
Tiga hari telah berlalu. Hubungan keduanya semakin terkikis jarak. Bahkan mereka tak pernah berkomunikasi. Saat sarapan atau makan malam, tak ada pembicaraan keduanya. Keduanya membisu dengan ekspresi wajah datar.
Pagi ini seperti biasa, pukul 07 pagi Rara sudah berangkat kerja dengan mengayuh sepedanya. Padahal mereka sering pergi pada waktu bersamaan, tapi Bimo tak pernah berbasa basi mengajaknya berangkat sama.
Rara tak terlalu berharap banyak lagi, dapat perlakuan manis dan hangat dari Bimo. Toh sudah dibilang pun, suaminya itu tak pernah merasa salah atas sikap dingin dan tak peduli nya itu. Padahal seorang istri itu sangat ingin disayangi, diperhatikan dan dimanja.
Pagi ini juga Rara dikejutkan dengan kehadiran seorang wanita. Karyawan baru di perkebunan sang suami. Wanita itu sangat ia kenal. Wanita itu pernah mengatakan bahwa ia dan Bimo ada hubungan spesial. Tapi, anehnya koq sampai sekarang mereka gak menikah. Malah, ia yang menikah dengan Bimo. Wanita itu adalah Jenifer.
Bimo mengumpulkan para karyawan, sebelum dimulai aktivitas. Bimo mengenalkan Jenifer pada semua karyawan saat melakukan briefing. Jenifer diberi jabatan sebagai Manager Keuangan di perkebunan sang suami.
Tentu saja hati Rara sakit mendapati kenyataan ini. Kenapa Jenifer hadir lagi dalam kehidupan mereka? kenapa Jenifer dapat jabatan yang bagus? sedangkan ia, seorang istri, disuruh jadi waiters.
Perlakuan Bimo sudah sangat keterlaluan. Ia benar-benar disepelekan. Mentang - mentang ia hanya mengecap pendidikan di SMA, dan parahnya memang belum lulus. Ia dipercaya hanya bisa jadi waiters.
Acara perkenalan sang pegawai baru telah selesai. Sedikit pun Rara tak mau menatap ke arah Bimo yang bicara saat briefing itu. Rara hormat dan empati sudah tak ada lagi untuk pria itu. Tak ada rasa spesial lagi, yang tinggal hanya rasa hambar. Bahkan kini melihat muka sang suami membuatnya ingin muntah.
"Eemmm... Aku seperti pernah lihat kamu deh?" ujar Jenifer, menghentikan langkahnya Rara, saat ingin memulai bekerja.
Rara menatap lekat Jenifer dan tersenyum tipis. "Masak sih kak?"
__ADS_1
"Iya, mirip putri bos saya dulu." Jenifer tampak berfikir mencoba mengingat sesuatu.
"Heemmm... Mana mungkin putri seorang Bos jadi waiters sih kak." Ujarnya tanpa ekspresi, meninggalkan Jenifer yang bingung di tempat.
Wajar Jenifer dibuat tak yakin dengan dugaannya. Karena, Jenifer sudah enam tahun berhenti bekerja dari perusahaan Ezra. Saat itu Rara masih kelas satu SMP. Dan sekarang Rara sudah berusia 18 tahun. Dalam enam tahun itu, perubahan tubuhnya Rara berubah drastis. Ia tumbuh jadi gadis cantik, putih, manis dengan tubuh yang proporsional.
Dan saat ini, Rara malah terpaksa memakai hijab. Karena semua karyawannya Bimo di cafe itu diwajibkan pakai hijab. Jelas saja, Jenifer tak mengenali Rara.
Sepeninggalannya Rara, Jenifer masuk ke ruangannya Bimo. Dan itu tak lepas dari pengamatan Rara. Ada banyak tanda tanya di hatinya terkait Jenifer yang tiba-tiba bekerja di perkebunan nya Sang suami. Tapi, ia yang sudah muak melihat sikapnya Bimo, membuatnya tak ingin tahu lagi tentang suaminya itu.
