
Acara makan siang menjelang sore pun akhirnya usai juga. Tentu saja banyak part romantis dalam moment itu. Bimo sudah seperti seorang ibu yang memberi makan seorang bayi berumur 6 bulan, saat pertama kali MP asi. Mulai dari makan hingga selesai Rara disuap.
Tadinya Rara terharu dengan sikap sang suami. Apalagi Bimo sudah mengakui perasaannya pada Rara, saat ia masih berusia 12 tahun. Tapi, kelakuan Bimo saat makan siang itu, malah jadi bahan tertawaan. Bahkan mau minum pun harus dengan gelas yang sama.
Lebay...
Sangat lebay menurut Rara.
Padahal hampir dua Minggu ia dikasari, gak diperhatikan. Dan sekarang perhatiannya over protective.
"Sayang, aku harus ke kantor lagi sore ini. Kamu, ikut ya?" mengusap usap lengan Rara yang ada dalam pelukan sang suami. Kini mereka masih di taman, duduk di bangku besi menghadap ke kebun bunga.
Rara memutar lehernya menatap sang suami manja.
"Capek sayang, aku di sini saja ya?" menunggu jawaban sang suami dengan terus menatap lekat netra hitam itu.
"Eeemmm iya deh, kamu pasti capek, hasil kerja keras tadi di kamar mandi." Bimo tertawa tipis.
"Iihh... Apaan sih? malu tau, bbrrrr...!" mengingat kelakuan mereka di kamar mandi, menjadi sebuah lelucon setelah usai perjuangan mengeluarkan larva hangat berwarna putih kentalnya Bimo.
"Huuufftt... Kenapa lama sekali sih sayang kamu haidnya." Keluh Bimo dengan frustasi. Masih menatap sedih Rara, yang merasa lucu dengan ekspresi wajahnya Bimo.
"Itu gak lama sayang, itu masih normal loh." Ujar Rara menyandarkan kepalanya di bahu bidangnya sang suami.
"Kamu tahu gak siapa wanita yang tak pernah haid, tapi bisa melahirkan?" keduanya malah asyik bercerita di taman. Lupa sudah Bimo mau menjumpai Jenifer, terkait kerjaan.
__ADS_1
"Eemmmm gak tahu, paman gak cerita itu saat aku kecil." Kini Rara kembali menoleh ke sang suami, ia tertarik dengan cerita suaminya kali ini.
"Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah dari istrinya Khadijah. Fatimah tidak pernah haid, dan ia mendapat julukan Az-Zahra karena dia tidak pernah haid itu dan pada saat melahirkan nifasnya hanya sebentar. Dia juga dijuluki sebagai pemimpin para wanita-wanita penduduk surga." Jelas Bimo tersenyum, senang melihat Rara antusias mendengar ceritanya.
"Koq bisa melahirkan anak gak haid sayang? haid itu kan, sel telur yang luruh karena tak dibuahi? tapi, tadi Fatimah punya anak?" Rara semakin bingung dibuatnya.
"Itulah keistimewaan Fatimah Az Zahra, sholatnya gak pernah tinggal, ia juga punya akhlak yang baik." Jelas Bimo lembut.
"Hadeuuhh... Sangat beruntung dong suaminya sayang. Cetak anak terus tanpa ada PMI (Palang merah Indonesia)" ujar Rara kagum dan penuh keseriusan.
"Hahaha... Kamu ini, jangan bahas itu. Pegang ini, jadi on kan dia, kamu sih mengungkit ngungkit itu." Bimo malah menarik tangannya Rara ke miliknya yang sudah tegang dibalik celananya.
Mereka yang sudah saling mengasihi sejak dulu, jadi bisa dengan cepat akrab seperti sekarang. Walau tadi saat bercum-bu masih ada rasa enggan dan malu. Apalagi Rara, baru kali itu melihat jelas miliknya sang suami.
Grapp..
Bimo malah menarik Rara dan jatuh ke pangkuannya.
"Aduhhh.. dia ditimpah!" Bimo merem melek. Saat bokongnya Rara menimpah miliknya yang on.
"Awas patah." Rara nyengir, koq lucu ya rasanya bahas begituan.
"Mana mungkin patah sayang. Ciu -m dulu!" menunjuk bibir dengan mata terpejam.
"Yang pengen dici um siapa? yang harus menc-ium siapa? koq seolah aku jadi yang pengen?" Rara heran dengan si suami yang selalu minta dici-um. Kalau mau ciu-m, yang pengen aja yang menci-um.
__ADS_1
"Kalau aku yang mulai, gak akan kelar sampai magrib sayang. Kalau kamu kan pasti ciu man kilat." Saling mempertahankan pendapat masing-masing.
"Baik lah, aku ci- um nih?" ujar Rara tertawa tipis. Koq mereka jadi lucu.
"Hooh... " menganggukkan kepalanya dengan mata tertutup. Bibir sudah monyong dua centi.
Dug
Dug
Entah kenapa Rara malah salah tingkah. Ia deg deg an parah.
Ia pun mendekat bibirnya dan
Happ
Tentu saja suaminya itu langsung melahap habis bibir itu. Mereka malah berciu-man mesra dan hangat, Saling kecap mengecap dan lupa dengan waktu.
"Eemmmm...Eehmmm...!" suara deheman seorang wanita akhirnya membuat keduanya menyudahi acara bertukar Saliva itu dengan tergagap.
Apalagi saat berciuman, tangannya Bimo ikut merayap, menyelinap ke bajunya Rara, memainkan gunung kembar.
TBC
Like coment dan vote banyak say. Kalau mau grazy up🙂🙏🤭
__ADS_1