
"Astaga.... Anak itu, ngapain ganggu istriku!"
Bimo geram, melihat seorang pria mengajak Rara bicara.
"Eehhmm... Eehmm...!"
Rara menoleh ke asal suara yang ia kenal. Tadinya ia dengan serius mendengar pria yang bicara di hadapannya. Tapi, kini ia jadi takut. Takut terjadi perkelahian seperti di hotel tadi pagi.
"Kita duduk di sana, aku perhatikan kamu terus saja menguntit istriku!" tegas Bimo, menunjuk gazebo di cafenya.
Istri..? semalam katanya paman? sekarang kenapa pria ini mengaku Rara istrinya.
Pria yang mengajak Rara bicara adalah Alvaro. Ia semakin dibuat penasaran dengan Rara. Kalau benar Rara adalah istri pria Sok kecakepan di hadapannya. Kenapa sang istri malah disuruh kerja sebagai waiters, kan aneh?
Bimo meraih tangan Rara dan menggandengnya posesif. Rara sudah ketar ketir saat ini. Ia malas, jikalau ada perkelahian. Ia sudah kenyang dengan pengalaman berkelahi dan buat onar. Ia sudah muak dengan hal hal seperti itu.
Alva heran bin bingung dengan pasangan di hadapannya.
Aneh...
Ia terlanjur suka dengan Rara, yang punya kepribadian baik pada pandangan pertamanya disaat Rara melayaninya waktu berkunjung ke cafe nya Bimo ini. Rara yang cantik, ramah dan suka senyum itu, membuatnya klepek-klepek.
Eeehh... Fakta hari ini membuatnya melongos lesu. Ternyata wanita incarannya sudah menikah.
Ganbate...
__ADS_1
Zaman sekarang itu istri orang lebih menantang!
Alva tersenyum kecut mengingat selogan viral di sosmed yang mengatakan istri orang lebih menantang.
"Ayo duduk." Bicara ramah pada Alva.
Rara terbengong melihat sikap sang suami, yang terkesan tenang dan bersahabat itu. Padahal tadi kedua pria ini adu jotos.
"Terima kasih ." Alva duduk dengan mengulas senyum tipis. Memperhatikan Rara yang terlihat tegang.
"Ada perlu apa dengan istri saya, hingga sore ini, anda masih saja membuntutinya?" bicara tegas penuh kewibawaan menatap Alva yang di hadapannya.
"Eeemm.." Alva menoleh ke kanan dan ke kiri. Ia nampak sedang berpikir. "Gak ada hal penting sih. Aku hanya naksir saja dengan wanita ini " Menunjuk Rara yang duduk menunduk di sebelah sang suami.
Ujar Rara dan Bimo secara bersamaan.
Tentu saja ucapan Alvaro membuat Rara dan Bimo terkaget-kaget.
Bimo sangat terkejut dengan pernyataan Alva. Ia merasa tak dihargai dan ditantang. Ia sudah mengatakan kalau Rara istrinya tadi. Tapi, pria ini malah mengeluarkan kata-kata yang membuat tengkuk dan lehernya panas dan berat, seperti ditimpa batu besar. Benar-benar buat syok.
Rara semakin tegang saja. Ia secara bergantian menatap ke arah Bimo dan Alva. Kenapa sih selalu saja ada hambatan. Apakah masalah ini datang bertujuan untuk menguji seberapa kuat cinta dan kasih sayang mereka?
Huufftt
Bimo memijat tengkuknya kasar. Kedua Mata menatap tajam Alva.
__ADS_1
"Maksud anda bicara seperti itu apa? berani sekali anda mengatakan menyukai istriku, di hadapanku!" menantang tatapan bengisnya Alva. Ia selalu tak punya harga diri saat ini. Koq ada pria seberani ini?
"Kan anda yang nanya? mencintai itu fitrah pak. Suka suka ku dong menyukai orang " Jawabnya enteng yang memuat Bimo naik pitam.
"Sukai yang Single saja ya? gak usah buat ribet dirimu menyukai istri orang!"
Mam pus... Aku...! Akan ada peperangan.
Rara membatin, menggenggam tangannya Bimo. Ia pun memberi isyarat dengan matanya. Agar sang suami tak terpancing.
"Disitu seninya pak! Anda tak cocok dengannya. Anda sudah tua, lihat wajah anda, sudah ada keriputnya. Sayang sekali jikalau wanita secantik Rara, punya suami tua seperti anda!"
Prak...
Bimo menggebrak meja dengan kuat.
Rara terkejut dibuatnya. Ia sampai terjingkat.
"Gak usah marah, saya bicara fakta. Ngaca.... Dong ..!"
Pria itu menatap rendah Bimo, beranjak dari duduknya, meninggalkan tempat itu.
TBC
Like coment positif vote hadiah ditunggu say
__ADS_1