GAIRAH ISTRI KECILKU

GAIRAH ISTRI KECILKU
Online shop


__ADS_3

"Rara... Hentikan, aku sudah mandi..!" teriak Bimo, ia yang kesal. Akhirnya menghampiri Rara. Menarik selang kran air dari tangan Rara. Tapi, anehnya Rara menahannya. Bimo kembali mencoba menarik selang kran air itu. Akhirnya mereka tarik menarik kran air itu.


"Lepaskan....!"


"Tidak...!"


Tentu saja kini air terciprat kemana-mana karena ulah keduanya yang seperti anak kecil. Bahkan Rara kini ikut basah.


Sadar dengan dirinya yang gak pakai dalaman, dan bajunya sudah basah, mana warna putih lagi. Tentu kini bentuk tubuhnya tercetak jelas terutama bagian atasnya. Rara yang tak mau ketahuan gak pakai dalaman, akhirnya menyerah. Ia melepas selang itu disaat Bimo menariknya kuat. Alhasil Bimo terjatuh ke belakang.


Ia yang terkejut saat hendak terjerembab ke belakang. Malah menarik tangan Rara yang hendak pergi dari tempat itu. Alhasil Rara pun terjatuh dan menimpa tubuh kekarnya Bimo.


Aauuwwuuhh...


Braagggkkk


Ser.....


Dug


Dug


Dug


Keduanya kini kena serangan jantung. Mata keduanya beradu pandang dan membola. Bimo tak kalah syok, karena ia bisa merasakan dada kenyalnya Rara, sang istri.


Bimo itu pria polos, walau ia banyak disukai wanita. Ia bukan tipe pria yang mau mempermainkan perasaan wanita. Apalagi ia selalu menjaga dirinya dari MAKSI at. Ia bahkan sangat menginginkan istri yang polos sepertinya juga. Yang tak pernah pacaran, atau kontak fisik dengan lawan jenis. Pengecualian Anin, yang janda.


"Apa sih mau mu paman...?" kesal dengan kejadian ini, Rara memukul kuat dadanya Bimo, sangat kuat. Pria itu sampai mengadu kesakitan.

__ADS_1


"Nanya lagi, kamu yang apaan Rara. Kenapa menyiramku?" kini mata melotot itu tertarik untuk melihat kebagian dada nya sang istri yang terlihat ganjil, dan memanggil-manggil untuk dipandang.


Tahu arah gerak matanya Bimo. Rara kembali memukul kuat dadanya Bimo, ia tak Sudin Bimo melihat tubuhnya. Rasanya memalukan sekali.. Ia pun dengan cepat bangkit dari atas tubuhnya Bimo. Menekan kuat sikunya ke dadanya Bimo. Hingga pria itu kembali merasakan sakit di dadanya, akibat ditekan Rara dengan kuat.


Bimo hanya bisa menahan rasa sakitnya, saat Rara bangkit dari atas tubuhnya. 'Seperti nya ia sengaja menekan kuat sikunya." Bimo membathin, memperhatikan Rara yang terlihat kesusahan bangkit dari tubuhnya. Mungkin disebabkan karena kakinya Rara sakit.


"Astaghfirullah....!" Bimo memalingkan cepat wajahnya. Ia tak sanggup melihat tubuh sexy nya Rara, yang berjalan keluar dari ka mar man di dengan baju yang basah itu. Pria itu terlihat kesusahan menelan ludahnya saat ini. Kenapa selalu ada kejadian yang menggoda iman. Sampai kapan dia bisa bertahan. Lagian tak mungkin juga ia meminta haknya pada Rara.


Untuk saat ini Rara masih dianggapnya seperti anak kecil, keponakannya. Walau Rara bukanlah anak kecil lagi. Kalau Rara ikut ujian Nasional. Tentu ia sudah tamat SMA.


Huuffttt....


