya mas aku capek" Nisya berdiri meninggalkan suaminya begitu saja sama seperti yang di lakukan Dayyan terhadapnya


Dayyan melongok tak percaya menatap punggung Nisya yang sudah menghilang dibalik pintu kamar mandi


Ingin rasanya Dayyan menghajar gadis yang sudah sah menjadi istrinya itu setelah membuatnya melayan dan dengan tanpa rasa bersalah ia melenggang pergi begitu saja tanpa rasa bersalah sama sekali


Sementara di dalam kamar mandi Nisya tak kuasa menahan kejolak dalam dirinya saat ini jujur saja sebagai gadis normal siapa yang tidak tergoda dengan milik suaminya yang nyaris sempurna itu


Nisya memegang dadanya mengatur nafasnya yang terasa memburu, rasa bersalahnya kian merasukinya saat ini namun ia tidak ingin juga melakukan nya tanpa ada kata cinta diantara mereka.


Nisya akan menyerahkan harta paling berharganya keorang yang mencintai nya


Clek


Nisya keluar dari kamar mandi matanya mengintari setiap ruangan mencari suaminya namun kamarnya kosong ia lantas berlari kecil menuju ranjang kemudian menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut jujur saja ia merasa malu dengan apa yang lakukan tadi

__ADS_1


Hingga malam begitu larut namun Dayyan tak kunjung masuk kekamarnya, membuat Nisya menjadi resah rasa bersalah nya kian meliputi dirinya saat ini


Lama berperang dalam pikirannya sendiri ia lantas bangkit dari tidurnya kemudian menghampiri suaminya keruang kerjanya dan benar saja Dayyan sedang tidur dalam posisi duduk bersandar kebelakan di kursi kebesarannya


__ADS_2