GAIRAH ISTRI KECILKU

GAIRAH ISTRI KECILKU
Gagal


__ADS_3

Berhenti mencari yang sempurna untuk dicintai, karena yang kamu butuh hanya dia yang tau betapa beruntung dia ketika bersamamu.


Sore yang indah buat Bimo. Ia akhirnya menyadari dan sangat bersyukur, Rara begitu tulus menyayanginya. Sikap Rara yang penurut membuatnya tenang. Ternyata Rara masih seperti Rara yang dulu. Sempat ia berfikir Rara akan mewarisi watak sang ibu. Karena ada pepatah Buah jatuh tak jauh dari pohonnya artinya sifat anak tidak jauh dari orangtuanya.


Padahal pepatah ini tak bisa kita buat sebagai tolak ukur. Banyak kejadian orang tua baik ternyata anaknya jahat. Atau sebaliknya. Sebenarnya perkembangan anak dipengaruhi banyak faktor. Ada internal dan eksternal.


Rara punya sifat yang baik, mungkin pengaruh dari ajaran Bimo mulai dari kecil padanya. Bimo telah menorehkan didikan yang baik pada Rara mulai dari kecil. Walau sempat membelok. Ia tetap bisa menjaga diri, dari maksiat.


"Eemmm... makan ini sangat cocok di sore hari." Bimo meletakkan wadah berisi ubi jalar rebus, serta ubi kayu yang asapnya masih mengepul.


"Ubi..?" Rara memang suka ubi jalar. Mau direbus atau digoreng ia suka. Asalkan lembut dan manis.


"Ini ni yang buat aku yakin kalau kita bakal punya anak kembar." Ujar Bimo, duduk di atas bale bale di sebelah Rara. Ya mereka tengah menikmati senja di sore hari. Bersantai di halaman rumah sambil menemani kemenakan kemenakan Bimo yang bermain-main. Menunggu Magrib tiba.


"Apa hubungannya?" tanya Rara heran, satu buah uni jalar sudah ludes.


"Makan ubi jalar manfaat untuk meningkatkan peluang mengandung bayi kembar. Di dalam ubi jalar terdapat komponen bernama fitoestrogen yang merupakan salah satu nutrisi dan komponen kimia penting, yang bisa buat hyperovulasi. Jadi dalam satu bulan, seorang wanita bisa hasilkan dia sel telur." Jelas Bimo penuh semangat. Ia tak sabar lagi ingin punya anak.


"Oohhh.. gitu."


"Istriku ini kan suka ubi jalar. Makanya dari kemarin kemarin aku bilang kita akan punya anak kembar." Raut wajah Bimo masih terlihat semangat.


"Semoga aaminn...!" Jawab Rara membalas senyum manisnya Bimo. Kemudian perhatiannya kini beralih ke Ratna, adiknya Bimo, yang menghampiri mereka dengan wadah yang mengeluarkan asap juga.

__ADS_1


Apa itu? gumam Rara. Ubi lagi?


"Bang .. Ini kerangnya. Sebentar aku ambilkan sambalnya dulu." Adiknya Bimo kembali bergegas ke dapur.


"Kalau kamu harus makan ubi, dan aku makan ini." Ujar Bimo seneng. Kerang memang seafood kesukaannya.


"Kerang juga aku suka koq." Ujar Rara memelas.


"Ayo makan hajar...!" Bimo membuka cangkang kerang, meletakkan kerang ke atas piring. Lalu ia memberikannya pada Rara.


"Ayo sini, kita makan enak dulu anak anak, semuanya ke sini..!" ujar Bimo dengan suara meninggi. Bapak bapak ibu ibu dan anak anak yang masih ada di sekitar rumah mereka, akhirnya ikut makan ubi dan kerang.


Selain uni jalar ada juga ubi batang yang sangat pulen. Saat mau memakan ubi itu dicocol dengan sambal tuk tuk dar ikan teri. Semuanya menikmati cemilan sore itu, hingga waktu magrib pun tiba. Acara makan ini dan kerang bersama pun usai.


Setelah sholat magrib berjemaah di mesjid yang ada di sebelah rumahnya Bimo. Lanjut acara pengajian dan bagi bagi sedekah. Acara itu berjalan dengan sukses hingga pukul 10 malam.


Rara yang sudah sangat mengantuk memilih tidur terlebih dahulu. Setelah pamit dengan sang suami.


Bimo juga sebenarnya sudah ingin tidur. Ia ingin mencoba ranjang barunya. Tapi, para kaum bapak bapak, masih menahannya di luar. Biasalah di kampung. Kalau ada orang merantau pulang. Pasti diajak cerita lama. Membahas apa yang terjadi di dunia akhir akhir ini, Politik, otomotif, sepakbola, hingga ada yang bermain kartu, bahkan melenceng membahas harga TBS sawit yang anjlok.


Bimo yang menceritakan usaha agro bisnisnya yang lumayan maju, membuat yang lainnya terinspirasi. Jadilah acara bincang bincang itu semakin asyik dan lupa waktu. Pukul 1 dini hari Bimo baru masuk ke dalam kamar.


Walau sudah sangat kantuk, ia masih ingin mantap mantap dengan Rara. Dibelainya pipi sang istri lembut. Ditatapnya wajah teduh nya Rara yang tidur pulas.

__ADS_1


Reaksi makan kerang masih ada. Ia mulai menjamah Rara. Bibir nya langsung melu mat bibir sang istri. Tangannya mulai bergerilya di bagian dada. Memainkan gundukan kembar yang hangat.


Eeeuummm


Rara mulai terganggu dengan kelakuan sang suami. Matanya terasa berat sekali. Ia merasa terganggu. Tidur lelap terusik.


"Iiihh... Cinta... Apaan sih..?" ujar Rara dengan suara keras. Ia lupa bahwa kini mereka berada di rumah Bimo. Di mana orang di rumah itu masih banyak. Bahkan di ruang tamu, banyaj yang tidur.


"Shhiitt... Sayang... Jangan kuat kuat..!" ujarnya meletakkan jemarinya di atas bibir sang istri.


"Iihh... Apa sih, orang kantuk juga. Awas ..!" Rara memang tak suka kalau sudah tidur diganggu.


Uhukk


Uhukkk


Uhukk


Suara batuk seseorang terdengar kuat dari ruang tamu.


"Aduhhh.. Sial....!" Bimo merebahkan tubuhnya di sebelah Rara yang memang masih melanjutkan tidurnya. Acara cetak anak gagal sudah.


TBC

__ADS_1


__ADS_2