
"Kamu di sini?" meletakkan nampan yang di atasnya ada dua gelas juice jeruk di meja. Senyum kikuk malu-malu tercetak jelas di wajahnya Bimo. Sedangkan ekspresi wajah Rara mendadak gelap, seperti langit yang ditutupi awan hitam. Siap mengeluarkan air hujan yang deras.
"Apa perutnya masih sakit?" menuntun sang istri untuk duduk di kursi yang ada di balkon itu.
"Iya paman." Jawabnya malas. Padahal perutnya sudah tak sakit lagi.
"Ini, kamu minum. Pasti setelah minum ini, perutnya gak akan sakit lagi. Kamu juga jadi merasa lebih segar." Menyodorkan gelas berisi juice jeruk panas.
Rara meraih gelas berisi juice jeruk itu. Menatap lekat sang paman yang terlihat bahagia itu.
Haruskah aku menanyakan lagi, apa alasan paman membenciku?
"Kamu kenapa? kenapa menatapku seperti itu?"
Bimo jadi salah tingkah karena ditatap lekat oleh Rara.
"Eemmm... Selain aku adalah anak mama Rani, yang tak jelas siapa ayahnya. Aku yang selalu buat onar. Apalagi hal yang membuat Paman benci padaku?" tanyanya dengan menitikkan air mata. Ternyata Rara tak bisa membendung cairan bening itu lagi, mendesak untuk keluar. Mengingat semua ucapan kasar sang suami.
"Kamu bicara apa? aku tu tidak pernah membencimu." Merapikan rambut Rara yang berterbangan ditiup angin. Ya, Rara sudah melepas hijabnya.
"Aku heran dengan paman. Kenapa paman tiba-tiba baik seperti ini. Padahal sebelumnya paman membenciku?"
"Siapa bilang aku membencimu?" mengerutkan kening, bingung dengan pertanyaan Rara.
__ADS_1
"Sudah deh paman, gak usah berbelit-belit lagi. Aku bisa rasakan kalau paman itu benci aku. Sikap paman pun kasar padaku." Merengut, karena sedih mendapati kenyataan kalau Bimo membencinya. Tapi, gak ngaku. Tadi Rara sempat menguping pembicaraan Jenifer dengan Bimo.
Bimo menghela napas dalam. Ini saatnya ia tunjukkan sipatnya yang sesungguhnya. Berlaku kasar pada Rara selama ini, bukanlah kepribadiannya yang sesungguhnya. Ia telah larut dalam permainan, mendidik Rara dengan cara yang salah akhir-akhir ini.
"Maaf ya, kalau akhir-akhir ini sifat suamimu ini menyebalkan. Awalnya, aku gak bisa terima kalau kita menikah. Kamu masih muda, dan aku sudah berumur. Aku itu ingin punya keluarga yang harmonis. Yang punya istri yang dewasa. Saat itu disini terjadi perang bathin." Meraih tangannya Rara dan menempatkannya di dadanya yang berdebar kencang itu.
"Ingin meninggalkanmu, gak mau melanjutkan hubungan ini. Tapi, hatiku menginginkanmu. Disaat mulut ini berkata kasar." Kini tangannya sang istri diarahkan ke bibirnya. "Hatiku ikut sakit." Tangannya Rara kini turun kembali ke dada kembali.
"Berarti paman gak membenciku?" menatap lekat sang suami.
"Gak, aku gak membencimu!" menggelengkan kepalanya kuat.
"Bohong... Tadi kak Jenifer bilang, paman membenciku." Cemberut dan membuang muka.
"Ia selalu salah tanggap. Sudah... Gak usah bahas Jenifer." Meraih Rara kembali pada pelukannya.
"Info dari mana itu?"
"Infonya sangat akurat. Aku sendiri yang dengar, saat kalian berkelahi enam tahun yang lalu." Rara menghela napas. Rasanya sesak sekali dada mengungkit masa lalu itu.
"Berkelahi, enam tahun lalu?" Bimo semakin bingung dengan ucapannya Rara.
"Iya.. Setelah aku menc-ium paman waktu itu. Paman kan marahi aku." Memukul kesal dada sang suami. Jika ingat kejadian itu, rasanya sangat memalukan.
__ADS_1
"Siapa suruh mencium. Kamu kan anak-anak, berani sekali kamu lakukan itu? belajar dari mana hal seperti itu?" bicara dengan bibir yang menahan senyum. Kalau diingat-ingat,.memang lucu juga. Bimo yang terkejut dengan tingkah agresif nya Rara. Malah salah tingkah.
"Iihh... Jangan ngeledek dong..!" tak suka dengan ekspresi wajahnya Bimo yang seolah meledeknya.
"Siapa juga yang meledek. Lucu saja, ada anak-anak main nyosor saja."
"Iihh.. Jangan GR, aku tu gak ada perasaan sama paman ya? aku hanya sayang saja "
"Yang nanya siapa?"
"Iihh kok nyebelin sih?" mencoba mencubit perut sixpack nya Bimo. Tentu saja Bimo menangkis tangan lembut itu.
"Coba sekarang cium!" memonyongkan bibir dua centi.
Puk..
Rara memukul pelan bibir monyong itu.
Herrmmmpp
"Berani mancing-mancing nih, gak takut pancingnya kena sambar?" Bimo mendekatkan wajahnya.
TBC
__ADS_1
Like coment vote hadiah ditunggu. Naik Ranking hadiah kiya grazy up
🙂🙂🙂