GAIRAH ISTRI KECILKU

GAIRAH ISTRI KECILKU
Perhatian Dayyan


__ADS_3

Nisya duduk disamping Dayyan dengan posisi masih terus menunduk dalam ketakutan nya


"Kamu menangis?"


Nisya dengan cepat menggelengkan kepalanya namun nyatanya air mata sialan itu tak kunjung reda seperti air hujan yang terus turun membasahi pipinya


Dayyan menyentuh dagunya mengangkat sedikit kepala Nisya, Dayyan menghapus air mata Nisya kemudian meraih piring berisi makanan yang sudah ia ambil dari pelayan


"Makanlah" Titah Dayyan


Nisya pun makan begitu lahapnya tanpa peduli jika masih ada Dayyan didepannya


Setelah makanan dipirinnya sudah habis Nisya kembali meneguk air minumnya hingga tandas tak tersisah


Dayyan tersenyum pada gadis didepannya sungguh tak ada jaim jaim nya justru itu yang membuat Dayyan merasa gemas sendiri


"Mulai hari ini kamu tidak perlu merasa tidak enak dirumah ini kamu bisa melakukan apa saja kecuali membersihkan rumah, kamu bisa makan sepuasnya apapun yang ingin kamu makan kamu bisa minta sama pelayan dan satu lagi aku tidak ingin lagi mendengar kamu melewatkan makan siangmu," Tutur Dayyan panjang lebar


Nisya mengangguk senang, bukan tidak lapar bahkan Nisya sangat lapar, ia berusaha tahan karna merasa tidak enak dirumah ini, ia merasa tidak enak jika hanya numpan makan tidur tanpa membantu orang orang disini padahal Dayyan lah yang melarang para pelayan untuk tidak membiarkan nisya mengerjakan pekerjaan rumah.


"Coba katakan kenapa sampai kamu melewatkan makan siang mu" tanya Dayyan terus menatap kearah Nisya sementara yang ditatap merasa malu malu meong


"Saya malu mas..


Alis Dayyan terangkat sebelah "Malu?"


Nisya mengangguk membenarkan


"Malu kenapa"


"Ya karna tidak membantu mereka membersihkan rumah sama membantu memasak saya tidak enak sama mereka mas" Ujar Nisya

__ADS_1


Dayyan benar benar dibuat melongok tak percaya mendengar perkataan istrinya, Bagaimana mungkin Nisya berpikir seperti itu padahal dia sudah menjadi nyonya di rumah ini


"Mereka dibayar untuk mengerjakan tugasnya masing masing dan kamu istriku tidak ada yang akan marah pdamu jika kamu hanya duduk manis dirumah ini


Nisya menunduk ingatannya kembali saat tinggal bersama pamannya, Bagaimana dia diperlakukan sangat kejam tak ada makanan jika ia tidak melakulan pekerjaan rumah


"Dulu dirumah paman, saya tidak diberi makan jika tidak membantu bibi mengerjakan pekerjaan rumah, saya mengerjakan semua pekerjaan rumah barulah mereka memberiku makan itupun sisa sisa dari mereka" Perkataan Nisya membuat Dayyan merasa sedikit sakit mendengar nya


Dayyan langsung memeluk Nisya untuk memberinya sedikit ketenangan karna Dayyan dapat melihat jika gadis itu menceritakan masa lalunya dengan isak tangis nya


"Maafkan saya mas "Lirih Nisya saat sudah melepas pelukan Dayyan


Nisya kembali merasa canggung jantungnya kembali berdengup semakin kencang ini untuk pertama kalinya ia bersentuhan dengan seorang pria


"Apa yang kamu lakukan selama berada didalam kamar ini" Tanya Dayyan


Nisya cengengesan sambil mengangkat hendponnya "Nonton drama korea" kata Nisya diiringi tawa kecilnya


"Itu tidak perlu mas saya bisa nonton lewat hp saja lagian juga disini ada wifi jadi bebas nontonnya


"Gak apa apa jika kamu bosan nonton di hp kamu bisa nonton di tv saja" Kata Dayyan yang tak ingin dibantah lagi


Untuk beberapa menit mereka terdiam tak ada obtolan lagi, Dayyan merasa tak ada topik pembicaraan lagi


"Mas..


"Hm.


Nisya sedikit ragu untuk menyampaikan keinginananya melihat jawaban singkat dari Dayyan mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perkataannya


"Kenapa Hm..?!

__ADS_1


"Boleh tidak sekali kali aku bantu bibi memasak " kata Nisya sedikit pelan nyaris tak bersuara


"Apa kau senang melakukan itu?" Tanyanya


Nisya mengangguk antusias mengiakan perkataan Dayyan


"Baiklah kamu boleh melakukan apa saja dirumah ini


"Makasih mas


**


Waktu semakin berlalu seminggu sudah berlalu, pernikahan yang tidak didasari oleh cinta akan sulit beradaptasi apalagi pembawaan Dayyan yang sangat kaku membuat kesulitan mendekati istrinya


Rasa gengsi yang terlalu tinggi hingga kadang membuatnya jarang bertegur sapa meskipun mereka dalam satu ruangan yang sama


Hanya hubungan Rifky dan Nisya yang terlihat sangat dekat, pembawaan Rifky yang sedikit humoris dan ceria membuatnya cepat akrab dengan kakak iparnya


Tiap malam mereka selalu memyempatkan diri untuk berkumpul diruang keluarga sebelum mereka mengistirahatkan dirinya seperti malam ini mereka tengah bersantai di ruang keluarga yang paling antusias diantara mereka hanya Rifky dan Nisya


"Kak kapan kapan kita pergi nonton ya?" Ajak Rifky pada Nisya


Nisya hanya tersenyum saja tidak menolak tidak mengiyakan melihat tatapan suaminya yang sedari tadi menatapnya membuatnya gagal fokus apalagi saat suaminya tiba tiba bangkit dari duduknya meninggalkan ruang keluarga tanpa berkata apapun


"Kamu sih" Ketus Fathan menatap tajam kearah Adiknya


"Lah kok aku, salah aku dimana coba " Sahut Rifky tak mau kalah


"Salahmu karna kamu terlalu percaya diri mengajak kakak ipar nonton " Geram Fathan


"Sudah sudah, kakak kekamar dulu ya " Kata Nisya menengaihi perdebatan mereka

__ADS_1


__ADS_2