GAIRAH ISTRI KECILKU

GAIRAH ISTRI KECILKU
Gila


__ADS_3

"Dasar manusia gak tahu terima kasih. Sudah ditolingin, kata-katain orang lagi. Ciihh...!" Rara membalas perlakuan Jenifer. Meludah di hadapan wanita itu.


Jenifer naik pitam. Ia turun dari pondok itu menghampiri Rara dengan emosinya. Seperti seekor harimau yang siap menyergap mangsa.


"Kamu... Dari dulu ya, aku itu sudah ingin pites kamu. Gara gara kamu hidupku hancur, impianku hancur...!" Ujar Jenifer dengan emosi yang berkobar kobar. Dadanya naik turun karena emosi, satu tangan berkacak pinggang dan tangan satunya lagi menunjuk


nunjuk Rara dengan kesalnya.


"Dasar cewek psikopat, meludahi orang kamu bisa. Tiba orang melakukan hal sama kamunya gak terima." Rara tak kalah bengisnya menantang Jenifer.


"Berani kamu menantang aku, haahh...?!" tangannya Jenifer mengatung di udara. Ia pikir Rara akan diam saja, saat ingin ditampar.


Tangan Jenifer yang ditahan Rara dihempaskannya kuat. Keduanya beradu pandang dengan penuh kebencian. Tak mau membuang tenaga meladeni Jenifer. Rara memalingkan pandangannya dan langsung berbalik badan, saat itu juga Jenifer menyerangnya. Menendang bokong Rara dengan kuat dari belakang.


"Oowwuhh.." Aduhnya, wanita itu kini tersungkur.


Pukkk...


Keadaan Rara yang lemah, dimanfaatkan Jenifer untuk menyerang. Satu tendangan kembali mendarat di paha Rara.


"Kamu itu harus mampus!" kembali menendang kaki Rara.


Rara sudah tak bisa menahan emosinya lagi. Matanya menatap iba ke Jenifer. Seolah ia sudah kalah. Dan minta ampunan. Jenifer merasa bangga dan terpuaskan. Karena sang lawan, terlihat tak berdaya dan..


Pukk...

__ADS_1


Paaak...


pukk...


Saat tertawa penuh kemenangan. Rara telah mengatur siasat meraih balok didekatnya dan memukulnya kuat ke bagian paha Jenifer. Seketika Jenifer lumpuh dan terjatuh. Saat itu juga Rara melancarkan dua pukulan ke paha dan punggung wanita itu


Saat serangan untuk ketiga kalinya. Jenifer berhasil menangkis dan menangkap balok yang di tangannya Rara. Sehingga balok itu berpindah tangan.


Tahu akan diserang dengan balok itu. Rara melarikan diri. Jenifer mengejarnya.


"Ya Allah .. Selamat kan aku dari wanita psikopat itu. Kenapa tak ada orang di sini? kenapa tak ada orang yang melintas di jalan ini?" ujar Rara dengan frustasinya, terus mempercepat langkahnya dengan ngos ngosan.


"Aku akan bunuh kamu..!"


"Tolong ... Tolong ..!" teriak Rara, sesekali menoleh kebelakang, melihat Jenifer yang mengejar nya dengan sedikit pincang. Ya, pukulan kayu di paha Jenifer tadi ternyata membuat wanita itu cidera.


Prang....


Ppraang ..


Balok yang ditangan Jenifer dilempar ke arah Rara. Tapi, syukur lah Rara bisa menghindar.


Tahu akan kalah dalam adu lari cepat itu. Jenifer kini mengambil batu di pinggir jalan. Melemparnya ke arah Rara yang berlari kencang di hadapannya.


Lagi lagi serangannya bisa dihindari Rara.

__ADS_1


"Sial....!" umpat Jenifer.


Pertengkaran sudah dimulai. Kalau tak ada hasil, ia akan merasa kesal sendiri pada dirinya.


"Kenapa aku jadi bodoh, harusnya tadi, aku naik motor mengejarnya. Menabraknya biar mampus...!" ujarnya kesal, masih berlari mengejar Rara.


"Kamu tak akan ku lepaskan. Lihat saja..!" teriak Jenifer, mempercepat langkahnya, walau kakinya terasa kram, karena dapat pukulan tadi. Ia masih bisa menahannya.


"Tolong..... Tolong ...!"


Rara memperhatikan sekitar sambil berlari kencang. Ia akhirnya tersadar, kenapa tak ada orang di tempat itu. Jelas tak ada, mereka sedang diperkebunan miliknya Bimo. Bimo sedang bangkrut. Tak ada pekerja di kebun itu.


Bruuggkk..


Karena tak melihat jalan saat berlari. Rara kesandung batu besar di pinggir jalan.


Tangannya luka sudah kena aspal.


Ia menoleh ke belakang sebelum bangkit.


"Hahaha... tamatlah riwayat mu Rara ..!" balok besar sudah siap untuk menghantam ke kepalanya Rara.


"Ooowwhh.. Tidak...!"


TBC

__ADS_1


__ADS_2