Hari ini Rara tetap semangat dalam bekerja hingga siang hari ini. Ia tak mau disepelekan lagi, dengan ujaran kebencian dikatakan malas.
Saat di sela-sela kesibukannya. Sesekali ia berpapasan dengan sang suami. Tapi tetap mereka bersikap seolah tak kenal. Jenifer yang jadi karyawan baru di perkebunan nya Bimo, selalu menempel ke mana pun Bimo pergi hari ini.
Rara tetap fokus bekerja.
"Perut bagian bawahku kenapa ya?" Rara memegangi perut bagian bawahnya yang terasa nyeri dan kram. Biasanya kalau sudah seperti ini, itu pertanda ia akan mens-truasi. "Apa mau datang bulan?" lirihnya dengan wajah kusutnya. Ini yang dikesalkan Rara tiap bulan. Setiap haid, ia akan mengalami Dismenore atau nyeri haid, kram di perut bagian bawah yang muncul sebelum atau saat menstruasi. Dismenore yang dialaminya tergolong berat. Bahkan mengganggu aktivitas sehari-harinya, apalagi di hari pertama.
"Silmi, anterin pesanan ke meja 30 ya? perutku sakit nih. Mau istirahat sebentar." Keluhnya pada tim kerjanya. Silmilah teman yang lebih enak diajak kerja sama.
__ADS_1
"Ok!" jawab Silmi ramah. Memberi tanda dengan tangannya.
Ternyata Rara tidak diperkenalkan sebagai istrinya Bimo. Saat ia datang untuk bekerja disitu. Bimo hanya mengatakan akan ada karyawan baru, dan karyawan itu masih satu keluarga dengannya. Tadinya saat Rara datang ke tempat itu, Rara beranggapan Bimo memperkenalkannya sebagai istr. Karena saat itu sang manager langsung menyambut nya ramah dan mengajaknya masuk ke ruang pribadinya Bimo. Ternyata ia hanya dikenalkan sebagai keluarga.
Istri termasuk dalam satu keluarga juga kan? entahlah, tapi para karyawannya Bimo sepertinya tidak tahu, kalau Rara dan Bimo adalah pasangan suami istri.
Rara memegangi perutnya sambil berjalan ke toilet. Ia memeriksa bagian bawahnya. "Belum datang." Ujarnya dengan wajah kusut. Sebenarnya jikalau sudah datang, ia juga pasti merasa tak nyaman dibagian bawahnya. "Sepertinya aku terlalu lelah, sebaiknya aku istirahat sejenak. Pasti nanti sore atau malam datangnya palang merah. " Ucapnya frustasi yang hanya bisa didengar olehnya sendiri. Jujur Rara sangat benci disaat ia sudah datang bulan. Tapi, mau gimana sudah kodrat sebagai wanita itu merasakan hal itu.
Rara yang sudah bekerja lebih dari satu Minggu itu, sudah bisa membuat berbagai macam minuman. Ia juga sudah pandai memasak telor, masak mie instan yang enak. Buatnya itu adalah prestasi yang sangat membanggakan.
Rara yang tak bisa melanjutkan pekerjaannya. Memilih beristirahat di pondok paling pojok yang dekat dengan kebun stroberi. "Eemmm... Makan buah strawberry seperti nya segar."
Rara beranjak dari pondok itu. Menyeret kakinya yang lemah ke kebun stroberi. Sesaat rasa sakit berkurang, karena suasana hatinya membaik saat memetik sendiri buah stroberi yang ukurannya super itu. Memang stroberi di kebun nya Bimo semuanya bibit unggul. Dan pupuknya saja organik.
Satu keranjang isi 2 kilo tengah ditenteng. Rara keasyikan memetik, hingga tak sadar, keranjang sudah penuh.
Bruuggkkk
Rara yang tak konsentrasi saat hendak berdiri setelah memetik buah stroberi, tak sengaja menabrak seorang pria di hadapannya.
__ADS_1
TBC
Like komentar positif vote hadiahnya di tunggu 😀ðŸ¤