Bimo menarik napas panjang, sambil menepis-nepiskan air yang membasahi bajunya. Merasa sedikit tenang. Ia pun keluar dari kam -Ar man di itu dengan salah tingkah, menatap Rara, yang kini membelit tubuhnya dengan handuk, padahal ia masih memakai bajunya yang basah.


"Itu obat dan sarapan untukmu!" ujarnya melirik Rara yang kini berdiri di sisi ranjang. Kemudian pria itu keluar dari kamar itu.


Rara yang kedinginan dengan cepat mengganti pakaiannya. Setelah itu, ia mengobati kakinya yang terlihat sudah melepuh dengan obat yang diberikan Bimo. Wanita itu pun mulai menyantap sarapannya. Ada telor mata sapi, serta roti selai coklat, beserta teh.


"Gak mungkin juga paman mau ku ajak shopping beli dalaman dan pakaian untuk ku. Mau ngomong dengannya saja, sudah buat aku jantungan." Ujarnya dengan BetE.


Haduh....


"Seperti nya hidup ku semakin suram."


Ciihh...


Rara terus saja berdecak kesal. Kalau hubungan mereka seperti ini terus, apa enaknya.


"Masak bodoh, yang penting sekarang aku beli dalaman dulu." Ujarnya meraih ponselnya dari tas ranselnya. Ia akan belanja online saja.

__ADS_1


Rara pun memeriksa apa masih ada saldo di dalam rekening banknya, melalui Mbanking. Karena, setahu ia Ezra sudah memblok semua tabungannya. Ada sih satu rekening gak di blok, tapi, saldonya hanya ada 100 Ribu.


"Rp. 100.000, seperti nya sudah bisa bisa beli dalaman satu. Beli yang murah sajalah, yang penting punya dalaman." Ujarnya memegang sekilas dada dan pah anya. "Tapi, enak juga loh gak pakai dalaman." Ujarnya cekikikan, merasa lucu kalau ia membiasakan gak pakai dalaman


"Bisa masuk angin dong! terus perutnya jadi besar." Ia bicara sendiri dengan ekspresi wajah begoknya. Mulai memilih produk yang dibutuhkan di market place warna orange.


"Waduh... murah-murah juga ya."


Kini Rara menonton live. Ia merasa lucu menonton saat house men spil berbagai macam bentuk dalaman. Ia merasa sedikit terhibur, saat menontonnya. Mana house makhluk jadi-jadian.


Bisa COD?


Rara memberi komentar di live itu.


"Bisa BESTie....!" Jawab si house makhluk jadi-jadian.


Rara baru tersadar, kalau ia punya uang 200 ribu di dompetnya. Jadi ia memilih payment secara COD saja.


Sebelum mengorder ia memastikan terlebih dahulu, apa barang bisa sampai, hari ini juga. Ternyata pihak toko mengatakan bisa. Karena kebetulan toko online itu satu kota dengannya Rara. Yaitu sama-sama di kota Berastagi


Rara yang tak tahu alamat lengkap perkebunan ini. Akhirnya mengobrak-abrik lemarinya Bimo yang ada di kamar itu. Ia pun akhirnya menemukan suatu dokumen yang didalam ada berisikan alamat perkebunan itu.


Rara merasa sedikit lebah, akhirnya ia akan punya dalaman juga. Tadi ia memesan 3 set, bisalah pakai cuci.


Tiba-tiba saja Rara teringat sang ibu. Ingin sekali ia berkomunikasi dengan ibunya itu. Tapi, ia takut untuk melakukannya. Karena ia tak mau ada masalah yang akan timbul nantinya. Karena Bimo sering mewanti-wanti saat di rumah sakit, agar menjauhi sang ibu.


Dua jam sudah Rara di kamar itu. Ia yang bosan, akhirnya memilih turun ke lantai satu. Saat itu juga ia mendengar suara berisik dari dapur, ia yang penasaran menyeret kakinya ke arah dapur.


TBC

__ADS_1


__ADS_2