GAIRAH ISTRI KECILKU

GAIRAH ISTRI KECILKU
Gagal fokus


__ADS_3

"Seorang suami itu harus menjaga istrinya bukan? ayo sini kita tidur. Paman harus menjagaku." Rara menepuk ranjang di sebelahnya, mata masih dalam keadaan tertutup. Ia tak berani membuka matanya. Karena ia tahu suaminya itu pasti protes akan sikap dan ucapannya. Ia tak sanggup menatap tatapan tajamnya Bimo.


"Lihatlah, kamu sudah berani membantahku!" Ucap Bimo dengan nada kecewa.


Ciiihh..


Apaan sih? siapa juga yang membantah.


"Bukan membantah, aku takut tidur sendirian di kamar itu paman." Kini Rara sudah membuka kedua matanya. Ia memperhatikan sang suami yang kini duduk di sebuah sofa sudut yang ada di kamar itu.


"Semalam bukannya kamu tidur sendirian di kamar itu? kenapa sekarang malah takut?" bicara dengan tatapan fokus ke layar laptop di pangkuannya.


"Semalam gak ada hujan. Kalau malam ini kan hujan deras dan suara petirnya buat jantungan." Rara pandai sekali membuat alasan yang tepat.


Bimo terdiam, istrinya itu pandai sekali mencari jawaban. Ia pun akhirnya tak mau berdebat dengan Rara lagi. Lebih baik dia kerjakan pekerjaannya.

__ADS_1


Lima menit suasana di kamar itu hening. Hanya suara rintikan air di genteng yang terdengar. Bimo sibuk bekerja, sedangkan Rara sibuk memikirkan sanggup kah ia menerapkan 20 cara jadi istri Soleha. Membaca judulnya saja ia sudah muak. Dua puluh point'? banyak sekali.


Rara kini merasa hendak pipis, ia akhirnya turun dari ranjang. "Ribet banget sih pakai sarung." Rara melepas sarung tepat di hadapan Bimo. Wanita itu merasa sarung yang dikenakannya buatnya susah melangkah. Mana ia selalu memijak sarung itu, sehingga ia hendak terjatuh saat berjalan.


Kedua bola mata Bimo hendak keluar dari tempatnya saat ini. Ia terkejut melihat kelakuan sang istri. Mana kaki jenjang mulusnya Rara melintas di hadapannya, membuat mata melotot itu mengikuti pergerakan sang istri. Kaki Putih bersih dan terlihat segar mengkilap. Seperti ikan tuna yang baru masuk jaring nelayan. Sungguh menggoda iman dan ingin disantap.


Astaga.... Apa ia sengaja melepas sarung itu di hadapanku? Mana baju kokoh yang dikenakannya hanya menutup bokong montoknya itu saja.


Bimo menggeleng dengan mulut menganga dan mata melotot. Matanya yang melotot fokus ke lenggokan bokongnya Rara. Hampir saja ia ngences melihat penampilan Rara yang terlihat menggoda dan sangat menggairahkan itu.


Bimo memang selama masa lajangnya selalu menjaga pandangan. Ia tak suka mengotori mata dan hatinya dengan melihat hal hal yang berbau por no. Tapi, penampilan istrinya saat ini, sayang sekali jika tak dinikmati. Anggap saja cuci mata. Toh gak berdosa juga melihatnya.


Huuffftt....


Bimo menghela napas panjang. Ia menggelengkan kuat kepalanya. Agar otaknya yang sempat Travelling, kembali ke jalan yang benar.

__ADS_1


Baru dua hari hidup bersama Rara. Ia sudah merasa tak tenang. Ingin melampiaskan gairah yang mengelorah. Tapi, ia tak sanggup. Entah kenapa ia merasa canggung melakukannya pada Rara. Entahlah, mungkin karena ia sudah bersama anak itu sejak kecil. Ia juga sering mence bok Rara, kalau pup dulu. Membayangkan itu ia merasa jadi punya kelainan jika harus menyentuh istri kecilnya itu. Ia merasa jadi seperti punya penyakit pedo fil. Menyukai gadis yang sudah dijaga sejak kecil. Walau sekarang Rara bukan lagi anak kecil. Istrinya itu sudah berumur 18 tahun.


Konsentrasi Bimo buyar sudah. Ia tak fokus lagi memeriksa laporan keuangan usahanya. Kalau seperti ini terus, bisa kacau semuanya. Seperti nya ia butuh tambahan karyawan baru.


"Iihh.... Dingin banget air nya. Bbbrrrrr..... " kini Rara sudah berdiri di hadapan Bimo yang pura-pura fokus bekerja.


"Paman, punya kolor yang belum buka segel gak?"


"APA...?" tentu saja Bimo dibuat terkejut dengan ucapan sang istri. Kenapa menanyakan CD segala.


"Pakaianku kan basah paman. Aku tuh gak biasa kalau gak pakai dalaman. Jadi bisa dong aku pinjam kolor nya paman."


"Bicara apa sih kamu Ra. Jangan minta yang aneh-aneh. Mending kamu pakai lagi tu sarung."


TBC

__ADS_1


Like, komentar positif hadiah dan vote say.


Kita ada give away di akhir bulan loh.


__ADS_2